Bukan 'Aku Sayang Padamu' Melainkan Ini: Satu Kalimat yang Akan Membahagiakan Ibumu Hari Ini

Reflections & Inspirations

[Image: Huffington Post]

6K
Untuk orang yang sudah melakukan lebih banyak untukmu daripada siapa pun di muka bumi, mari ungkapkan kasih dan penghormatan dengan kalimat ini.

Tahun ini, Hari Ibu Internasional menginjak usia 103 tahun.

Bibit perayaan ini muncul ketika seorang anak menyadari besarnya dedikasi dan harga yang harus dibayar oleh ibunya untuk membesarkannya. Ketika ibunya meninggal pada tahun 1905, anak itu, Anna Jarvis, menggagas sebuah upaya agar orang-orang menyediakan satu hari untuk menghormati para ibu. Dalam kampanye yang ia lakukan, Anna terus menyampaikan,

"Seorang ibu adalah orang yang sudah melakukan lebih banyak untuk kamu daripada siapa pun di muka bumi ini."

Baca Juga: Sebuah Kisah tentang Perempuan dan Kekuatan Super yang Mereka Miliki



Hari Ibu yang Kian Rumit

Tetapi bahkan Anna tidak pernah menyangka apa yang terjadi setelah berbagai kampanye yang ia lakukan untuk mengusahakan hari istimewa ini. Setelah berjuang selama bertahun-tahun, pada tahun 1914, pemerintah Amerika akhirnya mengakui Minggu ke dua di bulan Mei sebagai hari libur nasional untuk menghargai para ibu.

Anna seharusnya berbahagia. Impiannya sudah tercapai.

Namun, tidak butuh waktu lama untuk melihat bahwa bahkan dengan tujuan yang mulia bisa muncul efek samping yang tidak diharapkan.

Perusahaan-perusahaan melihat Hari Ibu sebagai sebuah peluang untuk menjual produk-produk mereka. Dengan bungkusan penghargaan-untuk-ibu, berbagai perusahaan mulai berlomba-lomba menginterpretasikan dan mengeksploitasi hari istimewa ini untuk keuntungan mereka. Mulai dari kartu ucapan selamat, cokelat, bunga, hingga perhiasan, perusahaan-perusahaan berusaha untuk membuat produk mereka relevan dengan hari istimewa ini.

[Image: chrissele lim]

Anna menjadi sangat marah. Kemarahannya bahkan mencapai titik di mana ia mengajak orang-orang untuk memboikot Hari Ibu itu. Keunikan anak-anaknya, itulah yang seharusnya menjadi sumber penghormatan dan apresiasi terhadap para ibu. Surat-surat yang ditulis sendiri dengan kalimat-kalimat yang menggambarkan kondisi masing-masing keluarga, contohnya. Hadiah-hadiah yang ada di pasaran beserta kartu-kartu ucapan tidaklah mewakili jiwa Hari Ibu itu sendiri.

Hari Ibu terus berkembang dan menjadi makin rumit. Hari ini, kita memiliki 1001 cara untuk menunjukkan penghormatan kita kepada ibu. Pilihan-pilihan hadiah bisa kita dapatkan dengan mudah, mulai dari perusahaan multinasional hingga para penjual di pasar tradisional.

Baca Juga: Inilah Satu Kado Cinta Terbaik yang Paling Diharapkan Namun Jarang Diberikan


Dari sisi para ibu sendiri, Hari Ibu juga menjadi hari yang kian rumit. Perasaan dihargai dan dikasihi yang seharusnya mereka nikmati itu kini digantikan dengan perasaan harus bersaing dengan sosok 'ibu sempurna' yang dimunculkan media.

Ibu yang bisa bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan makan pagi buat keluarga, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan pergi berbelanja untuk masak makan siang. Sepulang menjemput anak, ibu ini menemani anak untuk bermain dan belajar hingga suami pulang. Setelah itu, si ibu dengan penuh senyum melayani suaminya, menciptakan keluarga yang bahagia. Tentu saja, walau ibu ini dijemur sepanjang hari, ia harus tetap memiliki kulit yang putih serta wajah yang bebas dari jerawat dan keringat.

[Image: KFC]

Diberikan coklat sebagai hadiah, tetapi ukuran baju tidak boleh berubah. Badannya harus tetap kurus langsing walau sudah beranak empat. [Sekarang ngerti kan alasan sebenarnya ibu membagikan hadiah cokelatnya kepada suami dan anak-anaknya?]

Dan itu sebelum ia harus bertemu dengan para ibu lainnya, yang selalu terlihat lebih cantik dan lebih bijak.

Baca Juga: Perempuan, 7 'Tuntutan' Ini Tak Perlu Membuatmu Merasa Tersudut dan Melupakan Kebahagiaanmu Sendiri



Tidak Harus Rumit, Sesungguhnya Begitu

Sahabatku, bagaimana kalau hari ini kita melakukan sesuatu yang berbeda?

Hari Ibu ataupun bukan, bagaimana kalau saat ini kita kembali mengingat, sesungguhnya cara untuk membahagiakan ibu kita tidaklah perlu mahal dan rumit.

Ketika kita masih kecil, sebuah ciuman dan pelukan bisa memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuk ibu kita. Beranjak remaja, kata-kata cinta yang dibungkus dengan pelukan mampu menyembuhkan kembali hati ibu yang terluka karena tindakan kita sebagai anak. Setelah dewasa, waktu yang kita berikan untuk menemani dan mendengar keluh kesah mereka menjadi sebuah hadiah yang terus dinanti-nanti.

Dan saat ini, saya ingin membagikan satu kalimat yang bisa memberikan dampak yang luar biasa besarnya. Kalimat ini bisa diucapkan oleh seorang anak kecil, seorang remaja, bahkan orang dewasa, dan tetap memiliki efek yang istimewa.

Kalimat ini mungkin terdengar sangat sederhana, tetapi mampu membuat para orangtua berdiri kaku dan terdiam. Banyak orangtua berkata, kalimat ini merupakan kalimat paling hebat yang pernah mereka dengar keluar dari mulut anak-anak mereka.

Bila dilakukan secara konsisten, tidak menutup kemungkinan bahwa kalimat ini bisa membukakan jalan untuk permintaanmu dipenuhi. -- do you need more proof of why we need to do this? --

Dan sesuai dengan semangat mula-mula dari Anna yang memulai gerakan menghormati para ibu, kalimat ini memungkinkan kita untuk menghormati ibu kita dengan keunikan dan kemampuan kita masing-masing.

Siap untuk mencobanya?



Sebuah Kalimat Sederhana yang Mengubah Segalanya

Hari ini, atau besok, ketika kita melihat ibu kita, datangilah beliau dengan senyum ceria. Ajaklah berbasa-basi untuk beberapa saat. Setelah memastikan bahwa perhatiannya sudah tertuju kepadamu, berikanlah senyum terbaikmu. Tataplah matanya. Lalu dengan penuh ketulusan hati, katakan kalimat ini:

"Ma, ada yang bisa saya bantu?"

Kamu akan melihat raut wajah tak percaya terpancar dari mukanya. Ia bahkan mungkin akan meminta kamu untuk mengulangi kalimat tersebut karena rasa tidak percayanya. Silakan. Ulangilah kalimat indah itu.

"Ma, ada yang bisa saya bantu?"

Sebuah pelukan hangat akan menjadi special effect yang menyempurnakan. Cobalah. Ucapkan kalimat itu sambil memeluk beliau.

[Image: Ciencia Historica]

Kalimat sederhana ini akan mengubah segalanya. Percayalah.

Ia akan merasa begitu bahagia karena perhatian yang kamu berikan. Ia mungkin akan memelukmu dan segera memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.

Ia akan memuji engkau di hadapan teman-temannya. Bahkan, ia akan menawarkan sesuatu untuk membahagiakan kamu.

Dan di tengah euforia itu, ia akan lupa untuk memberi tahu kepadamu hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu meringankan pekerjaannya.

Kamu bisa membahagiakan dia tanpa perlu melakukan apa-apa!

Paling tidak, efek ini berlaku untuk kali pertama.

Setelah itu, relasi kalian sebagai anak dan ibu akan berubah untuk selama-lamanya. Semakin sering dan konsisten ini dilakukan, relasi itu akan bertumbuh menjadi semakin dalam. Tentu ribut dan rukun akan selalu datang. Tetapi kalimat ini mampu menjadi jembatan kuat yang akan membawa relasi ibu dan anak ke hari esok yang lebih indah dan lebih baik.

Untuk orang yang sudah melakukan lebih banyak untuk kamu daripada siapa pun di muka bumi, mari ungkapkan kasih dan penghormatan dengan kalimat ini:

[Image: A Place for Mom]

"Ma, ada yang bisa saya bantu?"



Baca Juga:

Ibuku adalah Kartiniku: Inilah Nilai-Nilai Kehidupan yang Ia Ajarkan Kepadaku

Inilah Satu Kado Cinta Terbaik yang Paling Diharapkan Namun Jarang Diberikan

Jika Ahok Anak Saya, Bisakah Sekarang Saya Berdoa seperti Doa Buniarti Ningsih, Ibundanya?

Kisah Nyata: Ketika Kelembutan Hati Ibu Membebaskan Anak dari Jerat Narkoba



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukan 'Aku Sayang Padamu' Melainkan Ini: Satu Kalimat yang Akan Membahagiakan Ibumu Hari Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Octavianus Gautama | @octavianus

Seorang suami dengan dua anak yang masih terus belajar untuk menjaga keseimbangan antara keluarga dan karir, antara hidup dengan fokus dan hasrat untuk mengambil setiap kesempatan yang ada.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar