Buat Kamu yang Percaya Jodoh di Tangan Tuhan, Lima Panduan ini akan Menuntunmu ke Orang yang Tepat

Singleness & Dating

sumber : dreamlovewallpapers.com

370.8K
"Jodoh adalah titik temu antara kehendak Tuhan dan selera manusia. Berapa orang yang bisa masuk dalam kriteria jodoh ini? Tentu bukan hanya satu orang saja!


Jodoh Pasti Bertemu, begitu judul lagu Afgan yang populer pada tahun 2013. Walaupun sudah beberapa tahun berlalu, lagu ini selalu menjadi favorit bagi mereka yang bergumul untuk menemukan pasangan hidup, baru saja putus hubungan, atau malah menemukan kegairahan baru dalam relasi dengan orang yang sudah berpasangan. Ada semacam keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa itu sudah mengatur segala hal dalam hidup ini, termasuk soal perjodohan. Ada pemahaman bahwa sebelum kita lahir, IA sudah menetapkan jodoh bagi tiap manusia. Pemahaman ini membawa pada konsekuensi bahwa tugas kita sebagai manusia adalah menemukan jodoh yang ditetapkan itu. Ini bukanlah tugas yang sederhana. Nah, sekarang masalahnya bagaimana mengenali bahwa orang tertentu adalah pasangan hidup kita? Apakah akan ada gambar hati yang tahu-tahu bertemu dan menyatu ditembus anak panah, seperti dalam beberapa film kartun itu?


Belakangan ini, saya lebih melihat jodoh sebagai pertemuan antara kehendak Tuhan (yang kita yakini menurut agama masing-masing) dan selera manusia. Tiap agama saya rasa mengajarkan kehendak Tuhan termasuk dalam hal pemilihan pasangan hidup. Nah, apa yang ideal menurut ajaran agama ini kita yakini sebagai kehendak Tuhan. Ini adalah satu sisi. Sisi lain adalah selera manusia. Selera manusia ini terbentuk karena banyak hal. Nah, titik temu antara kehendak Tuhan dan selera manusia adalah jodoh.


Berapa orang yang bisa masuk dalam kriteria jodoh ini? Tentu bukan hanya satu orang saja. Mungkin kita kurang bergaul, jika hanya menemukan satu orang di titik temu ini. Konsep ini menolong kita untuk menemukan pasangan hidup dengan langkah yang lebih terarah. Nah, inikah jodohku?

Simak lima panduan yang akan membuat kamu melangkah lebih dekat pada orang yang tepat


1. Jodoh kita adalah orang yang sesuai dengan kriteria ajaran agama



Sebagai umat beragama, keyakinan religius dan spiritual ini membentuk pikiran dan perilaku, termasuk dalam hal pemilihan pasangan hidup. Kita tidak akan merasa damai dan sejahtera, apabila memilih pasangan hidup yang tak sesuai dengan kriteria ajaran agama. Kita tak dapat mengesampingkan begitu saja ajaran agama yang sudah membentuk kehidupan kita. Demikian pula, kita tak dapat membuat begitu saja rasa yang telah ada. Itu sebabnya, sebelum terlanjur mencintai seseorang apalagi berkomitmen, periksalah apakah orang ini sesuai dengan kriteria ajaran agama saya? Jika ya, silakan melanjutkan dengan damai di hati. Jika tidak? Terlalu banyak waktu akan terbuang dengan kegalauan-kegalauan yang tak jelas, seperti : kapan ya ia mau berubah mengikuti agama saya? Jika ia tidak berubah keyakinan agamanya, maka bagaimana dengan anak-anak kami kelak? Mengapa saya harus bertemu orang yang menarik tapi tak sesuai dengan ajaran agama?


2. Jodoh kita adalah orang yang sesuai dengan selera




Nah, ini juga bagian yang penting. Orang yang sesuai dengan kriteria ajaran agama kita itu jumlahnya banyak sekali. Misalnya, agama A mengajarkan bahwa pemeluknya harus menikah dengan yang seiman. Nah, yang masuk dalam kriteria seiman ini khan bisa luar biasa banyaknya. Nah, seleksilah dengan selera kita. Pasangan seperti apa yang kita harapakan? Ini bicara soal selera. Seperti apa warna kulitnya, tinggi badannya, panjang rambutnya dan misalnya latar belakang pendidikannya. Selera menyangkut soal penampilan luar dan kapasitas di dalamnya. Cobalah buat daftar kriteria orang yang seperti apa yang sesuai dengan selera kita. Dalam daftar itu tuliskan apa yang menurut selera kita mutlak harus ada, dan apa yang masih bisa dinegosiasikan ulang. Ini akan menolong dalam proses pencarian pasangan hidup.


3. Jodoh kita adalah orang yang pernah menjadi teman dan sahabat




Ada nasihat tentang pernikahan yang pernah saya dengar di radio dari seorang pemuka agama. Nasihat yang sangat realistis : pernikahan adalah persahabatan seumur hidup. Dulu sebelum menikah, saya berpikir bahwa pernikahan penuh dengan drama percintaan dan romatisme. Ternyata, justru yang sebaliknya mayoritas mewarnai pernikahan. Pada awal pernikahan semua hal berlangsung dengan gairan yang luar biasa, namun perlahan namun pasti gairah itu bukan lenyap, tetapi berubah bentuk. Cinta yang menggebu di awal pernikahan, berubah menjadi cinta yang mewujud dalam tindakan sehari-hari. Romantisme banyak berganti menjadi kesediaan melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai pasangan hidup. Getar-getar asmara lenyap, menjadi cinta yang menetap. Ya, akhirnya saya menyetuji bahwa pernikahan adalah persahabatan seumur hidup.

Jika pernikahan adalah persahabatan seumur hidup, maka tugas kita adalah berteman dan bersahabat dengan sebanyak mungkin orang. Proses pertemanan dan persahabatan memberi kesempatan kita untuk mengenal orang lain dengan lebih baik. Tak perlu tergesa-gesa, biarlah relasi berjalan secara alami. Pada saatnya, kita akan merasa yakin bahwa salah seorang sahabat kita adalah calon pasangan terbaik. Jika kita tak dapat bersahabat dengan seseorang, maka tak mungkin kita dapat hidup bersama orang itu. Pernikahan adalah persahabatan seumur hidup.


4. Jodoh kita adalah orang yang diterima dengan baik oleh sahabat dan keluarga




Apa urusan antara jodoh yang merupakan pilihan pribadi dengan penerimaan oleh sahabat dan keluarga? Begini logikanya. Sahabat dan keluarg adalah orang yang mengenal diri kita dengan sangat baik. Mereka tahu kesukaan, situasi hati dan perilaku kita sehari-hari. Mereka bahkan tahu bahwa hal-hal yang tak kita ketahui tentang diri kita. Jika sabahat dan keluarga sepertinya memberikan kesan tidak dapat menerima kehadiran calon pasangan hidup, maka mereka bukan cemburu dengan kegembiraan kita. Mereka sedang memberi tanda bahwa orang ini tidak cocok dengan diri kita : jangan lanjutkan. Berbicaralah dan berdiskusilah dengan sahabat dan keluarga untuk mendapatkan masukan yang lebih detil. Bagaimana jika sahabat dan keluarga menyambut calon ada dengan penuh kegembiraan? Selamat! Ini adalah salah satu tanda kita telah menemukan jodoh yang pas.


5. Jodoh kita adalah orang yang menerima apa adanya, namun terlalu sayang untuk membiarkan kita dalam kondisi apa adanya terus menerus.




Setiap orang mencari pasangan yang mau menerima dirinya apa adanya. Tentu saja tanpa penerimaan maka tak mungkin ada relasi yang terbina dengan baik. Namun, masalahnya apakah kita hanya membutuhkan penerimaan apa adanya? Tidak! Kita membutuhkan orang yang menerima apa adanya diri kita pada saat ini, namun ia terlalu sayang untuk membiarkan kita dalam kondisi apa adanya terus menerus. Ringkasnya kita membutuhkan penerimaan, sekaligus dorongan untuk berubah dan menjadi lebih baik lagi. Jadi, jangan berhenti pada mencari orang yang menerima kita apa adanya, tetapi juga carilah orang yang mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik.


Selamat berjuang menemukan pasangan hidup!






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Buat Kamu yang Percaya Jodoh di Tangan Tuhan, Lima Panduan ini akan Menuntunmu ke Orang yang Tepat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @wahyupramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar