Cara Ampuh Cegah Perselingkuhan: Praktikkan 5 Bahasa Kasih agar Pasangan Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati

Marriage

[image: woman.excite.co.jp]

5.7K
Di dalam cinta sesungguhnya terkandung kesetiaan dan penerimaan, hal yang tidak dimiliki dalam perselingkuhan.

Minggu lalu saya mengalami perjumpaan yang unik dengan seorang sopir taksi beristri dua. Biasanya saya menyaksikan orang yang memiliki banyak istri di televisi, tetapi saya belum pernah berjumpa langsung dengan orang yang demikian.

Selama ini saya memang penasaran dengan kehidupan mereka yang mampu memiliki istri yang banyak. Kesempatan langka itu pun tidak saya sia-siakan lewat begitu saja. Saya melontarkan banyak pertanyaan untuk memuaskan rasa penasaran. Saya bertanya tentang apa yang mendasari keputusan mereka untuk memiliki istri lebih dari satu dan apa tantangan yang mereka hadapi. Selain legalisasi dari keyakinan yang dianut, tentu masih banyak pertimbangan yang seharusnya dipikirkan. Untungnya, si bapak sopir tidak segan-segan berbagi.



Mungkinkah membagi cinta kepada banyak orang?

[image: www.peoplemagazine.co.za]

“Intinya, kalau sudah mendapat yang kedua, jangan lupakan yang pertama, Mas,” katanya.

“Maksudnya gimana, Pak?” tanya saya.

“Ibarat tangan kiri dan kanan, Mas. Istri pertama adalah tangan kiri, istri kedua adalah tangan kanan. Keduanya saya butuhkan dan tidak dibeda-bedakan,” jelas pak sopir.

“Oh begitu, jadi Bapak bisa mencintai dua orang sekaligus secara sama besar dan seimbang ya, Pak?” balas saya.

Saya sempat terkejut dengan penjelasan bapak itu. Apakah memang ada yang seperti itu? Suami atau istri yang rela pasangannya berbagi kasih dengan orang lain? Istilahnya diduakan.


Mereka yang merelakan pasangannya berbuat demikian hanya memiliki tiga kemungkinan:

1) Tidak lagi cinta; 2) Tidak lagi cinta; 3) Tidak lagi cinta.


Hilangnya rasa cinta adalah masalah terbesar dalam keluarga. Ketika tiada lagi cinta antara satu dengan yang lainnya, maka sirnalah kepedulian, kasih sayang, hormat, ketulusan, dan sebagainya.

Ketika cinta telah hilang di antara pasangan suami-istri, maka relasi mereka hanya akan diisi oleh nilai-nilai yang lebih kurang berharga. Contohnya: Hawa nafsu, penunjang ekonomi (baca: Uang), penunjang martabat, dan sebagainya.

Kita harus jujur bahwa tidak seorang pun dapat membagi cintanya dengan orang lain. Seseorang yang menghadirkan orang kedua atau ketiga adalah tanda bahwa ia tidak lagi mengasihi mereka yang terdahulu. Mereka seakan berkata, “Aku sudah bosan denganmu!” Dengan demikian, mereka pun menunjukkan kualitas cinta mereka terhadap pasangannya.

Baca Juga: Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja


Apakah bedanya dengan perselingkuhan?


“Maaf, Pak, kalau boleh tanya, apakah istri pertama Bapak setuju waktu Bapak memutuskan untuk memiliki istri kedua?” tanya saya lagi.

Sang bapak hanya tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Awalnya memang sulit.”

Beristri/bersuami banyak apakah sama dengan perselingkuhan? Adanya istri atau suami kedua tidak mungkin terjadi tanpa dimulai dengan perselingkuhan. Perselingkuhan adalah tindakan ketidaksetiaan, apa pun bentuknya.

[image: www.geckoandfly.com]

Jika menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh pasangan saja sudah termasuk selingkuh, apalagi berbagi ranjang dengan orang lain?


Oleh sebab itu, kita perlu kembali kepada nilai sebuah pernikahan, yakni: Kesetiaan dan menerima kekurangan serta kelebihan pasangan. Ini adalah lawan dari perselingkuhan.

Sebab di dalam cinta sesungguhnya terkandung kesetiaan dan penerimaan, hal yang tidak dimiliki dalam perselingkuhan.

Baca Juga: Perselingkuhan: 3 Mitos Keliru yang Dipercaya Mereka yang Tergoda untuk Berselingkuh


Lalu, bagaimana?

Kata orang, “waktu” adalah hal yang paling penting untuk menjaga keutuhan relasi. Selalu menyediakan quality time bersama pasangan adalah hal yang bisa mencegah perselingkuhan terjadi. Benarkah?

Menyediakan waktu tentu tidak salah, tetapi itu saja belum cukup.

Banyak keluarga yang menyadari pentingnya menyediakan waktu buat keluarga. Mereka pun menjadwalkan waktu-waktu bersama keluarga. Namun kenyataannya, mereka sering kali juga tidak terhindarkan dari masalah perselingkuhan.


Apa yang salah?

Banyak orang yang meluangkan waktu bagi pasangannya, tetapi hanya sedikit yang meluangkan waktu untuk memahami perasaan pasangannya. Meski meluangkan waktu yang banyak bersama pasangan, tetapi mereka tidak “menyentuh hati” satu sama lain. Akibatnya dalam relasi suami-istri tidak ada rasa saling pengertian. Inilah cikal-bakal munculnya perselingkuhan.

Untuk dapat menyentuh hati pasangan kita dan mencegah munculnya orang kedua, ketiga dan seterusnya, maka ada hal yang perlu kita pahami terlebih dahulu, yaitu:

Kenali Bahasa Kasih Pasangan

Baca Juga: Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi


[image: www.calmer-you.com]

Menurut Gary Chapman, ada 5 bahasa kasih yang harus diketahui oleh masing-masing pasangan. Bahasa kasih inilah yang akan membuat pasangan kita merasa dikasihi:


1. Pemberian

Beberapa orang akan merasa dikasihi ketika ia mendapatkan sebuah pemberian. Ia akan merasa istimewa dan berharga ketika secara tidak terduga mendapatkan kejutan-kejutan atau hadiah dari pasangannya.


2. Pujian

Kapan terakhir kali Anda memuji suami atau istri? Beberapa orang merasa istimewa dan dikasihi ketika mendapatkan pujian yang tulus dari orang-orang terkasih. Sebaliknya, ia akan merasa biasa-biasa saja ketika mendapatkan hadiah, seberapa pun bagus dan besar jumlahnya. Mereka adalah orang yang sederhana, yang membutuhkan sebuah pujian yang tulus.


3. Pelayanan

Sekadar menyuguhkan teh atau kopi hangat yang disertai beberapa potong kue kepada suami yang sedang membaca koran dapat membuatnya merasa istimewa. Hal ini terjadi kepada orang-orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan. Di tengah tuntutan pekerjaan yang sering kali menyibukkan pasangan suami-istri, kepedulian dan perhatian satu dengan yang lain akan sangat bernilai tinggi.


4. Sentuhan

Orang-orang yang bahasa kasihnya adalah “sentuhan” sering kali merasa dikasihi ketika ia mendapatkan pelukan, digandeng tangannya, dicium dan sentuhan-sentuhan kasih sayang lainnya. Jangan sekadar menyampaikan pujian, berikan juga sedikit kecupan, dan ia akan merasa istimewa.


5. Waktu Berkualitas

Waktu yang berkualitas adalah salah satu dari banyaknya bahasa kasih. Orang-orang seperti ini akan merasa dihargai ketika seseorang rela menyediakan waktu khusus bagi mereka. Menanyakan kabar mereka sambil duduk di samping dan mendengarkan cerita atau curhatan mereka.


[image: fr.canoe.ca]

Renungkanlah lima bahasa kasih ini dan coba lakukanlah untuk mencegah perselingkuhan terjadi dalam rumah tangga Anda.



Baca Juga tulisan-tulisan inspiratif ini untuk mempertahankan rumah tangga Anda:

Suami Selingkuh, Istri Cerdas Bertindak Realistis. Begini Strategi Teman Saya Mengatasi Perselingkuhan Suaminya

Wanita, Inilah 3 Rahasia yang Membuat Suami Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati

Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia

Dari 3 Orang Istri untuk Suami Mereka yang Berselingkuh, Sebuah Rintihan Hati

Perbedaan, Perubahan, dan Cinta yang Tetap Bertahan: Pelajaran dari 10 Tahun Pernikahan Kami


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cara Ampuh Cegah Perselingkuhan: Praktikkan 5 Bahasa Kasih agar Pasangan Tak Mudah Berpaling ke Lain Hati". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


jevin sengge | @jevinsengge

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar