Dari Djarot Saiful Hidayat, Belajar Menjadi Sahabat Sejati

Reflections & Inspirations

[Image: detik.com, kemendagri.co.id, kumparan]

8.6K
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

"Seluruh aparatur pemerintah di Indonesia dibayar oleh uang rakyat. Kita semua adalah pelayan rakyat. Maka kita harus melayani dengan amanah dan bekerja untuk rakyat." - Djarot Saiful Hidayat

[Image: kemendagri.co.id]

Tak banyak media memberitakan tentang Djarot Saiful Hidayat, rekan sekerja Ahok dalam melayani warga DKI. Sosok Djarot sendiri rasanya baru muncul ke permukaan setelah ditunjuk mendampingi Ahok sebagai wakil gubernur. Bapak yang kalem dan berintegritas ini dapat dikatakan sebagai pelengkap serta penyeimbang terhadap Ahok yang banyak dinilai keras. Walaupun berbeda suku dan keyakinan, mereka disatukan oleh misi yang sama: menyejahterakan rakyat.

Lebih dari sekadar rekan sekerja, mereka adalah sepasang sahabat. Menghadapi permasalahan yang terus datang menghadang - selama mengemban tugas serta [terutama] selama pilkada DKI lalu - mereka kompak. Persoalan tidak menceraikan mereka. Persahabatan mereka teruji. Kini, saat Ahok divonis 2 tahun penjara dan harus ditahan, Djarot kembali tampil sebagai sahabat sejati.

Baca Juga: Menjalin Persahabatan Beda Agama dan Suku, Inilah 5 Keuntungannya


Apa yang perlu kita pelajari dari Djarot Saiful Hidayat sebagai seorang rekan kerja dan sahabat?



1. Menaruh Kasih Setiap Waktu

Tak ada hubungan tanpa konflik. Saya cukup yakin, Ahok dan Djarot pasti pernah beradu argumen. Tak mungkin mereka berdua seiya sekata untuk segala hal, bukan? Kenyataannya, perbedaan pendapat dan sudut pandang tidak merusak hubungan baik di antara mereka berdua.

Dalam rentang waktu berdua mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat DKI, tentu hadir kesalahpahaman, kekecewaan, kemarahan, dan kerikil-kerikil lain dalam perjalanan persahabatan mereka. Namun hal-hal tersebut tidak membuat kasih di antara mereka pudar apalagi hilang. Sebaliknya, semakin memurnikan dan memperhalus kualitas kasih di antara mereka berdua.

Setelah pengadilan menjatuhkan vonis dan Ahok langsung masuk ke rumah tahanan, Djarot, masih dengan baju dinasnya langsung mendatangi rumah tahanan. Malam harinya, setelah resmi menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI, kembali Djarot mengunjungi Ahok di rumah tahanan.

[Image: detik.com, kumparan]
Sahabat sejati mendampingi tanpa kenal lelah.
Di setiap waktu, dalam segala situasi.

"Kata-kata itu mudah dibuat, seperti angin; Sahabat yang setia sulit untuk ditemukan." - William Shakespeare

Baca Juga: Sahabat Sejati atau Sekadar Kawan? Inilah 10 Tanda yang Menjadi Pembedanya



2. Rekan dalam Kesukaran

Mencari teman untuk berpesta dan bersenang-senang itu mudah. Namun rekan yang mau bersama dalam kesukaran? Tak mudah didapat.

Bersama saat senang, setia ketika keadaan baik-baik itu biasa. Setiap orang pun tanpa disuruh tentu mau saja. Namun saat mengalami kesukaran, tak banyak orang yang masih peduli apalagi ada di sisi.

Seorang sahabat sejati, bahkan bisa lebih dekat dari saudara. Menerima sahabat apa adanya, dalam kondisi apa jua, serta siap sedia memberi dukungan kepadanya.

[Image: newsdetik.com]
"Persahabatan bukanlah sebuah kesempatan, tapi merupakan tanggung jawab yang manis." - Kahlil Gibran

Baca Juga: Sahabat adalah Berkat Kehidupan. Inilah 'BLESS', 5 Kunci Sukses Menjalin Hubungan Persahabatan



3. Rela Berkorban

Mendapatkan berita Ahok divonis 2 tahun penjara dan langsung ditahan, Djarot segera mengajukan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan Ahok. Djarot menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ia bahkan bersedia dipenjara jika Ahok melanggar syarat-syarat penangguhan penahanan.

Kerelaan Djarot itu tentu tidak muncul begitu saja. Ada kepercayaan dipertaruhkan di sana. Ia yakin Ahok pribadi yang berintegritas, Djarot tahu betul, sahabatnya bukan pengecut yang akan melarikan diri.

[Image: twitter]
Ketika dua orang saling percaya, persahabatan lahir. Seiring rasa percaya yang semakin kuat di antara keduanya, persahabatan itu pun bertumbuh semakin kokoh.

Baca Juga: Berbeda tapi Memilih Menjadi Kuat Bersama. Dari Gang Kecil Seteran untuk Indonesia, Sebuah Kisah Nyata



Baca Juga:

Ada yang Jauh Lebih Penting dari Vonis 2 Tahun untuk Ahok: Ini!

Ahok Memang Luar Biasa tapi Ia Hanya Manusia. Menyikapi Kekalahan Ahok di Pilkada DKI, Ingatlah 2 Hal Ini

Bukan Ahok, Bukan Anies, tapi Ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Djarot Saiful Hidayat, Belajar Menjadi Sahabat Sejati". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar