Bosan Putus Nyambung? Pacaran Langgeng Bukan Hal yang Mustahil, Inilah 3 Rahasianya

Singleness & Dating

[Image: 7-themes.com]

5K
Relasi bukan permainan, walau bukan berarti mesti hanya berisi keseriusan. Ada hal yang harus kita persiapkan demi sebuah relasi yang langgeng melaju ke pernikahan.

Bila mau jujur, sebagian besar anak muda yang baru jadian dan berpacaran belum memikirkan akan dibawa ke mana hubungan cintanya dengan sang pacar. Jangankan soal arah tujuan, dasar hubungan pun seringnya tak diketahui dengan jelas oleh dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu.

"Bukankah cinta itu buta?" begitu biasanya kilah mereka. Kawan, meskipun populer, ketahuilah bahwa itu adalah sebuah konsep cinta yang salah. Konsep ini telah menjebak entah berapa banyak anak muda dalam hubungan tak sehat. Hubungan yang hanya berujung pada luka hati bagi salah satu maupun kedua belah pihak.

Baca Juga: Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!

Jatuh cinta tanpa alasan, salah satu contohnya. Bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta pada seseorang tanpa tahu mengapa, apa yang menjadi sebabnya? Aneh bukan? Bagi kita mungkin aneh, namun mereka yang mengalami justru merasa bahwa cinta tanpa alasan itu adalah cinta terbesar yang pernah ada. Dan konyolnya, mereka mati-matian mempertahankan cinta semacam itu, dengan masa depan sebagai taruhan. Ironis!

Seorang teman saya, yang pernah terjebak dalam ironi cinta buta mengatakan, "Setinggi apa pun standarmu tentang pasangan ideal, seindah apa pun khayalanmu tentang pacar idaman, semua akan sirna ketika kamu jatuh cinta tanpa alasan." Dan memang, jalinan cintanya tak berakhir indah. Setelah beberapa kali mengalami patah hati, akhirnya teman saya menemukan juga kedewasaan dalam menjalin hubungan. Ia berhasil membebaskan diri dari jeratan mitos cinta tak perlu alasan yang membutakan itu. Kini, ia memiliki sebuah hubungan yang kuat dan langgeng dengan pacarnya.

Baca Juga: Terima Kasih Mantan, Darimu Aku Belajar 7 Hal Penting untuk Masa Depanku

Dari pengalamannya, inilah 3 pertimbangan untuk menata hubungan cinta yang langgeng:



1. Tetapkan Tujuan Berpacaran

[Image: unsplash.com]

"Begin with end in mind," begitu kalau versi Stephen R. Covey. Berpacaran hanya akan menjadi aktivitas kosong yang akan berujung pada kebosanan tanpa tujuan yang jelas. Bayangkan apa rasanya jika pacarmu mengajak nge-date, tapi gak tahu mau nge-date di mana dan mau ngapain. Kalian hanya akan muter-muter ke sana ke mari cari tempat. Gak dapet-dapet pula! Semua tempat penuh, karena itu malam minggu, hampir semua pasangan keluar mencari tempat nge-date. Bukannya tambah mesra, yang ada kalian malah ribut. Capek gak sih kayak gitu?

Tujuan berpacaran adalah pernikahan. Ya, kamu tak salah baca. Seserius itu!

Tanpa mengetahui hal super penting di atas, kamu hanya akan [atau sedang?] menghabiskan waktu, tenaga, dan isi dompetmu untuk sebuah hubungan yang sia-sia.

Baca Juga: Yakin Sudah Siap Menikah? Inilah 5 Kenyataan yang Harus Kamu Ketahui sebelum Memasuki Gerbang Pernikahan



2. Restu Orangtua

Sebelum jadian dan berpacaran, pastikan dahulu orangtua mengenal pasanganmu dengan baik. Walaupun kalian berdua yang akan menjalani hubungan cinta itu, restu orangtua tetaplah satu prasyarat penting sebelum memasukinya. Pacaran saja perlu restu orangtua? Ya, perlu! Kok ribet banget? Harus ribet! Bukankah kita telah sepakat bahwa tujuan berpacaran adalah pernikahan? Jika demikian, berarti calon pacarmu adalah calon suami/istrimu, juga calon menantu untuk orangtuamu.

Bagaimana jika orangtua tak setuju dengan pilihanmu? Kamu tentu pertama-tama bisa mencoba untuk menjelaskan kepada mereka mengapa kamu memilih dia sebagai pasanganmu. Sebagai orang yang telah lebih lama hidup di dunia, orangtua tentu lebih berpengalaman dari kita. Mereka bisa menilai dan melihat dari sudut pandang yang lebih luas dan lebih utuh. Pasti ada alasan mengapa mereka belum dapat [jika tidak bisa dikatakan 'tidak'] menerima pilihanmu.

Satu hal yang pasti, backstreet bukanlah pilihan yang bijak.

Jangan berpacaran sembunyi-sembunyi! Dengan melakukan hal itu, bukannya memberi restu, hubunganmu dengan orangtua justru akan rusak. Orangtua akan kehilangan rasa percaya dan, besar kemungkinan, semakin tidak menyetujui hubungan kalian.

Kamu Harus Baca: Cinta Terhalang Restu Orangtua Pacar, Inilah 3 Pelajaran - tentang Cinta dan Mencintai - yang Saya Dapatkan dari Peristiwa itu



3. Waktu

[Image: northeastcc.com]
Merawat hubungan itu perlu waktu. Dan waktu yang dibutuhkan untuk itu: tidak sedikit!

Ketika berkomitmen untuk pacaran, kalian berdua perlu menjalin komunikasi rutin yang intens. Untuk menjaga hubungan tetap sehat, kalian juga perlu pertemuan tatap muka dengan frekuensi yang cukup, yang tidak sekali-sekali saja. Belum lagi bila kalian menghadapi konflik nantinya! Jadi, pertimbangkan baik-baik, apakah kamu punya waktu [dan cukup energi] untuk itu semua?

Bila kamu tipe orang yang hanya bisa berfokus terhadap satu hal saja dalam suatu kurun waktu, tak ada salahnya kamu menunda dulu berpacaran. Daripada berpacaran tapi tidak bisa menyediakan waktu untuk pasangan, bukankah lebih baik kamu menyelesaikan dulu apa yang menjadi tanggung jawabmu dengan baik. Lulus sekolah atau mendapat pekerjaan dulu, misalnya.

Baca Juga: Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari



Baca Juga:

4 Fase dalam Pacaran yang Harus Kamu Lewati untuk Hubungan yang Mantap Menuju Pernikahan

Inilah 3 Cara Pacaran Berkualitas yang Akan Memantapkan Langkahmu dan Pasangan ke Pernikahan

'In a Relationship' setelah Lama 'Single'? Perhatikan 5 Hal ini untuk Hubungan yang Lancar Sampai ke Pernikahan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bosan Putus Nyambung? Pacaran Langgeng Bukan Hal yang Mustahil, Inilah 3 Rahasianya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar