Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia

Singleness & Dating

95K
Cinta memang tidak dapat dipaksakan. Tuhan saja tidak dapat memaksakan manusia untuk mencintaiNya. Namun yang jelas, mencintai seseorang itu bukanlah hal yang memalukan.

Pasti kalian berpikir, ”Ini baca judulnya aja udah ngenesin, apalagi isinya ya?” Ayo ngaku, iya gak?! Hahaha. Well, guys & girls, I just wanna share about love from another point of view. Just read it. Ini gak ngenesin, sungguh! Sebaliknya, kita justru akan bicara tentang sesuatu yang agung dan indah: cinta sejati.


1. Tidak Perlu Merasa Malu atau Rendah Diri

Banyak orang berpikir bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu malu-maluin. Cowok aja malu, apalagi kalau cewek yang ngalamin. Duh, amit-amit deh! Jangan sampe kejadian. Atau, kalau pun harus kejadian, sebisa mungkin ga usah sampe ketahuan, lah. Ga worth it banget! Mau ditaruh di mana harga diri kita? Kuat, dengerin omongan orang? Selain malu, sakitnya itu loh, ga ketulungan!

Wait, wait! Siapa bilang cinta bertepuk sebelah tangan itu malu-maluin dan kehilangan harga diri? Siapa bilang kalau kita ditolak, itu berarti kita ga laku or ga qualified? Bukannya cinta Tuhan kepada manusia itu cinta yang juga bertepuk sebelah tangan? Bukankah kita seringkali menolak cinta Tuhan? Nah, apa kita masih mau bilang kalau Tuhan itu ga qualified? Atau bahwa Tuhan itu ga tau malu, cinta udah ditolak tapi ga nyerah-nyerah? Ga punya harga diri, berkorban habis-habisan dengan memberikan nyawa tapi tetap dihina dan ga dihargain manusia? Berani kita bilang, "Itu mukanya Tuhan mau ditaruh dimana, ya?"

Aneh tapi nyata. Kalau mau dipikir secara logika, kenapa juga ya Tuhan cinta sama manusia? Apa sih bagusnya yang namanya manusia itu? Notabene, manusia itu kan lemah banget, gak ada apa-apanya dibandingkan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Udahlah ga bisa apa-apa, sok jagoan dan berkuasa pula! Menganggap diri bisa hidup tanpa Tuhan, suka berbuat seenak jidat, bikin dosa yang menyakitkan hati Tuhan, dan banyak lagi kelakuan-kelakuan menyebalkan lainnya. Siapa yang bodoh di sini? Tuhan? Ataukah Manusia?

Mungkin bisa juga diilustrasikan begini, ada seorang pangeran, ganteng, kaya raya, dan baik hati naksir sama seorang wanita miskin dari desa. Too good to be true? Well, bukankah cinta memang penuh dengan kejutan? Tidak berhenti sampai di situ, wanita miskin dari desa itu ternyata menolak cinta sang pangeran! WHAT? Ya, dia gak mau sama sang pangeran, maunya sama preman jalanan yang kasar, gak punya kerjaan selain malakin orang, dan serba gak jelas segala-galanya.

Nah, apakah karena sang pangeran yang ganteng dan baik hati itu ditolak cintanya, maka dia dapat kita katakan sebagai tidak qualified? Apakah ketika dia mencintai seorang wanita yang tidak mencintai dia, itu menjadi suatu hal yang memalukan?

Jawabnya: Belum tentu.

Cinta memang tidak dapat dipaksakan. Tuhan saja tidak dapat memaksakan manusia untuk mencintaiNya. Namun yang jelas, mencintai seseorang itu bukanlah hal yang memalukan.


2. Terimalah Kenyataan

Sikap seseorang terhadap kita kadang bisa membuat kita jadi bertanya-tanya, mengapa selama ini dia begitu baik dan perhatian kepada kita? Kita berpikir bahwa perhatiannya itu adalah tanda bahwa dia suka dengan kita. Pada kenyataannya, perhatian tidaklah selalu adalah bukti bahwa seseorang menyukai kita lebih dari sekadar teman. Bisa jadi, dia memang begitu kepada semua orang, termasuk kepada lawan jenis. Nah, coba buka mata lebar-lebar dan perhatikan: bagaimana sikap dia terhadap teman-teman lainnya?

Ada lagi orang yang memang PDKT dengan kita. Dia chat kita setiap hari, telpon berjam-jam, dan kadang ngajak pergi berdua. Wah, perhatian banget deh. Awalnya mungkin kita risih atau sebal, tetapi lama-lama kita jadi jatuh hati. Giliran kita sudah jatuh hati, eh dia malah menghilang begitu saja. Pahitnya lagi, ternyata dia jadian dengan orang lain. Duh, sedih gak sih?! Well, girls, sadarilah bahwa perasaan seseorang itu mudah berubah, apalagi jika masih dalam tahap PDKT. Seorang pria bisa PDKT dengan beberapa wanita sekaligus. Jadi kalau dia perhatian, ngajak pergi bareng, dan sebagainya, bisa jadi itu dilakukan juga secara simultan ke beberapa wanita.

Ini pelajaran yang amat penting: anggaplah semuanya sebagai teman sebelum ada komitmen. Jangan biarkan perasaan kita berkembang terlalu jauh.

Bagaimana jika kita pada akhirnya mencintai sahabat kita sendiri? Awalnya sih ga ada perasaan, murni persahabatan, tetapi lama-kelamaan, timbullah percikan api cinta itu. Sayangnya itu hanyalah perasaan kita semata. Dia benar-benar hanya menganggap kita sebagai sahabat, tidak lebih. Pahit? Tentu.

Jika kita menyukai seseorang dan orang yang kita sukai tidak mengetahui perasaan kita, ada baiknya kita beri tahu. Tidak mengapa jika nanti dia menolaknya; setidaknya dia sudah tahu. Memendam sebuah perasaan cinta bertahun-tahun dan terus menebak-nebak apakah dia memiliki perasaan yang sama hanya akan menyiksa dirimu. Sampaikanlah perasaanmu, biarkan dia tahu. Jika dia menolak, terimalah kenyataan itu. Kita menang ketika berani mengungkapkan perasaan, tidak peduli diterima atau ditolak pada akhirnya.

Sepahit apapun sebuah kenyataan, tetaplah lebih baik daripada ilusi. Untuk apa kita merasakan kebahagiaan semu dengan terus berasumsi bahwa dia memiliki perasaan yang sama dengan kita, padahal tidak. Suatu hari, ketika dia jadian dengan orang lain, kenyataan itu akan menampar kita, dan rasanya pasti akan lebih sakit. Bangunlah dari mimpi dan harapan yang kandas, terimalah kenyataan ini!

[Image: theyoungandhealthy.com]


3. Move On

Jika dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita, maka tidak ada gunanya kita terus memendam perasaan bahkan memupuknya. Coba kita pikir, mau sampai kapan kita bertahan dengan semua perasaan ini? Apa sampai kita terima undangan nikah dari dia? Well, itu akan jauh lebih menyakitkan loh.

Mungkin saat ini kita berpikir bahwa tidak akan ada lagi pria atau wanita yang sebaik dia. Ya, memang semua orang diciptakan unik sih. Jadi sudah pasti tidak akan pernah lagi kita jumpai kembarannya di bumi ini. Anak kembar pun memiliki perbedaan karakter, bukan? Akan tetapi, percayalah bahwa kelak akan ada pria atau wanita yang mencintai kita apa adanya. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuka hati dan pikiran.

Ingatlah bahwa waktu akan berjalan dengan cepat. Tanpa terasa, kita akhirnya akan menjadi tua. Jika terus menggenggam masa lalu, kita bisa jadi tidak akan sadar, bahkan ketika cinta sejati ada di depan mata. Jika itu terjadi, bisa-bisa kita sendirilah yang menolak cinta sejati yang Tuhan kirimkan untuk kita. Rugi, kan? Penyesalan akan selalu datang terlambat. Jangan sampai itu terjadi.

Biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Ketika esok matahari bersinar, bukalah hatimu pada cinta yang baru.
[Image: spiritualityandyou.wordpress.com]


4. Percaya Diri dan kembangkan diri

Ketika cinta bertepuk sebelah tangan, mungkin ada teman-teman kita yang bilang, “Kamu sih begini ... begitu ... makanya dia ga mau!” Mungkin kita akan dihujami dengan rentetan kesalahan atau kekurangan diri yang membuat kita makin merasa minder, “Iya ya, mana ada yang mau sama aku. ”

Kawan, mana ada manusia yang sempurna di dunia ini? Terimalah diri kita sebagai manusia yang unik dan berharga. Percayalah, bahwa dibalik segala kelemahan kita terdapat pula segudang kelebihan. Setiap pribadi itu istimewa, tidak ada duanya di dunia ini. Jika kita tidak dapat menghargai diri kita sendiri, bagaimana mungkin orang lain dapat menghargainya? Jika kita terus-terusan minder, bagaimana caranya orang dapat suka dengan kita? Daripada fokus dengan kelemahan dan kekurangan kita, mengapa kita tidak fokus dengan kelebihan kita? Kembangkan itu!

Ubahlah apa yang dapat kita ubah, dan terimalah apa yang tidak dapat kita ubah.

Kita dapat belajar bagaimana berpakaian yang dapat membuat kita tampil lebih menarik, bagaimana berkomunikasi dengan lawan jenis, bagaimana bersikap di depan umum, dan sebagainya; hal-hal yang dapat kita ubah dan perbaiki. Namun demikian, ada juga banyak hal yang juga tak dapat, atau setidaknya sulit untuk kita ubah, seperti latar belakang keluarga, wajah, warna kulit, misalnya. Terimalah itu sebagai pemberian dari Tuhan, bahkan jika itu kita pandang sebagai buruk di mata kita. Percayalah bahwa sesuatu yang buruk sekalipun dapat Tuhan pakai untuk menjadi kebaikan bagi kita dan sesama. Hanya saja, kita belum dapat melihatnya saat ini.

Percayalah bahwa suatu kelemahan yang tidak dapat kita ubah adalah sarana yang Tuhan pakai untuk menunjukan cinta sejati. Benar, suatu saat kita akan menemukan ada orang yang dapat menerima masa lalu ataupun segala kekurangan kita, karena dia dapat melihat keindahan melampaui hal-hal yang kita pandang buruk itu.

Sebagai manusia, seringkali kita mencintai seseorang karena dia loveable. Mungkin karena kecantikan atau ketampanannya, kemapanan, kelembutan, kebaikannya, dan lain sebagainya. Artinya, pasti kita menyukai sesuatu yang bagus-bagus lah, iya ga? Cinta seperti itu tidak salah, dan wajar banget malah. Namun, saking wajarnya, kita tidak lagi menganggap hal itu sebagai hal yang luar biasa. Lah, kalau ada banyak cewek yang suka sama Nicholas Saputra atau Song Joong Ki, itu mah ga heran! Atau cowok yang suka dengan Gal Gadot, Dian Sastro, Pevita Pearce, itu mah normal-normal aja! Tetapi banyak orang akan jadi bingung dan ga habis pikir, saat mendengar kesaksian seorang wanita yang tidak tinggi, tidak cantik, secara fisik bisa disebut 'abnormal', dan juga tidak kaya, tetapi dicintai dan dinikahi oleh seorang pria normal. Kita yang denger aja bingung, apalagi yang mengalami. Wanita itu sendiri tidak percaya bahwa ada pria yang mau mencintai dan menikahi dia, "Hah? Naksir gua? Naksir apanyaaa???!!!" Saya yang mendengar kesaksian pasangan itu di di gereja juga ikutan bingung, "Iya ya, suaminya naksir dia karena apanya?"

Percaya atau tidak, itulah keagungan sebuah cinta. Ketika cinta mampu mencintai seseorang yang tidak layak untuk dicintai. Ketika cinta dapat menerima kekurangan seseorang dan memilih untuk tetap berada di sisi orang yang kita cintai, yang penuh dengan kekurangan itu.

Saya jadi berpikir, mengapakah Tuhan mengizinkan adanya kelemahan dan kekurangan pada setiap manusia? Mungkin agar kita tidak jadi sombong, menyadari bahwa sesungguhnya diri kita ini tidak sempurna. Dan, oleh karena itu, sebagaimana kita berharap orang lain mau menerima kekurangan kita, kita pun akan belajar untuk menerima kekurangan orang lain. Ketika kita mampu menerima kekurangan orang lain, itulah bukti dari cinta. Cinta menutupi segala sesuatu.

Cinta akan memampukan kita memandang pasangan kita 'sempurna', meski kita tahu bahwa dia tidaklah sempurna. Seperti bintang yang baru akan nampak bersinar dalam kegelapan pekat malam, demikianlah cinta yang menutupi dan menerima semua kelemahan.


[Image: tumblr.com]

Kawan, percayalah bahwa suatu hari nanti, cinta sejatimu akan datang. Namun untuk itu, persiapkanlah dirimu. Tinggalkan masa lalu, bukalah lembaran baru. Jangan pernah takut untuk jatuh cinta lagi, karena sesungguhnya cinta adalah pemberian Tuhan. Sambutlah dan hargailah ketika kelak cinta sejatimu datang.

Cinta adalah anugerah. Hanya manusia yang telah dimampukan Tuhan yang dapat memiliki cinta tanpa syarat. Itu sebabnya, tak perlu malu karena mencintai seseorang. Karena cinta bukanlah hal yang memalukan, melainkan sesuatu yang agung dan indah.


“Love always protects, always trusts, always hopes, always perseveres.

Love never fails.”



Juga tentang cinta, dari penulis yang sama:

Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Berbahaya Lain yang Dapat Membunuh Relasi



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Vonny Thay | @vonnythay

Bloger vonnythay.wordpress.com writter Finance Controller

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar