Bunga Bagi Ahok: Bukan Lagi Soal Pilkada, tapi Ini!

Reflections & Inspirations

[Image: kompas.com, jaknews.co.id]

15.5K
Dalam beberapa hari, bunga-bunga itu pasti layu dan dibuang. Apa yang tersisa? Kenangan! Oleh sebab itu, ada hal yang jauh lebih besar yang perlu kita lakukan.

Ribuan bunga terus mengalir di Balai Kota Jakarta. Bukan hanya memenuhi halaman, tetapi meluber sampai ke jalan-jalan. Saat saya menulis refleksi ini, masih ribuan lagi yang antre untuk dikirim bagi Ahok dan Djarot. Fenomena apa ini? Euforia? Lebih lagi!

[Image: kriminalitas.com]

Bunga bagi Ahok, menurut saya, bukan semata karena banyak orang yang gagal move on, meskipun ada yang menulis begitu di karangan bunga yang mereka kirimkan, tetapi tiga ini:



1. Bunga Lambang Keberagaman

Ahok dan Djarot bukan saja merupakan sepasang gubernur dan wakilnya, melainkan sahabat. Saya sering membaca berita dan melihat foto mereka bersama-sama. Bukan saja Ahok dan Djarot, melainkan juga istri masing-masing. Veronika Tan dan Heppy Farida. Mereka bukan saja Tionghoa dan Jawa, melainkan berasal dari wilayah yang berbeda, Belitung Timur dan Magelang, wilayah yang dipisahkan oleh jarak dan laut yang jauh. Saya melihat tayangan di media massa elektronik, yang mendatangi Ahok-Djarot di balai kota amat beragam, baik dari suku, agama, ras maupun antargolongan.

Ingat bunga, ingat istri saya. Menjelang peringatan dan perayaan 17-an, istri saya mengikuti lomba merangkai bunga. Karena belum pernah merangkai bunga sama sekali, saya mengantarnya ke seorang sahabat yang jago merangkai bunga. Dia diajari beberapa menit saja. Karena ikut mendengarkan, saya tahu sarannya:

Pertahankan keserasian dan keharmonisan, baik bentuk maupun warna.
[Image: jamieaston.com]

Tanpa kami duga, istri saya mendapat kado istimewa: juara pertama. Seperti bunga, mari kita pertahankan, bahkan tingkatkan, keserasian dan keharmonisan antar anak bangsa.

Baca Juga: Menjalin Persahabatan Beda Agama dan Suku, Inilah 5 Keuntungannya



2. Bunga Mewakili Cinta

“Say it with flowers”, “Katakan dengan bunga” sangat akrab di telinga kita. Meski pria, saya suka bunga. Saat berlibur ke Butchart Gardens di Kanada, saya memotret banyak sekali bunga. Istri saya juga suka bunga, apalagi bunga deposito! Wkwkwk.

Ada satu peristiwa menarik. Saat berjalan-jalan di antara ribuan bunga, kami masuk ke taman khusus bunga mawar. Iseng-iseng saya tanya ke penjaganya, “Ada mawar dari Indonesia tidak?”

Dengan penuh semangat dia berkata, “Ada!” Dia lalu memandu kami melewati lautan bunga mawar hingga sampai ke mawar dari Indonesia. “Sayang mawar dari Indonesia mati waktu winter lalu,” ujarnya.

“Jangan-jangan karena lupa pakai mantel tebal,” ujar saya yang disambut tawa meriah orang-orang yang ada di sana.

Bunga perlu dirawat. Demikian juga cinta.
[Image: 15cm.ro]

Ribuan karangan bunga yang mengalir ke balai kota menegaskan satu hal ini: kita perlu memelihara dan merawat cinta.

Baca Juga: Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya



3. Bunga Mengungkapkan Rasa Syukur dan Terima Kasih

Rakyat Jakarta ingin mengucapkan terima kasih kepada duet Ahok-Djarot karena dinilai berhasil membangun wilayah DKI. Berbagai wilayah di DKI yang dulunya kumuh dan semrawut berhasil diubah menjadi teduh dan yahud. Masjid dan bangunan ikonik lainnya bertebaran di seputar DKI. Sungai-sungai yang tadinya keruh dan penuh sampah kini jadi bersih dan indah. Ucapan syukur apa yang pas selain bunga?

Di samping rasa syukur dan terima kasih, bunga juga menunjukkan rasa simpati dan empati. Mereka mengirimkan rangkaian bunga itu untuk menunjukkan bahwa mereka bersimpati dan berempati atas kerja keras Ahok-Djarot dan semua aparat di bawah mereka dalam membangun DKI. DKI tidak bisa dibangun sendirian.

Yang menarik, orang-orang dari luar daerah, bahkan luar negeri pun ikut mengirimkan rangkaian bunga. Cinta dan empati memang tidak bisa dibatasi oleh jarak.

[Image: twitter @shallhar]

Ketika ayah saya dipanggil Tuhan, puluhan rangkaian bunga juga memenuhi rumah duka. Bukan saja dari kota asal saya, Blitar, tetapi juga dari Surabaya, Jakarta, bahkan Australia. Karangan bunga itu sebagian besar dari para sahabat saya yang pernah bersama-sama di dalam kerja dan karya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Terbaik untuk Membalas Kebaikan Orang Lain?



Setelah Itu, Apa?

Kerja. Kerja. Kerja. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Ahok-Djarot. Demikian juga dengan para pengirim bunga. Di antara karangan bunga yang dikirimkan, ada yang berasal dari bunga segar. Dalam beberapa hari, bunga itu pasti layu dan dibuang. Apa yang tersisa? Kenangan! Oleh sebab itu, ada hal yang jauh lebih besar yang perlu kita lakukan, menyelesaikan PR kita masing-masing.

Ketika anak sulung saya wisuda, para sahabatnya, terutama yang datang dari Indonesia, memberikan rangkaian bunga. Kamar apartemen sampai penuh bunga dan meluber sampai ke kamar mandi. Persis di depan WC. Lumayan, jadi pengharum ruangan alami. Wkwkwk. Demikian juga saat saya menyelesaikan kuliah doktoral saya, seorang gadis memberikan buket bunga langsung ke tangan saya. Saya terharu, karena dia mantan murid saya di kelas Success Motivation Institute. Dia jauh-jauh datang hanya untuk memberikan ucapan selamat.

Setelah itu, apa yang harus anak saya dan saya lakukan? Kerja. Kerja. Kerja.

Baca Juga: Jangan Hanya Ngefans, Teladani 5 Gaya Kerja Ahok Ini untuk Indonesia yang Lebih Baik!


Rangkaian bunga boleh berakhir, tetapi kerja dan karya harus terus mengalir.
Maju terus Indonesia. Maju terus bangsaku!


“Where flowers bloom so does hope.”

- Lady Bird Johnson



Baca Juga:

Ahok-Anies Pasca Pilkada DKI: Habis Ribut, Ya, Rukun! Lewat Ribut dan Rukun, Belajar Berelasi

Bukan Ahok, Bukan Anies, tapi Ini!

Ahok Memang Luar Biasa tapi Ia Hanya Manusia. Menyikapi Kekalahan Ahok di Pilkada DKI, Ingatlah 2 Hal Ini




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bunga Bagi Ahok: Bukan Lagi Soal Pilkada, tapi Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

mike donald | @LOANFIRM

Hola, ¿Está buscando libertad financiera? ¿Está en deuda, necesita un crédito para iniciar un nuevo negocio? ¿O doblar financieramente, usted necesita un crédito, un coche para comprar o una casa? ¿Alguna vez ha rechazado las finanzas de su banco? ¿Quieres mejorar tu situación financiera? ¿Necesita un préstamo que sus cuentas pagan? No busque más, le damos la bienvenida a una oportunidad para obtener todo tipo de préstamos, a un precio muy asequible 3% de interés para obtener más información, póngase en contacto con nosotros ahora por correo electrónico a: (stevedanielloanfirm@gmail.com)