Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi

Love & Friendship

[Image: shutterstock]

4.7K
Demontrasi yang paling tinggi nilainya dan tentu saja paling bermanfaat adalah demonstrasi kasih.

Di negara demokrasi, demonstrasi adalah hal biasa dan menjadi pemandangan sehari-hari. Bagi saya, demonstrasi yang paling tinggi nilainya dan tentu saja paling bermanfaat adalah demonstrasi kasih. Mari belajar men-demonstrasi-kan kasih kepada orang-orang terdekat kita, khususnya pasangan.


1. Kasih Itu Sabar

“Setelah pensiun, saya ingin bekerja saja di kebun anggur,” ujar Sabar, seorang pejabat di departemen agama kepada saya. Sesuai namanya, orangnya memang sabar. Saya tidak tahu pasti bagaimana kalau di rumah. Saya harap sama. Kesabaran memang perlu diuji. Suatu malam, seorang suami berdoa meminta Tuhan memberinya kesabaran. Keesokan harinya, sejak pagi, ada saja yang membuatnya tidak sabaran. Anaknya telat bangun dan ogah-ogahan mandi, sehingga hampir terlambat sampai sekolah. Di kantor, ruangannya belum dibersihkan. Masih ada cangkir-cangkir kopi untuk tamu kemarin. Sekretarisnya tidak masuk padahal banyak surat yang harus dibalas. Malam harinya, dia berdoa, “Tuhan, kemarin malam saya minta kesabaran, tetapi kok seharian justru banyak hal yang membuat saya tidak sabar?” Tiba-tiba dia mendengar suara lembut,

“Anakku, bukankah untuk menjadi sabar harus ada ujian?”



2. Kasih Itu Murah Hati

[Image: trendyfeeds.com]

Dalam berbagai kesempatan, terutama seminar rumah tangga, saya sering berkata, “We can give without loving, but we cannot love without giving.” Salah satu tanda yang mencolok kalau kita mengasihi seseorang adalah memberi. Setiap kali saya ulang tahun, saya tidak pernah - seperti nasihat pakar hubungan - ‘menghadiahi diri sendiri’. Namun, jika orang-orang yang saya kasihi - istri dan anak-anak saya - ulang tahun, saya senang membelikan mereka hadiah. Bahkan, saya sering membelikan baju atau t-shirt untuk mereka, khususnya kalau berada di luar negeri.

Namun, kata present’ [hadiah] yang paling bermakna adalah ‘presence’ [kehadiran].

Baca Juga: Bagaimana Menjadi Romantis? Jangan Salah, Bukan Bunga atau Puisi Cinta, Inilah 5 Hal Romantis yang Paling Diinginkan Pasanganmu



3. Kasih Itu Tidak Cemburu

Banyak orang berkata, “Jealousy is a sign of love”. Bagi saya, “Jealousy is the absence of trust!”

Jika kita percaya kepada pasangan, kita tidak akan mencemburuinya. Seorang cowok pernah cerita kepada saya, suatu hari dia sempat cemburu berat ketika melihat ceweknya dibonceng cowok lain. Dia kejar motor cowok itu dengan emosi tinggi! Saat hendak meluapkan kemarahannya, cowok itu menoleh dan dia terkejut bukan main karena cowok itu ternyata kakak laki-laki ceweknya yang kuliah di luar kota. Jika terus-menerus mencurigai pasangan, artinya, kita tidak mempercayainya. Bagaimana jika pasangan punya sikap yang sama? Kita risih, bukan?

Baca Juga: Rasa Cemburu: Bumbu Penyedap atau Perusak Relasi?



4. Kasih Itu Tidak Memegahkan Diri

“Kok bubar?” tanya saya kepada seorang gadis yang belum lama pacaran. Dengan wajah merah - entah malu atau marah atau percampuran keduanya - dia menjawab, “Setiap kali ngobrol, dia selalu cerita tentang dirinya sendiri. Dia bahkan tidak memberi giliran saya untuk bicara. Saat saya bicara pun dia menanggapinya dengan dingin, ogah-ogahan, bahkan sibuk mempermainkan gadget-nya. Bener-bener nyebelin!”

Kasih itu bisa melihat kelebihan orang lain dan membicarakannya, ketimbang ngoceh kelebihan kita sendiri yang belum tentu benar.



5. Kasih Itu Tidak Sombong

Apa bedanya dengan memegahkan diri?

Kesombongan dimulai dari hati dan diwujudnyatakan lewat ucapan dan tindakan.

Seorang artis ibukota begitu kaget setelah menikah dengan seorang usahawan. Ternyata suaminya itu bokek. Ke mana mobil-mobil mewah yang dulu saat pacaran dia pamerkan? Mobil-mobil premium itu ternyata mobil rental. Yang menarik dari kesombongan, orang sombong seringkali tidak senang dengan orang sombong lainnya karena merasa tersaingi.



6. Kasih Itu Tidak Melakukan yang Tidak Sopan

[Image: LoveToKnow]

“Yang mengantarkan kamu konseling ke saya tadi pacarmu, ya?” ujar saya kepada seorang gadis yang baru turun dari mobil mewah. “Ya, ada apa, Pak?” ujar cewek itu lugu. “Pacarmu tidak sopan,” ujar saya tandas. Mengapa? Soalnya dia sudah melihat saya dari mobilnya. Jangankan turun. Memberi salam saja tidak. Padahal jelas-jelas dia melihat saya. Ketika konseling berlangsung, gadis itu mengakui bahwa pacarnya memang tidak sopan. Setiap kali mengantar pulang, cowok itu hanya menurunkannya di mulut gang dan menancap gas. Dia tidak memastikan pacarnya aman sampai di rumah, padahal gang itu sepi dan rumah pacarnya masih jauh ke dalam.

Baca Juga: Perempuan, Inilah 5 Ciri Pria yang Berpotensi Melakukan Kekerasan dalam Relasi



7. Kasih Itu Tidak Mencari Keuntungan Sendiri

“Pacarku meminta barang-barang yang dulu pernah dia berikan kepadaku,” ujar seorang gadis di sesi konseling.

“Apakah seharusnya aku kembalikan, Pak?”

Saya hanya berkata singkat, “Ya!”

Mengapa? Jelas cowok itu menganggap cinta itu transaksional. Pacaran itu jual beli. Begitu putus, dia meminta kembali barang-barangnya. “Engkau pernah memberinya kado?” tanya saya. Gadis itu mengangguk. “Apakah dia juga mengembalikannya kepadamu?” Dengan lesu gadis itu menggeleng. Nah, kacau bukan? Untung cewek itu putus dengan cowoknya. “Selamat, kalau begitu,” ujar saya sambil menyalaminya. “Engkau terbebas dari calon pasangan yang tidak pantas untukmu.”

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mendapatkan Keperawananmu sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya



8. Kasih Itu Tidak Pemarah

Di seminar pasangan suami-istri yang saya pimpin, saya senang menceritakan kisah ini. Pasangan suami-istri merayakan golden anniversary. Seorang wartawan bertanya kepada sang suami, apa rahasianya sehingga pernikahan mereka awet sampai memasuki usia ke-50.

“Ketika kami menikah, tidak seperti sekarang, kami naik kereta kuda. Kudanya ngadat, tidak mau jalan. Istri saya turun dari kereta, mendatangi kuda itu, dan berkata, ‘Saya hitung sampai tiga. Satu … Dua … DOR!!’ Dia menembak kuda yang tidak mau jalan pada hitungan ketiga! Sejak hari itu, setiap kali kami berselisih pendapat dan dia mulai menghitung, ‘Satu …’ Saya langsung berhenti bicara. Kami tidak jadi bertengkar,” ujar sang suami.

[Image: EDA Magazine]
Kesabaran merupakan buah kasih pertama. Pasangan, yang salah satu atau keduanya penyabar, keluarganya awet.

Baca Juga: Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini Akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak



9. Kasih Itu Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain

Sorry, Say, aku yang salah,” ujar seorang suami muda kepada istrinya. “Sorry, sorry, tapi engkau sudah melakukan hal yang sama berulang kali. Pertama, dulu engkau melakukannya saat kita berada di kantorku. Kedua, engkau melakukannya kembali saat di pesta nikah temanku. Ketiga, engkau juga melakukannya saat mengantarku potong rambut di Queen Salon,” ujar istrinya dengan marah. Setiap kesalahan yang sudah diampuni dan dimaafkan memang seharusnya tidak kita lakukan lagi.

Namun, mengingat kesalahan orang lain, bahkan sampai sedetail-detailnya, artinya kita belum memaafkan.



10. Kasih Itu Menutupi Segala Sesuatu

“Begitu pulang ke rumah, suamiku langsung tidur dan tidak mandi lebih dulu. Bener-bener nyebelin!” ujar seorang istri. Teman-temannya tertawa ngakak. Jika Anda mendengar pasangan menjelek-jelekkan Anda di depan orang lain, bagaimana perasaan Anda?

Menutupi segala sesuatu bukan kompromi, namun tidak menyebarkannya.
[Image: ributrukun.com]

Alangkah baiknya jika kita doakan pasangan. Katakan terus terang ketidaksukaan Anda terhadap sikap dan perbuatannya, tentu saja dengan lemah lembut.

Baca Juga: 3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai

Jika melakukan ke-10 hal di atas, kita bisa berharap mendapat nilai 10 di hadapan keluarga.



Baca Juga:

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari

Jangan Lakukan 10 Kesalahan Fatal ini jika Tak Ingin Hubungan Cintamu dengan Pasangan Berakhir Tragis!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar