Demi Kebahagiaan Keluarga, Tonton Ulang Film Home Alone di Masa Liburan Ini

Reflections & Inspirations

[image: Hughes Entertainment]

1.1K
Keluarga kita mungkin memang tidak ideal. Semua orang di dalamnya tentu tidak ada yang sempurna. Namun, sadarkah kita kalau kita sendiri pun juga tidak sempurna.

Salah satu film wajib tonton di hari Natal adalah “Home Alone”. Entah sudah berapa kali kita menonton film ini, khususnya bagi mereka yang lahir di tahun 70 dan 80-an. Film yang dirilis pada tahun 1990 ini dibintangi oleh Macaulay Culkin yang berperan sebagai Kevin McCallister.

Dengan mengambil setting seputar Natal, film ini mengisahkan tentang keluarga yang sedang mengadakan liburan, tetapi tanpa sengaja meninggalkan Kevin sendirian di rumah. Liburan Natal yang seharusnya indah berubah kacau karena kejadian ini. Selain karena orangtua Kevin harus memikirkan cara untuk segera pulang ke rumah, ternyata di rumah pun Kevin harus menghadapi dua pencuri yang ingin merampok rumah mereka.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari film ini?



1. Keluargaku memang tidak ideal

Kevin merasa keluarganya begitu menyebalkan karena saudara yang banyak dan rumah yang selalu berisik. Dia pun sering ditindas kakak-kakaknya, sampai-sampai dia berharap agar keluarganya suatu saat menghilang, dan ia tidak usah berjumpa lagi dengan mereka. Mungkin saat ini kita juga merasa kalau keluarga kita bukan keluarga yang ideal, tidak sesuai dengan harapan dan tidak sama dengan keluarga yang lain. Akhirnya kita menjadi kecewa dengan orangtua, saudara, dan bahkan keluarga besar kita.

[image: Hughes Entertainment]

Waktu kecil saya berkali-kali ingin berganti keluarga.

Yang pertama, saya ingin menjadi anak dari sebuah keluarga yang tinggal di Amerika Serikat. Saya merasa mereka itu keren, karena pintar bahasa Inggris, dan barang-barang yang mereka miliki juga tampak sangat modern. Saya berharap keberadaan saya di indonesia hanyalah sebuah mimpi panjang, dan suatu saat saya terbangun dalam sebuah keluarga di Amerika Serikat.

Yang kedua, saya ingin menjadi teman saya yang rumahnya seperti markas kura-kura ninja. Di dalam kamarnya, dia memiliki banyak barang kura-kura ninja. Mulai dari boneka, balon udara, markas, dan banyak yang lain. Saya merasa inilah keluarga paling berbahagia di dunia karena memiliki banyak mainan yang luar biasa keren.

Akan tetapi, sekali lagi, suka tidak suka, mau tidak mau, saya tetap ada di dalam keluarga saya saat ini.

Keluarga kita mungkin memang tidak ideal. Semua orang di dalamnya tentu tidak ada yang sempurna. Namun, sadarkah kita kalau kita sendiri pun juga tidak sempurna.

Terkadang kita jugalah yang membuat masalah dan tidak membawa kebaikan bagi anggota keluarga yang lain. Daripada berontak dan ingin mereka lenyap, kenapa kita tidak mencoba untuk bisa mengucap syukur atas keluarga kita.

Setiap anggota keluarga pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk itulah Tuhan menempatkan kita di dalam keluarga, supaya kita bisa saling menopang dan mendukung satu dengan yang lain.

Baca Juga: Inilah 3 Makna Istimewa Natal yang Hanya Saya Temukan lewat Keluarga



2. Keluargaku penting bagiku

Kevin pada awalnya merasa senang ketika keluarganya benar-benar “lenyap”. Dia bisa bebas melakukan apa saja dan merasa merdeka. Namun, ketika pencuri datang, tentu kesendirian bukan menjadi sesuatu yang indah lagi. Saat itulah dia memerlukan orangtua yang bisa menjaga dan melindunginya. Ketika akhirnya dia bisa kembali berjumpa dengan keluarganya, Kevin pun merasa sangat senang.

[image: Hughes Entertainment]

Memang tidak semua orang pernah mengalami perpisahan dengan keluarganya, karena ada juga yang seolah malah tidak bisa lepas dari keluarganya.

Kadang kita lupa kalau mereka begitu berharga dan merupakan anugerah yang Tuhan berikan bagi kita.

Saya sendiri bersyukur karena memiliki orangtua yang berbeda karakter. Papa yang pendiam; Mama yang cerewet. Kadang saya harus berbeda pendapat dengan mereka, tetapi saya pun banyak belajar dari mereka. Kesabaran mereka mendidik anak-anaknya, kerelaan berkorban supaya kami bisa mendapatkan hal yang terbaik, kerelaan mendengar ketika kami menceritakan banyak hal yang kadang tidak penting, tekun mendoakan permasalahan kami, dan masih banyak lagi yang sudah mereka berikan bagi anak-anaknya.

Terkadang saya tidak menyadarinya, ternyata ada banyak hal baik yang bisa saya dapatkan dari mereka.

Saya juga memiliki saudara yang berbeda karakter dengan saya. Mereka lebih diam seperti papa, sedangkan saya cerewet seperti mama. Memang kami sudah lama tinggal berbeda kota, sehingga tidak sedekat waktu kecil dulu.

Akan tetapi, kalau diingat-ingat lagi, mereka juga merupakan bagian penting bagi proses pembentukan hidup saya. Sehingga saya bisa belajar berelasi dengan orang yang berbeda karakter, berusaha saling mengalah supaya jangan bertengkar, dan juga saling memperhatikan meskipun harus terpisah oleh jarak.

Keluarga terkadang memang terlupakan, apalagi ketika ada banyak orang lain yang masuk dalam kehidupan kita. Padahal tanpa mereka, tentu kita tidak akan pernah ada dan bisa menjadi seperti sekarang ini. Merekalah bagian penting hidup kita. Ada banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari rumah, apalagi dengan banyaknya waktu dari hidup kita yang dihabiskan bersama dengan mereka. Karena itu, jangan sampai melupakan keluarga. Lakukanlah sesuatu bagi mereka, sehingga keberadaan kita bisa membawa kebaikan bagi anggota keluarga yang lain.

Baca Juga: 3 Hal yang Saya Syukuri Karena Bisa Merayakan Natal di Tengah Keluarga Besar yang Berbeda Keyakinan


Selamat merayakan Natal bersama dengan keluarga!

Menuliskan tentang Natal membuat saya kembali mengingat kisah indah masa kecil, bagaimana keluarga kami bersama-sama ke gereja untuk merayakan Natal. Saat itu kami mengenakan baju yang terbaik. Setiap tahun, orangtua kami selalu membelikan satu set baju baru. Kami pun diberikan kebebasan untuk memilih sendiri baju, celana, dan juga sepatu yang kami sukai. Itulah Natal yang indah bersama dengan keluarga. Mereka yang memang tidak ideal, tetapi sangat penting bagiku.


Baca juga:

Karena Kita Mungkin Tidak Bisa Bertemu Lagi Natal Tahun Depan

Bagi yang Merayakan Natal, Inilah 5 Kreativitas yang Membuat Natal makin Ceria dan Bermakna

Susahnya Jadi Santa, Setiap Tahun Soal Topi Selalu Diperdebatkan. Padahal ...




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Demi Kebahagiaan Keluarga, Tonton Ulang Film Home Alone di Masa Liburan Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar