Dari Kisah Selma-Haqy-Senna: Apakah Setia Berarti Menderita? Cinta itu Pilihan, tentang Masa Depan. Realistis Saja!

Love & Friendship

[Image: TribunStyle, Instagram]

12.8K
Aku perempuan ... realistis saja. Nanti aku sudah menunggu bertahun-tahun ternyata Andre terpikat gadis lain di sana, bagaimana? Umurku terus melaju. Aku tidak berani mempertaruhkan masa depanku untuk sesuatu yang tidak pasti.

Saya tergelitik menulis pengalaman seorang gadis muda yang terjadi 20 tahun silam setelah membaca tulisan sahabat saya, Xavier Quentin Pranata, yang berjudul

“Tentang Senna yang Tahu Sakitnya Ditinggalkan dan Sebuah Tanya, Selma-Haqy: Idealis, Realistis atau Materialistis?”



Aku Perempuan, Realistis Saja

Venny, seorang gadis muda, remaja yang baru memulai kuliahnya 2 semester, mengajak saya bertemu di sebuah rumah makan. Sambil menikmati hidangan kesukaannya, dia mulai berkisah.

“Andre sudah diwisuda minggu lalu. Sekarang dia sedang mencari pekerjaan yang pas.”

Venny sudah hampir setahun berpacaran dengan Andre, kakak kelasnya. Mereka merasa cocok dan saling memahami. Sekarang, ada permasalahan baru yang harus mereka hadapi. Andre ditawari untuk memegang proyek milik om-nya di Balikpapan. Proyek perumahan yang mapan sesuai dengan jurusan Andre, Teknik Sipil. Peluang yang bagus dengan gaji yang menjanjikan. Namun jarak cukup jauh. Apalagi 20 tahun lalu alat komunikasi belum secanggih sekarang dan transportasi sangat mahal. Andre sudah melamar pekerjaan ke sana ke mari di Jakarta, namun belum juga membuahkan hasil. Dia tidak ingin membebani orangtuanya lebih lama lagi sehingga tawaran bekerja di Balikpapan memikat hatinya.

“Lalu kamu bagaimana Ven?” tanyaku ingin tahu.

“Aku bilang ke Andre, kalau kamu memilih ke Balikpapan, lebih baik kita berteman saja. Komunikasi sulit dan mahal. Apalagi biaya transportasi … Jadi kemungkinan kami bisa sering bertemu makin tipis. Di sana kamu akan bertemu banyak gadis lain, sementara aku juga bertemu dengan banyak pria lain. Kami sama-sama bertumbuh dan berubah. Langkanya pertemuan bisa membuat kami mengharapkan pribadi sesuai persepsi masing-masing.

Harapan belum tentu sama dengan kenyataan. Yang sering ketemu saja bisa putus apalagi yang berpisah bertahun-tahun,”

ujar Venny menjelaskan alasannya, ”Daripada kita sama-sama terikat lebih baik sama sama bebas.

[Image: mycupoftea.rs]

Kalau kami memang jodoh, nanti Tuhan juga akan pertemukan.”

“Gak setia dong?” tanyaku.

“Aku perempuan ... realistis saja. Nanti aku sudah menunggu bertahun-tahun ternyata Andre terpikat gadis lain di sana, bagaimana? Umurku terus melaju. Setelah lulus, lebih sulit untuk mencari pasangan. Andre itu pria, umur berapa pun, masih lebih mudah mencari pasangan. Kata orang, pria itu ibarat kelapa, makin tua makin mahal harganya. Aku tidak berani mempertaruhkan masa depanku untuk sesuatu yang tidak pasti. Ini solusi terbaik untuk kami berdua. Biarkan Andre memilih, mana yang terbaik baginya”

Tegar juga sahabatku ini!

Saya pikir mungkin lebih baik begitu daripada sungkan di depan tetapi menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Beberapa bulan kemudian saya bertemu Venny kembali. Gadis ini tampak cantik dan ceria seperti biasanya.

“Bagaimana dengan Andre? Jadi ke Balikpapan?” tanyaku ingin tahu.

“Gak. Akhirnya Andre memilih tetap tinggal di Jakarta. Kebetulan dia mendapat pekerjaan yang cukup bagus meski gajinya tidak sebesar di Balikpapan. Kami masih jalan …”

Baca Juga: Cinta yang Tak Teruji, Tak Layak Dijalani. Inilah 5 Pertanyaan untuk Menguji Ketulusan Cinta



Jujur dan Terbuka, Lebih Baik Begitu

Tidak banyak gadis yang berani memberikan pilihan yang jujur dan terbuka seperti Venny. Berkaca dari kasus Selma, secara umum, masyarakat akan menganggap Selma tidak setia, materialistis, dan sebagainya. Satu hal yang pasti, kita tidak berjalan di 'sepatunya', kata orang bijak. Kita tidak tahu pergumulan, alasan dan kesulitan yang dihadapinya.

Usianya kian melaju, tidak mudah bagi wanita untuk menanti sekian lama tanpa kepastian yang jelas, sementara begitu banyak kemungkinan terjadi di masa depan. Soal kemapanan, itu juga penting dalam sebuah pernikahan.

Setiap orang bisa memiliki pendapat yang berbeda karena nilai-nilai, pengalaman, dan latar belakang sosial budaya yang berbeda pula.

Saya salut dengan apa yang dilakukan Venny, saya yakin itu lebih baik daripada tiba-tiba memutuskan cinta lalu menikah dengan pria lain. Adil untuk dirinya, juga untuk Andre.


"A good man or woman will be honest no matter how painful the truth is.

A coward hides behind lies and deceit."

- unknown


Bagaimana pendapat Anda?



Baca Juga:

Becermin dari Kisah Selma-Haqy Rais: Ketika Cinta Diperhadapkan dengan Tawaran Kemapanan, Apakah Kita Memilih Tetap Bertahan?

Wanita, Lebih Baik Bersama dengan yang Mencintaimu daripada dengan yang Kamu Cintai. Setuju?

Cinta Perlu Pengorbanan, Bukan Kebodohan! Jangan Berkorban Tanpa Memikirkan Kebahagiaanmu



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Kisah Selma-Haqy-Senna: Apakah Setia Berarti Menderita? Cinta itu Pilihan, tentang Masa Depan. Realistis Saja!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Black White | @tanriani

Saya sangat setuju dengan artikel ini. Wanita yang cerdas adalah wanita yang mencari kepastian dari pasangannya. Bukan cuma rasa nyaman. ????????