Boleh Nggak Sih Wanita Nembak Duluan?

Singleness & Dating

[Image: art at home]

13.3K
Lebih baik mencoba tetapi gagal - padahal belum tentu dan punya banyak kans untuk berhasil -ketimbang tidak mencoba sama sekali dan menyesal di kemudian hari.

Seorang mahasiswa, sebut saja namanya Yongky, dikenal aktif di kampus. Banyak kegiatan ekstra kurikuler yang dia ikuti. Tanpa dia sadari, ada adik tingkatnya yang tertarik kepadanya. Ada saja yang dia lakukan untuk mendekati Yongky, seperti meminjam buku, membantunya di kepanitiaan kampus, ikut kegiatannya, menolong proyek-proyeknya. Apakah mereka akhirnya pacaran? Tidak! Mengapa? Karena Yongky tidak suka atau - ini yang patut disayangkan - tidak tahu kalau adik kelasnya memiliki hati untuknya. Case closed!

Baca Juga: Pria, Inilah 10 Tanda Cinta yang Akan Kamu Temukan pada Wanita yang Menaruh Hati Padamu

Ada lagi seorang siswi yang diam-diam mencintai teman sebangkunya yang pemalu dan pendiam. Dia pun memberikan perhatian lebih ketimbang kepada teman-temannya yang lain, seperti mencatatkan apa yang guru tulis di papan tulis, meminjaminya peralatan tulis, membelikan jajanan di kantin. Namun, sampai lulus dan si cowok kuliah di luar negeri, mereka belum jadian. Akhirnya si cowok menikah dengan gadis lain, sedangkan dia tetap melajang. Belakangan, si cowok tahu. Sebenarnya dia pun ada hati terhadap teman baiknya ini, tetapi tidak berani mengutarakannya. Saat kabar ini sampai ke telinga gadis itu, dia hanya bisa meneteskan air mata penyesalan. Seandainya … seandainya….

Seandainya gadis itu sedikit lebih berani untuk mengungkapkan isi hatinya, jalan ceritanya bisa berbeda. Apa happy ending? Belum tentu. Who knows? Namun, paling tidak, kita tidak lagi dihantui oleh penyesalan demi penyesalan.

Apa memang wanita nggak boleh nembak duluan?

Menurut saya boleh boleh saja wanita nembak duluan. Alasannya?



1. Mewujudkan Kesetaraan Gender

Saya teringat sepenggal kalimat bijak dari Matthew Henry yang karyanya menghiasi rak buku saya:

“Women were created from the rib of man to be beside him, not from his head to top him, nor from his feet to be trampled by him, but from under his arm to be protected by him, near to his heart to be loved by him.”

Berdasarkan hukum kesetaraan gender, tidak ada salahnya jika wanita yang bernisiatif untuk mengungkapkan isi hatinya. Jadi, bagi saya, boleh-boleh saja wanita nembak duluan. Yang melarang siapa? Memang ada orang yang berkata di Indonesia, adat ketimuran, tidak biasa wanita nembak duluan. Namun, tidak biasa bukan berarti tidak boleh.

[Image: Odyssey]

Di zaman hanya anak lelaki yang bisa sekolah tinggi dan mempunyai hak istimewa bergaul dengan banyak orang, seorang R. A. Kartini berusaha mendobrak tradisi dengan ingin sekolah setinggi mungkin dan surat-suratan dengan sesama nun jauh di sana. Sampai hari ini Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi hits setiap kali kita membicarakan masalah emansipasi dan kesetaraan gender.

Mengapa bertinju boleh tetapi nembak tabu?

Di dalam pengalaman pribadi yang banyak dicurhati cowok maupun cewek, saya bertemu dengan para cowok yang mengaku ditembak duluan. “Gimana perasaanmu?” tanya saya. “Biasa-biasa aja tuh. Memang sih ada rasa bangga gitu!” ujarnya.

Baca Juga: Menghayati Perjuangan R.A. Kartini: Emansipasi Wanita Bukanlah tentang 3 Hal Ini



2. Bosan Menunggu Gebetan yang Tak Kunjung Nyabet

Saat kuliah S1 dulu, saya menemukan sebuah buku asyik berjudul Waiting for Godot. Seperti Vladimir, Estragon, Pozzo, dan teman-teman yang menunggu Godot yang tak kunjung datang, bisa jadi sebagian wanita terus menunggu gebetan yang tak kunjung memberi sabetan dan panah Cupido yang tak juga meluncur. Bagi saya, menunggu adalah saat yang membosankan. Itu sebabnya mengapa saya mengisi iPad saya dengan e-book. Bagi cewek, menunggu seorang cowok menghampirinya dan berlutut sambil berkata, “Would you marry me?” seperti menunggu Godot yang tak kunjung datang.

[Image: medium.com]
Ketimbang bengong dan bingung, mengapa tidak mengambil inisiatif?

Seorang mahasiswi merasa seorang cowok sudah menjadi pacarnya ketika dengan rajinnya cowok itu mengantar-jemputnya dari kost ke kampus. Dia begitu over confident sampai wisuda dan kaget saat ‘pacarnya’ memperkenalkannya dengan pacarnya yang sesungguhnya. Rupanya cowok itu sudah punya pacar di luar pulau dan hanya menganggapnya sebagai teman. Tidak lebih. “Saya mengantar jemputnya karena merasa kasihan saja kalau dia harus naik angkot. Apalagi kost kami berdekatan,” ujar cowok itu menjelaskan posisinya.

Ketimbang terlalu lama menunggu di tengah ketidakpastian, mengapa tidak berani melangkah?

Baca Juga: Si Dia Serius Gak Sih? Wanita, Inilah 10 Tanda Pacar Anda Serius dan Akan Segera Mengajak Anda Menikah



3. Dia Berhak Menolak

Salah satu momok untuk nembak adalah ditolak. Menolak ada hak setiap orang, namun, sebelum mendapat penolakan, mengapa tidak berani mencoba? Mari belajar lebih dewasa. Jika seseorang menolak kita, jangan buru-buru berasumsi bahwa kita jelek, bodoh, atau seabrek pikiran negatif lainnya. Tidak cocok saja. Ini jelas lebih baik dan melegakan.

[Image: Thought Catalog]
Kita memang berharap jika nembak, diterima. Namun, bukankah kita pun bisa jadi menolak orang yang membak kita?

Jika cinta kita ditolak, bisa jadi dia merasa lebih cocok dengan orang lain. Penolakan bukan jalan buntu. Bukankah saat menemui jalan buntu pun kita bisa berputar balik dan mencari jalan lain? Tidak tertutup kemungkinan, kita bisa dapat yang lebih cocok dengan kita di kemudian hari.

Baca Juga: Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal Ini akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia


Lalu? Lakukan satu hal ini saja:

Belajar jadi asertif!

Secret admirer jangan ditiru. Apa asyiknya menjadi pengagum diam-diam tapi jengkel, marah dan kecewa saat yang diincar diambil orang? Bukankah lebih baik berterus-terang. Berikut adalah kalimat yang baik untuk dicoba:

• “Jujur saja. Aku merasa nyaman mengobrol denganmu. Apa hubungan kita bisa dibuat lebih serius?”

“Kok rasanya kita nyambung, ya. Bagaimana denganmu?”

“Apakah aku berlebihan jika berharap hubungan yang lebih dari sekadar persahabatan?”

Bagaimana pun responsnya, Anda sudah melakukan bagian Anda.

Lebih baik mencoba tetapi gagal - padahal belum tentu dan punya banyak kans untuk berhasil - ketimbang tidak mencoba sama sekali dan menyesal di kemudian hari.



Baca Juga:

5 Hal yang Harus Kamu Lakukan sebelum Nembak agar Tidak Ditolak

Wanita, Bukan Soal Kecantikan, Inilah 4 Kualitas Diri yang Dapat Membuat Pria Jatuh Cinta

Wanita, Sering Mengalami Kesulitan Memahami Pria? Inilah 3 Rahasia Pria yang Perlu Kamu Tahu



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Boleh Nggak Sih Wanita Nembak Duluan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar