Bukan Sekadar Hidup! Inilah Cara Memberikan Dampak Positif bagi Orang Lain

Reflections & Inspirations

2K
Kata ‘pengaruh’ sebenarnya netral. Kita bisa berdampak positif atau negatif bagi orang lain maupun lingkungan.

Belum lama ini, saya mendapatkan kiriman buku dari seorang sahabat yang penulis produktif. Judul bukunya “The Impact”. Di halaman pertama bukunya tertulis:

“For my brother and friend XQP. I thank God for your impact in my life!”

Saya merasa dia merendahkan diri, karena saya merasa belum berbuat banyak baginya. Namun, kalau dia merasa saya memiliki dampak di dalam hidupnya, itu pasti. Mengapa? Karena dia pun pasti berdampak terhadap hidup saya. Kami memang pernah bersama-sama mendirikan sekolah kepenulisan dan sama-sama anggota di sebuah situs tulis-menulis. Dia pun pernah meminta saya memberikan kata pengantar untuk bukunya. Itu saja.

Di kelas Leadership, kami belajar bahwa salah satu definisi kepemimpinan adalah pengaruh. John. C. Maxwell yang paling getol menguraikan definisi ini. Baginya, berhasil tidaknya seorang pemimpin tergantung pada seberapa besar pengaruhnya terhadap lingkungan.

Happy Family Center, tempat saya melayani, juga punya motto: “Menjadi gereja yang sangat berpengaruh bagi masyarakat dalam Pengajaran, Penyembahan dan Misi.”

Kata ‘pengaruh’ sebenarnya netral. Kita bisa berdampak positif atau negatif bagi orang lain maupun lingkungan.

Saya paling senang membaca buku riwayat hidup orang lain, terutama orang-orang yang sudah berhasil di bidangnya.

Baca Juga: Pengaruh Tak Bisa Berbohong, Inspirasi Tak Bisa Dipenjara. Yang Terinspirasi Selanjutnya, Mungkinkah itu Anda?



Orang-Orang yang Berdampak

[image: Magiclink]

Jika saya menyebutkan Suster Teresa, Anda pasti berkata, “Orang ini dampaknya sangat luas, bukan saja di Kalkuta India, tetapi juga di berbagai penjuru dunia.” Bagaimana dengan Nelson Mandela? Bukan hanya Afrika (khususnya Selatan) yang merasakan dampaknya, tetapi semangatnya juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Bagaimana jika saya berkata Adolf Hitler? Encarta Ensiklopedia (premium edition 2009) mencatat Adolf Hitler “is considered one of the most brutal dictators in history.” Atau terjemahan bebasnya: dianggap sebagai salah satu dari diktator paling brutal dalam sejarah.

Berbeda dengan Nelson Mandela, Suster Teresa, atau Mahatma Gandhi, yang memiliki roh yang lemah lembut, Hitler justru memakai kekerasan dan menghalalkan segala cara untuk menang. Ketika berada di museum korban genocide yang dilakukan Hitler terhadap bangsa Yahudi, saya dan istri sampai bergidik. Hitler jelas berdampak buruk terhadap kemanusiaan. Nazi—kendaraan perangnya—dan Neo Nazi menimbulkan rasa ngeri bagi yang mendengarnya, terutama bangsa Yahudi.

Apa sebenarnya yang bisa kita pelajari dari orang-orang yang berpengaruh di dunia? Konsistensi mereka dalam memegang teguh apa yang mereka yakini benar.

Baca Juga: Pelajaran dari Jaket Jokowi: 3 Hal Sederhana dalam Hidup yang Berdampak Luar Biasa



Pelajaran Tentang Dampak

Saya pernah membaca sebuah kisah di salah satu buku Zig Ziglar. Dia menceritakan bahwa di suatu siang, ada seorang pria yang berdiri di tengah keramaian kota. Kepalanya mendongak ke atas dan melihat ke satu titik di angkasa. Mula-mula tindakannya tidak menarik perhatian. Namun, lama kelamaan, mulai ada satu dua orang yang ikut mendongak ke atas.

[image: Unspoiled Soup]

“Orang ini melihat apa ya?” Mungkin itulah pertanyaan yang mengganjal di dalam hati mereka.

Tidak lama kemudian, semakin banyak orang yang berkerumun dan ikut-ikutan mendongak ke atas.

Karena tidak tahan lagi, seseorang yang berada di dekat pria itu bertanya, “Eh, apa sih yang Anda lihat?”

Sambil tetap mendongak ke atas orang itu menjawab, “Tidak ada. Leher saya memang lagi tegang!”


Nah, jika orang yang lehernya kaku saja bisa memengaruhi orang lain untuk mengikuti tindakannya, apalagi jika kita melakukan hal-hal yang positif dan konstruktif. Saya percaya banyak orang yang akan mengikuti jejak kita.



Baca juga artikel-artikel inspiratif di bawah ini:

Jangan Hanya Ngefans, Teladani 5 Gaya Kerja Ahok ini untuk Indonesia yang Lebih Baik!

Waspadailah Teman-teman yang Mempunyai 3 Perilaku Ini. Mereka akan Merusak Diri dan Masa Depanmu!

Untuk Indonesia yang Lebih Baik : Bakti Bagi Keluarga dan Negeri. Inspirasi dari Kartini




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukan Sekadar Hidup! Inilah Cara Memberikan Dampak Positif bagi Orang Lain". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar