Cinta atau Nafsu: Inilah 3 Hal yang Membedakannya

Singleness & Dating

[Image: finchandfawn.com]

13K
Cinta dan nafsu, apa bedanya? Dua hal itu amatlah berbeda. Kita dapat mengenali perbedaannya dalam tiga hal ini.

"Pak Wepe,
sebenarnya pacar saya itu
mencintai saya atau hanya nafsu?"



Berulang kali saya mendengarkan pertanyaan semacam ini.

Tak melulu bicara tentang kegelisahan seorang perempuan atas perbuatan pacar yang sering mencuri-curi kesempatan untuk meraba tubuhnya. Kegelisahan itu, misalnya, juga dimiliki oleh seorang pria yang merasa pacarnya memanfaatkannya demi keuntungan yang bersifat finansial.

Semua orang ingin merasa dicintai, namun pada realitanya sebagian telah menjadi korban nafsu dari orang lain. Tak ada yang merasa gembira ketika tahu bahwa tubuh atau harta miliknya dimanfaatkan oleh orang lain.

Baca Juga: Pacar Materialistis: Minta Ini, Minta Itu? Inilah 3 Cara Lembut Namun Tegas untuk Menyiasati agar Kamu Tak Terus Jadi ATM Berjalannya



Apakah sulit membedakan antara cinta dan nafsu?

Nafsu memang seringkali menggunakan topeng cinta untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak pernah cinta bertopengkan nafsu, karena kita akan lari terlebih dahulu. Jadi, ekspresinya bisa saja terlihat seperti cinta, namun ada nafsu yang mengerikan di belakangnya.

Baca Juga: Buat Wanita, Waspadalah! Pria Hidung Belang Bukan Sekadar Berniat Mendapatkan Tubuhmu. Inilah Motivasi Tersembunyi Lainnya

Inilah tiga hal yang membedakan nafsu dan cinta:



Pertama,
Nafsu selalu berkata: Aku, sementara cinta: Kamu

Nafsu itu mulai selalu dengan AKU, DIRIKU. Nafsu tak pernah mengajak kita untuk memikirkan kepentingan orang lain, atau bahkan kehendak Tuhan sekalipun.

Nafsu selalu membesarkan ego, memperkecil kepentingan dan kehadiran orang lain. Pada titik tertentu, nafsu cenderung akan melihat orang lain sebagai ALAT untuk memenuhi diri sendiri.

Sementara, cinta akan berkata: KAMU.

[Image: Foxesden]
Cinta adalah sebuah keputusan untuk mengarahkan hidup pada orang lain, upaya melepaskan diri dari ego, untuk berbagi diri.

Tak heran ada ungkapan, "Tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta seorang yang MEMBERIKAN nyawanya bagi sahabatnya." Ya, cinta selalu memberi, sementara nafsu merampas.

Baca Juga: Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer Ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!



Kedua,
Nafsu selalu berkata: Aku ingin mendapatkan kepuasan, sementara cinta: Aku bersedia menanti

Kepuasan! Itulah tujuan dari nafsu yang bergejolak di dalam diri kita.

Nah, keinginan untuk mendapatkan kepuasan inilah yang menyebabkan seseorang bisa menjadi gelap mata. Repotnya, keinginan untuk mendapatkan kepuasan itu seringkali tak mengenal rasa puas. Tak mengenal rasa cukup, hanya minta terus menerus diulang.

Seperti rayuan seorang pria ke pacarnya: sekali saja making love. Realitanya? Sekali dapat, tak akan pernah berhenti.

Jika cinta adalah kesediaan diri untuk mengarahkan hidup pada orang lain dan melepaskan diri dari ego, maka menanti bukanlah beban.
[Image: pinterest]

Dalam penantian, orang yang mempunyai cinta akan mampu menahan diri. Cinta menolongnya untuk berpaling dari hasrat yang bergejolak di dalam hati, demi kebahagiaan orang yang dikasihi.

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya



Ketiga,
Nafsu selalu berkata: Aku ingin mendapatkan kepuasan sekarang, sementara cinta: Aku bersedia menanti sampai pada waktunya

Tapi, nafsu memang tak pernah bisa mengenal penundaan. Penundaan hanya akan membuat sakit dan ketidaknyamanan. Nafsu hanya mengenal: sekarang!

Bukankah itu sebabnya, kata teman saya penggemar film-film biru, nyaris tak ada jalinan kisah yang menarik dalam film seperti itu. Dalam film seperti itu, semua kisahnya straight to the point: adegan making love. Ketemu tukang antar pizza, langsung making love; ketemu tukang ledeng, langsung making love. Barangkali begitulah gambaran nafsu: kadangkala tak masuk akal, yang penting seks.

Mencinta berarti membuka ruang untuk hadirnya harapan. Tak melulu kita mendapatkan apa yang kita harapkan dari mencintai, kini dan di sini.
[Image: verily]
Namun kita punya harapan. Kita bersedia menanti apa yang belum kita dapatkan pada saat ini.

Baca Juga: Tentang Cinta yang Tak Selalu Indah: Sebuah Kenyataan, yang Tidak Muluk-Muluk, Apa Adanya


Cinta selalu bersedia menanti,

namun nafsu tak pernah sanggup duduk menunggu.



Baca Juga:

Wanita, Setelah Berhasil Mengajakmu Making Love, Pacar Menilaimu dengan 4 Cara Mengejutkan Ini

Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!

Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal Penting Ini Ikut Lenyap

Wanita, Lebih Baik Bersama Dia Yang Mencintaimu daripada Yang Kamu Cintai. Setuju?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cinta atau Nafsu: Inilah 3 Hal yang Membedakannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar