Caramu Memilih Kepala Daerah Menentukan Bagaimana Kamu Memilih Pasangan Hidup. Tak Ingin Menyesal? Jangan Salah Pilih! Ini 3 Pedomannya

Singleness & Dating

[Image: Fortune Bank]

12.1K
Karena salah memilih kepala daerah menyesalnya selama lima tahun, tetapi salah memilih pasangan hidup menyesalnya seumur hidup.

Tahukah kamu, caramu memilih kepala daerah itu sedikit banyak menentukan bagaimana kamu memilih pasangan hidupmu. Kalau untuk memilih kepala daerah saja kamu tak asal-asalan dan tak rela salah menjatuhkan pilihan, apalagi pasangan hidup, kan?

Nah, bagaimana agar tidak salah pilih pasangan hidup? Begini caranya:



1. Gunakan Akal Sehat

Kalau seorang calon kepala daerah harus melalui fit and proper test sebelum bisa dipilih, tentu calon pasangan hidup juga harus diuji terlebih dahulu. Dalam Filosofi Jawa, dikenal yang namanya bobot - bibit - bebet test. Orangtua [pihak perempuan, biasanya] harus terlebih dahulu tahu kualitas dari calon menantunya, bagaimana latar belakang keluarganya, dan apakah siap memberi nafkah bagi anak gadisnya.

Akan tetapi, bagi pasangan yang sedang dimabuk cinta, orangtua seringkali malah dianggap sebagai penghalang. Hal itu terjadi karena mereka begitu dikuasai oleh perasaan. Ini tentu amat berbahaya! Akal sehat harus digunakan, memilih pasangan tidak boleh seperti membeli kucing dalam karung.

Seorang calon kepala daerah juga dituntut untuk mengungkapkan visi misi dan program kerjanya ke depan. Demikian pula dengan calon pasangan hidup. Tentu juga harus bisa mengungkapkan visi misi hidupnya, harus menunjukkan kesiapan untuk menjadi pasangan seumur hidup sampai maut memisahkan.

Karena itu, masa PDKT jangan hanya diisi dengan obralan janji-janji manis belaka, tetapi dengan komunikasi jujur dan bermakna.
[Image: ruthiedean.com]

Jangan hanya sekadar bersenang-senang, tetapi juga membicarakan hal-hal serius untuk masa depan.

Baca Juga: Pacaran: Bukan Tambal Sulam apalagi Gali Tutup Lubang. Mulailah Relasi Cinta yang Sehat dengan 3 Hal ini



2. Miliki Keteguhan Hati

Selama masa kampanye, kita akan dibanjiri dengan derasnya arus informasi, mulai dari yang hoax sampai yang memang benar, fakta. Tak dapat disangkal, informasi yang kita terima itu pasti akan memengaruhi keputusan yang kita akan ambil. Betapa berbahayanya kalau yang kita amini dan kemudian mendasari keputusan kita ternyata adalah informasi yang salah.

Di dalam memilih pasangan hidup, tentu kita juga memerlukan informasi dari luar. Masukan dari orang-orang terdekat akan sangat membantu pengambilan keputusan. Meskipun demikian, kita harus bisa menyaring masukan-masukan tersebut. Dan, pilihan akhir tetap harus kita putuskan sendiri. Tanpa intervensi siapa pun. Sama seperti kerahasiaan pilihan ketika ada di bilik suara pilkada.

Adalah lebih baik tumbuh lebih dahulu keyakinan di dalam hati, sebelum seorang pria memutuskan menyatakan cinta, dan seorang wanita mempertimbangkan menerima atau menolak pernyataan cinta tersebut.
[Image: starlightmuse.com]

Karena tidak sedikit kisah, seorang pria 'nembak' hanya karena semua teman mendorongnya untuk menyatakan cinta. "Tunggu apa lagi? Tembak saja waktu Valentine!” Padahal, belum tentu dia sendiri yakin wanita yang akan 'ditembak'nya itu benar-benar wanita pilihan hatinya, calon pasangan hidupnya.



3. Pilih dengan “Tenang”

Beberapa hari sebelum pilkada dilakukan selalu dijadikan sebagai hari tenang. Hari dimana ingar bingar kampanye tak diperbolehkan lagi terdengar, tidak ada lagi usaha untuk mempengaruhi pikiran dari pemilih. Mengapa demikian?

Karena dengan kondisi “berisik”, pemilih akan sulit mendengarkan kata hatinya.

Begitu juga dengan masa PDKT, kalau dirasa sudah cukup kenal, maka sebelum 'keputusan besar' diambil, ambillah hari tenang terlebih dahulu.

[Image: taylorbrands.com]
Sunyikan diri dari suara-suara luar, supaya mata hati terbuka, sehingga mampu menggabungkan akal budi dengan perasaan, untuk bisa mendapatkan keputusan yang terbaik.

Hari tenang juga adalah waktu terbaik untuk merenungkan apakah dia memang jodoh paling tepat yang disediakan Tuhan bagiku.

Baca Juga: Buat Kamu yang Percaya Jodoh di Tangan Tuhan, 5 Panduan ini akan Menuntunmu ke Orang yang Tepat

Semoga dengan ketenangan, kita tidak salah memilih. Karena salah memilih kepala daerah menyesalnya selama lima tahun, tetapi salah memilih pasangan hidup, menyesalnya seumur hidup.

Selamat memilih!



Baca Juga:

Jangan Sampai Salah Pilih Jodoh, Jangan Juga Terlalu Pilah-Pilih. Pertimbangkan 3 Hal Ini Saja!

Inilah 5 Kriteria Pasangan Hidup yang Tak Boleh Ditawar Lagi demi Kebahagiaan Pernikahanmu Kelak

Tak Ingin Terjebak dalam Penyesalan karena Salah Pilih Pasangan Hidup? Renungkan 3 Nasihat Ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Caramu Memilih Kepala Daerah Menentukan Bagaimana Kamu Memilih Pasangan Hidup. Tak Ingin Menyesal? Jangan Salah Pilih! Ini 3 Pedomannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar