Move Up! Beranilah Melangkah untuk Meraih yang Lebih Baik

Reflections & Inspirations

pexels

2.2K
"Untuk apa bertahan dalam kondisi buruk, jika ada keadaan yang lebih baik di depan mata?"

Ada seorang cewek SMU yang sudah berpacaran dengan teman sekolahnya selama 2 tahun. Dahulu, sebelum Si Cewek setuju untuk berpacaran dengan Si Cowok, ia pernah mengajukan sebuah syarat. Syarat itu berupa permintaan agar Si Cowok jangan berselingkuh atau menduakan hatinya di kemudian hari. Si Cowok menerima syarat yang diajukan, bahkan sampai bersumpah menggunakan nama Tuhan juga.

Nah! Setelah berjalan 2 tahun, ternyata Si Cowok mengingkari sumpahnya. Si Cewek menangkapbasah Si Cowok itu ketika bergandengan tangan dengan cewek lain dan berduaan di mal. Jelas, Si Cewek tersebut kaget setengah mati; untung tidak pingsan di tempat. Ya, Si Cewek tersebut jengkel setengah hidup, lalu melabrak Si Cowok di depan cewek barunya itu.

vspsedu

Singkat cerita, Si Cewek tersebut memutuskan hubungannya dengan Si Cowok. Dia takut disakiti untuk kedua kalinya. Si Cewek itu selama 5 tahun tidak berpacaran lagi. Ia memutuskan untuk berkonsentrasi pada sekolahnya. Ia menyelesaikan kuliah S1 dengan waktu yang normal dan dengan prestasi yang gemilang, yaitu dengan IPK 3, 8. Sungguh prestasi yang cukup hebat.

Dari cerita di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Si Cewek yang pernah disakiti oleh kekasihnya telah mengambil keputusan yang berbeda dari kebanyakan cewek-cewek lain pada umumnya. Dia tidak mau terpuruk dengan kekecewaannya, Justru dia memilih untuk bersikap lain. Dia lebih memilih untuk berpindah dari kondisi yang menyakitkan menuju kondisi yang lebih baik.

Baca juga: Patah Hati? Inilah 3 Bekal Mengalahkan Gagal Move On


ARTI “MOVE UP”

Wikipedia menuliskan arti 'Move Up' begini; “move to a better position or to a better job; “she ascended from a life of poverty to one of great”.

Yang kalau diartikan kurang lebihnya adalah seperti ini; “pindah ke posisi yang lebih baik atau ke pekerjaan yang lebih baik,; misalnya: “Dia naik dari kehidupan yang berkekurangan ke tingkat kehidupan yang hebat ”.

Sangat menarik bukan? It’s wonderful.

Setiap orang pasti pernah atau akan mengalami kekecewaan. Misalnya, dia bertemu dengan kegagalan, tersakiti oleh orang lain, diputus pacar, dikhianati sesamanya, dipecat dari pekerjaannya, atau kondisi-kondisi buruk lainnya. Namun berapa banyak orang yang dengan segera meninggalkan posisi 'sakit hati' itu, lalu kemudian berpindah ke posisi yang 'lebih baik'? Sangat sedikit yang mau melakukan hal itu. Mungkin justru banyak yang beralasan: “Itu sulit”. Di sini saya akan memberikan tips agar kita dapat dengan mudah segera berpindah dari posisi yang buruk menuju posisi yang lebih baik.

thenonprofittimes

1. Sadar diri.

Apa yang perlu kita sadari? jawabannya: Sadar bahwa jika kita terus bertahan pada posisi buruk, kita akan kehilangan banyak keuntungan. Bertahan di posisi buruk itu ibarat kita melilitkan rantai pada tubuh kita sendiri. Saya sudah mengalami kekecewaan yang berulangkali. Saya tahu persis bagaimana rasanya cinta saya tertolak. Saya menjadi marah dan jengkel terhadap diri sendiri, bahkan marah kepadaTuhan. Saya juga menjadi takut dan minder terhadap para cewek karena berpikir mereka semua akan menolak saya.

Saya memendam kekecewaan selama bertahun-tahun, dan rasanya sangat tidak enak. Rasa sakit yang terus menggerogoti hati saya semakin terasa. Keadaan bukan semakin membaik, malah semakin memburuk saja. Lalu saya menyadari keadaan buruk saya berkat saya sering mendengarkan kotbah dalam ibadah-ibadah dan membaca Alkitab, maka saya pun melangkah untuk berpindah pada posisi yang lebih baik.

Baca juga: 5 Cara untuk Berhenti Mencintai Ia yang Tak Dapat Dimiliki

Saya mau MOVE UP. Saya belajar mengampuni mereka yang pernah menolak saya. Saya bangkit. Saya tidak minder lagi. Akhirnya saya bisa menemukan seorang cewek di saat usia saya sudah 25 tahun. Bagi saya, dia yang terbaik dari semua yang pernah menolakku dulu. Asyeeeek...

So, mari kawan segeralah sadar bahwa kita harus segera keluar dari posisi burukmu saat ini. Masih ada posisi baik yang menanti kita.


2. Fokus ke depan.

Seorang atlit pelari sprint akan berusaha keras agar bisa berfokus ke depan dan memandang garis finish. Ia akan berlari sekencang-kencangnya, meskipun sempat jatuh, ia akan segera bangkit untuk melanjutkan larinya.

static4businessinsider

Jadi, Kawan, seperti atlit itu, berfokuslah pada apa yang menjadi tugasmu sekarang. Jika sebagai kamu seorangpelajar, belajarlah dengan baik. Janganlah suka membolos, jangan melalaikan PR, dan masuklah tepatnwaktu. Jadilah teladan dalam bersikap di tengah-tengah teman-temanmu. Jika kamu sebagai seorang pekerja atau karyawan, bekerjalah dengan disiplin dan jujur. Janganlah menipu, jangan curang, jangan membohongi karyawan lain--terlebih atasan. Berfokuslah pada tugas dan tanggung jawabmu.

3. Kalikan energi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah 4 itu lebih besar dari jumlah 2. Maka kalikanlah energimu menjadi dua kali lipat dari yang sebelumnya, supaya kamu memiliki daya yang lebih besar; yaitu daya untuk melawan kondisi buruk.

Kita butuh mengalikan energi besar untuk meninggalkan posisi buruk menuju ke posisi yang lebih baik.

Jadi, kita harus berjuang sekuat tenaga. Jangan biarkan kekecewaan dan keputusasaan menjatuhkan hidup kita. So, kalikan energimu dengan melangkah ke tempat ibadah untuk beribadah mendengar kotbah/ceramah. Kalikan energimu untuk mencari mentor rohani yang bisa membantumu berdoa dan mengarahkan sikapmu.


4. Tambahkan pemanis.

Kopi memang pahit, tetapi ia akan menjadi minuman nikmat jika ditambahkan gula sehingga menjadi manis. Zat pemanis untuk mengubah pahitnya kondisi buruk adalah “kata-kata positif” dan “kata-kata bijak”. Belilah buku-buku motivasi dan inspirasional yang dapat memberikan pencerahan. Yang lebih utama dari itu adalah bacalah Kitab Sucimu. Ayo, makin perbanyak mengkonsumsi “zat pemanis” ini. Dijamin tidak akan terserang penyakit diabetes.

Baca juga: Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia


5. Ulur karet syukur.

Kelebihan dari karet adalah dapat diulur-ulur atau ditarik-tarik. Demikian juga dengan ucapan "SYUKUR”. Seburuk apa pun kondisi yang kita alami, usahakanlah mengulur ucapan syukur yang tulus keluar dari hati yang dalam. Ucapan syukur itu dapat mengalirkan kekuatan yang baru.

seedbed

Dalam keadaan buruk, belajarlah mengucap syukur. Terlebih lagi dalam keadaan baik, hendaklah pengucapan syukur itu semakin berlimpah. Percayaalah bahwa di balik peristiwa yang buruk selalu ada “hikmah”, atau pesan rohani dari Tuhan.

Kawan, kondisi buruk tak selamanya merupakan akhir kehidupan, melainkan bisa menjadi titik balik seseorang untuk mengalami kesuksesan besar.

So, Ayo kita MOVE UP… MOVE UP!! AYO pindah ke posisi yang lebih baik. Ayo, lebih berprestasi, lebih maksimal, lebih cerdas, lebih sabar, lebih tertib, lebih disiplin, lebih terhormat, lebih rajin, lebih dewasa, dan lebih-lebih yang lainnya; yang positif tentunya.

Baca juga: 8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan

Semoga tips-tips di atas bermanfaat buatmu. Jika itu dapat menolong temanmu untuk MOVE UP juga, segeralah bagikan tulisan ini kepada mereka. Amal kebaikanmu tidak akan sia-sia dan pasti akan menghasilkan buah yang baik.

Salam Move Up!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Move Up! Beranilah Melangkah untuk Meraih yang Lebih Baik". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


David Sudarko | @davidsudarko

Seorang Pendeta, pendamping pemuda dan remaja. Suka memulung hikmat dari segala sumber yang didapat; mulai dari membaca buku, majalah, koran, artikel online, dan pengalaman hidup sehari-hari. Dan tidak melupakan sumber utamanya, yaitu Alkitab, Kitab Suci

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar