Cinta Lama Bersemi Kembali Saat Reuni. Benarkah Cinta Pertama Paling Murni dan Tak Pernah Mati?

Love & Friendship

[Image: michelleknight.com]

27.1K
Seiring dengan maraknya pengunaan media sosial, reuni menjadi menu sehari-hari. Dalam reuni segalanya bisa terjadi. Termasuk cinta lama yang bersemi kembali. Get ready!

"Sudah dapat undangan dari Siska?", seorang sahabat semasa SMA menelpon dengan nada terburu-buru.

"Gila tuh anak! Suaminya ditinggal beneran,

demi mengejar sensasi 'cinta pertama adalah cinta yang paling murni' sesuai keyakinannya."

Kami sungguh-sungguh terperangah ketika menerima undangan Siska. Ia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Bens, cinta pertamanya semasa SMU. Mereka bersua kembali saat reuni tahun lalu.

CLBK, istilah populer untuk Cinta Lama Bersemi Kembali, menjadi sebuah terma yang banyak digunakan saat bertemu teman-teman lama atau reuni. Terutama untuk kalangan setengah baya, saling bercanda dan menggoda dengan istilah CLBK. Ada teman yang berkelakar, bahwa sekarang ini bukan lagi musim durian tetapi musim reuni. Jadwal reuni sangat padat, dari reuni SD, SMP, SMU hingga universitas. Bertemu teman-teman lama selalu menyenangkan dan membuat merasa muda kembali.

Tidak sedikit kisah-kisah CLBK terjadi. Kenangan lama dan perasaan cinta saat muda muncul kembali. Bumbu memori-memori manis dan degup-degup lawas membuat dunia terasa lebih indah dan penuh binar, membawa perasaan ke awang-awang. Demikian pula dengan Siska, yang senantiasa mengagungkan bahwa cinta pertama adalah cinta yang paling murni. Belum dipengaruhi sikap matre atau sejuta pertimbangan lainnya, ujarnya. Murni cinta.

Hubungan Siska, ibu dua anak yang cantik, dengan suaminya sedang mengalami krisis. Siska merasa suaminya kurang memperhatikan keluarga, terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Bens baru saja bercerai dan ketiga anaknya ikut mantan istrinya. Gayung bersambut. Terjalinlah CLBK antara Siska dan Bens sesudah reuni, yang berakhir ke jenjang pernikahan.

Baca Juga: Ketika Mantan Mengintai dan CLBK Menghantui, Keutuhan Rumah Tangga Terancam. Segera Lakukan 5 Langkah Ini!



Sungguh Murni ataukah Sekadar Ilusi?

Pada awalnya segala sesuatu berjalan mulus. Mereka kelihatan sangat harmonis, romantis dan bahagia. Hingga suatu hari, Siska mengeluh. Ternyata apa yang dialami sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkan. Waktu puluhan tahun telah mengubah baik Bens maupun Siska sendiri. Masing-masing telah melalui pengalaman-pengalaman yang berbeda. Hal tersebut, tanpa disadari, telah mengubah kebiasaan, nilai-nilai, dan karakter mereka berdua. Sementara Bens dan Siska memasuki pernikahan dengan ilusi bahwa mereka masih pribadi yang sama seperti saat mereka di SMU.

Siska menyadari ternyata membangun hubungan yang harmonis dengan Bens jauh lebih sulit dibandingkan dengan membangun hubungan dengan mantan suaminya. Siska sudah menikah selama 20 tahun lebih, sebelum memutuskan bercerai. Suka dan duka telah dijalani bersama. Meskipun ada hal-hal yang tidak disukainya, tetapi sesungguhnya jauh lebih banyak hal-hal baik yang mereka miliki. Hanya saja, saat itu Siska fokus pada kekurangan suami dan hal-hal yang salah dalam rumah tangganya.

Sedangkan dengan Bens, Siska harus belajar lagi dari awal. Kepahitan dan luka yang dialami Bens dari pernikahan pertama, membuatnya menjadi pribadi yang penuh curiga dan selalu ingin tahu segala urusan istrinya. Bens, tanpa sadar, menganggap Siska sama dengan mantan istrinya yang pernah berselingkuh. Kadang-kadang, kemarahannya pada mantan istrinya diluapkan pada Siska.

Belum lagi masalah dengan anak masing-masing. Anak Siska bukanlah anak Bens. Siska seringkali kesal dengan ketidakpedulian Bens pada kepentingan anaknya. Sementara mantan suaminya adalah ayah yang sangat perhatian, terutama saat ada anggota keluarga yang sakit. Siska kadang merindukan ‘kecerewetan’ mantan suaminya saat dia sakit.

Baca Juga: 3 Cara Suami Mengatakan 'I Love You' yang Sering Tak Terdengar oleh Istri

Di sisi lain, mantan istri Bens kerapkali menelpon sehubungan dengan kepentingan anak-anak mereka. Siska cemburu! Masalah keuangan juga menjadi isu sensitif karena kepentingan dan prioritas yang berbeda. Masing-masing ingin mengutamakan anak sendiri. Banyak persoalan yang tidak diantisipasi pada awalnya, muncul bertubi-tubi mengganggu pernikahan baru yang masih seumur jagung.

[Image: ributrukun.com]

Baca Juga: Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan



Seandainya Saja

Ah, seandainya saja dia tetap mempertahankan rumah tangganya dan tidak bercerai, sesal Siska. Dia mulai menyadari perhatian-perhatian kecil mantan suaminya dulu. Sesungguhnya dia pria baik, bertanggung jawab, dan selalu bisa diandalkan. Hanya saja tidak seromantis Bens, cinta pertamanya. Bens pintar merangkai kata manis lengkap dengan hadiah-hadiah kecil yang menyenangkan. Sementara sang mantan? Jika menulis surat seperti menulis laporan kerja. Hadiah romantis? Tidak ada dalam kamusnya! Tetapi mantan mempercayakan seluruh pengaturan keuangan pada Siska. Bens tidak. Ketika mengarungi bahtera pernikahan yang sesungguhnya, perlakuan romantis ala Romeo-Juliet menjadi prioritas nomor ke-sekian setelah berbagai tanggung jawab lainnya terpenuhi.

Baca Juga: Bagaimana Menjadi Romantis? Jangan Salah, Bukan Bunga atau Puisi Cinta, inilah 5 Hal Romantis yang Paling Diinginkan Pasanganmu!


Pada dasarnya, hanya orang-orang yang tidak memiliki visi ke depan yang akan kembali ke belakang.

Masa depan yang indah dan jauh lebih dahsyat dapat diciptakan jika kita fokus melangkah ke depan. Tetapi, ada orang-orang yang selalu terikat melihat keindahan masa lalu. Seindah apa pun masa lalu, itu sudah lewat. Mengapa tidak menciptakan sesuatu yang lebih spektakuler untuk masa depan kita?

Bangunlah visi dan tetapkan tujuan besar yang akan kita capai bersama keluarga. Visi membuat setiap anggota keluarga sibuk dan bergairah untuk merealisasikan mimpi menjadi pencapaian bersama.

Hidup adalah perjalanan panjang. Nikmati pencapaian-pencapaian di sepanjang perjalanan dan rayakan. Tidak penting seberapa hebatnya, tetapi ketika kita menetapkan bahwa keluarga adalah prioritas utama, apa pun yang kita capai menjadi berharga.

Berusahalah untuk menjadi pribadi yang bijak dan berkualitas. Fokus pada kebaikan masing-masing dan syukuri. Kekurangan pasangan dan anak-anak, sesuatu yang biasa, karena setiap kita masih dalam proses menjadi pribadi yang semakin hari semakin baik.

Ingatlah! Pernikahan adalah perjalanan sekali seumur hidup dan kita sudah berjanji di hadapan Tuhan, akan tetap bersama-sama dengan pasangan dalam suka-duka, sakit maupun sehat, hingga maut memisahkan.


[Image: ributrukun.com]

Tidak ada kebahagiaan sejati bisa kita raih jika melanggar rumusan yang telah Tuhan tetapkan.

Setuju?



Baca Juga:

Pasangan Berubah Setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan

3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

Salah Memilih Pasangan Hidup? Jangan Terburu-buru Bercerai, Pertimbangkan Solusi Ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cinta Lama Bersemi Kembali Saat Reuni. Benarkah Cinta Pertama Paling Murni dan Tak Pernah Mati?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar