Cinta Terhalang Restu Orangtua, Aku Patah Hati di Usia 35

Ex & Broken Hearts

[Photo credit: Twenty 20]

2.6K
Aku tahu, aku tidak lagi muda. Dan bukannya berkurang, umurku akan terus bertambah. Terus terang, aku juga takut.

Kisah ini ditulis sebagaimana dituturkan kepada saya oleh ia yang tak bersedia disebutkan namanya.


Aku adalah seorang wanita single berusia 35 tahun. Telah lama aku merindukan hadirnya seorang pendamping hidup. Tak hanya diam menunggu, aku pun membuka hati dan berusaha.

Hingga suatu hari aku bertemu dengan seorang pemuda. Ia menunjukkan ketertarikannya dan berupaya mendekatiku. Aku pun merespons positif sinyal ketertarikan darinya.

Berawal dari perkenalan, tumbuhlah perasaan sayang di antara kami. Aku amat mengasihinya. Dan aku bisa merasakan, begitu pula dengannya.

Baca Juga: Sering Tak Disadari, 5 Perilaku Perempuan Ini Memperpanjang Masa Single


Aku tak akan pernah melupakan hari itu. Ia mengajakku 'nge-date' di sebuah cafe. Tak pernah kuduga, ia bisa mempersiapkan sebuah kencan manis dengan sempurna. Malam itu, ia menyatakan cintanya padaku. Aku amat bahagia. Kehilangan kata, aku hanya mampu tersenyum dan menganggukkan kepala.

Hubungan kami sebenarnya berjalan baik. Aku merasa kami dapat saling melengkapi, komunikasi pun berlangsung tanpa hambatan berarti. Namun, soal usia ternyata menjadi masalah. Untuk orangtuanya.

Usia kami memang terpaut cukup jauh. Aku lebih tua darinya. Orangtuanya keberatan dan menolak memberi restu. Aku jadi menyadari, ada perbedaan prinsip yang nantinya akan membahayakan kami berdua bila hubungan ini terus dilanjutkan.

Jadi, dengan berat hati, aku memutuskan mengakhiri hubungan.

Hatiku hancur. Sehancur-hancurnya hancur.

Baca Juga: Cinta Terhalang Restu Orangtua Pacar, Inilah 3 Pelajaran tentang Cinta dan Mencintai yang Saya Dapatkan dari Peristiwa Itu


Iya, aku tahu. Aku telah mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri. Aku sadar betul waktu melakukannya.

Aku tahu, aku tidak lagi muda. Dan bukannya berkurang, umurku akan terus bertambah. Terus terang, aku juga takut. Aku khawatir. Namun, putus adalah jalan terbaik bagi kami berdua.

Baca Juga: Terima Kasih Mantan, Darimu Aku Belajar 7 Hal Penting untuk Masa Depanku


Tak pernah kusangka juga, meski berat, ternyata aku bisa juga menjalani hari demi hariku sendiri. Inilah 3 hal yang memberi arti bagi hari-hari yang kujalani:



1. Datang pada Tuhan

Inilah yang utama dan terutama. Aku menggunakan sebagian besar waktu untuk membaca kitab suci dan beribadah. Aku juga beruntung, dikelilingi teman yang senantiasa mendukung dan mendoakanku. Merekalah yang selalu menasehati agar aku terus bersandar dan berharap pada Tuhan.

Kedekatan dengan Tuhan memberi ketenangan dalam menjalani hari.

Aku menyerahkan masa depanku kepada Tuhan. Aku yakin, Ia telah mempersiapkan masa depan yang indah bagiku.

Baca Juga: Gelisah karena Jodoh Tak Kunjung Datang? Saya Pernah Mengalaminya. Inilah Kisah Saya: Menemukan Pasangan Hidup di Usia Lebih dari 30 Tahun



2. Berolahraga

Sewaktu masih menjalin hubungan dengannya, aku tak punya waktu untuk berolahraga. Kini, aku jadi rajin melakukannya. Bukan hanya tubuh yang sehat, aku juga makin bersemangat menapaki masa depan. Rutin berolahraga membuat stamina tetap terjaga di usia yang tak lagi muda.

Berkat olahraga pula, aku kini punya komunitas baru. Hari-hariku kembali ceria dengan kehadiran teman-teman ngobrol dan jalan-jalan yang seru.



3. Traveling

Tak bisa dipungkiri, kadang di tengah rutinitas pekerjaan yang menumpuk hadir juga rasa bosan dan jenuh. Kalau sudah demikian, aku memilih melepas kepenatan dengan pergi bersama teman-teman.

Pegunungan menjadi destinasi favoritku. Memandang karya cipta Tuhan yang begitu indah nan agung itu selalu memberikan rasa damai di dalam hati.

Baca Juga: Menjomblo di Usia Kritis, Inilah 7 Cara Menikmatinya


[Photo credit: Paul Green]

Kalian yang menghadapi kenyataan hidup serupa dengan saya, yakinlah Tuhan telah merancangkan sebuah rancangan yang terbaik buat kita.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cinta Terhalang Restu Orangtua, Aku Patah Hati di Usia 35". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar