Bukan Materi, Inilah Warisan Keluarga Paling Berharga yang Saya Miliki

Reflections & Inspirations

photo credit: imgfave

2.3K
“Gantungkan keinginan kamu 5 cm di depan keningmu biarkan mengambang, mengambang seakan-akan kamu meraihnya.” ― Donny Dhirgantoro, 5 cm

Kami tidak terlahirkan dari sebuah keluarga yang berkekurangan namun bukan juga tidak berlebih. Tentu saja perjuangan hidup menjadi sangat lekat dengan kehidupan keluarga saya. Tapi, ada satu hal yang selalu saya ingat dari pertama yang pesan kedua orang tua saya, yaitu jangan pernah ragu untuk memiliki sebuah cita-cita. Sejak kecil keluarga saya seolah-olah sudah menanamkannya melalui hal-hal yang sederhana sekali sekali pun. Melalui permainan bermain peran sampai beberapa kali menanyakan besok besar mau jadi apa? Berani bermimpi tinggi, adalah warisan berharga yang saya punya hingga saat ini.


Kepuasan hingga aktualisasi diri yang lebih bernilai tinggi daripada nominal materi

photo credit: tupanoramavirtual

Meskipun tidak selamanya keberhasilan dapat diukur dengan nominal uang, namun lebih dari itu adalah kepuasan dan aktualisasi diri. Menentukan sebuah cita-cita dan tekun menjalani setiap prosesnya tentu saja menjadi tantangan tersediri bagi kita apalagi dengan tingkat keberhasilan yang tidak bisa diprediksi dari awal.


Hanya dengan sebuah ketekunanlah sebuah langkah kecil akan menghasilkan pelari marathon, dengan ketekunan pula sebuah asa akan menjadi nyata.


Mimpi adalah milik siapa pun tanpa mengenal usia

Gapailah cita-citamu setinggi langit, pesan yang jamak kita baca di buku-buku tulis pada masa sekolah. Namun bagaimana jika usia kita sudah mulai lanjut, bolehkah memiliki sebuah cita-cita? Masih ingat dengan cerita Colonel Sanders pemilik gerai penjual ayam goreng KFC yang mendunia? Beliau adalah salah satu tokoh inspiratif karena meraih kesuksesan di usianya yang senja. Berkali-kali gagal dan dipecat dari pekerjaan sebelumnya tidak membuat Colonel Sanders berhenti untuk bermimpi.

Baca juga: Tentang Aku, yang Menghabiskan Sebagian Besar Waktu Hidup Membenci Bapakku

Sama halnya dengan tokoh Colonel Sanders, papa saya termasuk orang yang mengapai cita-cita di usianya yang sudah mendekati kepala 60an. Masa mudanya dihabiskan untuk mencari uang bagi keluarga, karena baginya kesejahteraan keluarga dan pendidikan tinggi anak-anaknya lebih utama bagi dia saat itu. Beliau baru bisa mendalami alat musik erhu di 4 tahun lalu dan sejak 2 tahun lalu papa saya juga menekuni bidang fotografi khusus pengambilan objek wisata alam. Jika dibandingkan dengan yang lainnya, mungkin kemampuan ayah saya masih kalah namun ada kepuasan tersendiri baginya ketika menunjukkan hasil foto jepretannya sendiri ke kami anak-anaknya.

Dua hal berharga tersebut membuat saya tumbuh menjadi seseorang yang berani bermimpi, dalam keadaan atau situasi apa pun. Saatnya memiliki dan memelihara mimpimu, gratis kok. Selamat berjuang mewujudkan mimpimu yah!


Baca juga:

Melepas Kepahitan, Menyembuhkan Hati

Dua Kunci Kebahagiaan yang Sederhana, Namun Sayangnya Sering Kali Terlupakan

Kisah Perempuan yang Tak Merelakan Masa Lalunya, Inilah yang Akhirnya Ia Korbankan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukan Materi, Inilah Warisan Keluarga Paling Berharga yang Saya Miliki". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dian Rosania | @dianrosania

Karyawan swasta Penikmat kopi

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar