Biarkan Anak Anda Menangis : 5 Rahasia Kehidupan yang Terungkap lewat Air Mata

Parenting

rawstory.com

1.6K
Air mata anak mengungkap lima rahasia kehidupan. Biarkan anak-anak menangis, dan mari kita belajar rahasia kehidupan.

Menangis. Semua orang pernah mengalaminya bukan? Pria, wanita, dewasa atau anak-anak pasti pernah menangis. Tangisan biasanya identik dengan dukacita atau pengalaman yang menyedihkan. Bahkan seseorang pernah berkata, bahwa tangisan seorang bayi yang lahir ke dunia adalah ucapan selamat datang pada duka dan lara. Air mata memang seringkali menjadi simbol dari kesedihan atau sebuah duka akan peristiwa yang tidak menyenangkan. Inilah hidup manusia yang tidak melulu diwarnai dengan senyum dan tawa, tetapi juga dengan kesedihan dan tangisan.

Saya sendiri lebih memahami arti dari sebuah tangisan ketika anak pertama kami, Deon, lahir. Bayi kecil itu hanya bisa berkomunikasi dengan tangisan. Walaupun awalnya kami harus menebak-nebak arti dari tangisannya, apakah haus, lapar, poop, atau lainnya. Kemudian kami semakin peka akan arti tangisan itu. Hingga sekarang ia berusia hampir 6 tahun. Ia masih juga menangis.

Kini saya belajar 5 hal mengenai kehidupan dari tangisan Deon.

Baca juga: Kata Siapa Pria Tidak Bisa Menangis? Inilah 6 Peristiwa yang Dapat Membuat Pria Meneteskan Air Mata. Wanita Wajib Tahu!


1. Menangis adalah Tanda Bahwa Hanya Tuhan yang Tanpa Batas

photo credit: jw.org

Sore itu, kami sekeluarga pergi ke mall dan bermain di sebuah arena permainan. Deon bergegas menghampiri salah satu arena bermain yang berhadiah mainan atau boneka. Singkat cerita Deon pun berhasil membawa pulang sebuah mobil-mobilan. Mainan itu terlihat murah dan biasa saja, tapi Deon sangat senang sekali. Sayangnya, ketika ia memainkannya, mobil-mobilan itu jatuh dan s rusak. Ia pun menangis. Meskipun saya telah mencoba meyakinan Deon bahwa mainannya bisa diperbaiki, namun Deon tetap tidak berhenti menangis. Deon ingin saya kembali ke arena permainan itu dan bermain hingga mendapatkan hadiah atau membeli mainan baru.

Deon, tidak semua yang kamu ingini itu akan selalu terpenuhi.

Benar! Tidak semua yang kita inginkan dapat kita peroleh. Inilah kenyataan di dunia ini. Banyak hal yang memang hanya akan hadir dalam sebuah mimpi yang tak kunjung menjadi kenyataan. Begitulah hidup, maka sudah selayaknya kita belajar untuk menerima segala yang disuratkan oleh Sang Pemilik Hidup.

Menangis karena tidak memperoleh yang kita inginkan, membuat kita sadar bahwa kita terbatas, dan hanya Tuhanlah yang tidak terbatas.


2. Menangis adalah Bukti Bahwa Hidup ini Hanyalah Titipan


photo credit: pregnancysquare.com

Deon terlihat panik pagi itu. Dia membongkar lemari mainannya dan membuka semua laci di dalam rumah.

"Cari apa, Bang?" Sambil menangis Deon bertanya apakah saya melihat sticker animasi yang kemarin baru saja kami beli.

"Oh, mungkin sudah dibuang sama mbak. Deon taruh di lantai kan kemarin?" Tangisan Deon semakin kencang.

Dalam hidup kita berelasi, baik dengan makhluk hidup maupun benda mati. Sayangnya tidak ada relasi yang bersifat kekal. Suatu saat kita pasti akan berpisah dengan orang ataupun benda kesayangan. Saat itu terjadi, kita hanya bisa menangis tak terima.

Namun itulah kehidupan. Selalu ada perpisahan setelah pertemuan. Walaupun kita telah mengetahuinya tetap saja kita bersedih saat mengalaminya. Kenyataan ini membuat kita perlu memahami bahwa hidup hanyalah titipan. Kita hanya dipinjamkan sementara waktu. Maka ketika yang dititipkan diambil kembali, belajarlah untuk mengiklaskannya.

Kita datang ke dalam dunia tidak membawa apapun, maka saat kembali pun kita tidak membawa apa pun juga.

Baca juga: Air Mata Perempuan.

3. Menangis adalah Tanda Bahwa Manusia Tidak Lepas dari Kesalahan


photo credits: m.keepo.me

Suatu hari kami menghadiri sebuah acara pernikahan. Tiiba-tiba Deon menghampiri saya sambil menangis.

"Papa, baju Deon kotor kena makanan, Deon salah, Deon gak obey, Deon gak bawa piring waktu ambil kue." Dia menangis sambil memegang tangan saya dan terus meminta maaf.

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, bukan? Mulai dari hal sepele hingga yang fatal seperti salah strategi bisnis hingga harus gulung tikar.

Ingatlah bahwa setiap kesalahan akan melahirkan pelajaran hidup yang berharga. Anda harus memahami bahwa selalu ada pengampunan akan sebuah kesalahan yang kita buat, karena setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia Tuhan yang mengampuni segala kesalahan kita.

Tangisilah kesalahan yang pernah kita lakukan. Ampunilah diri kita. Segera bangkit dan kembali kerjakan panggilan kita, meskipun kita tahu bahwa di kemudian hari kita mungkin melakukan kesalahan lagi.


4. Air Mata Adalah Cambuk untuk Menjadi Lebih Baik


photo credits: newayajin.com

Seringkali ketika saya akan pergi untuk pelayanan di malam hari, anak-anak datang menghampiri dan memberikan salam selamat jalan. Mereka berlari, memeluk dan mencium sebelum saya pergi. Begitu pun ketika saya pulang dan mereka belum tidur. Adiknya yang kecil biasanya lebih peka saat saya akan pergi. Calista, anak saya yang kedua, selalu berlari ke depan, membawakan sepatu dan kaos kaki lalu membantu saya memakainya.

Satu hari, Deon melihat adiknya melakukan itu, bergegas Deon berlari dan merebut pasangan sepatu lalu memberikannya pada saya. Tentu saja Calista merebutnya kembali dan mencegah kakaknya. Deon lantas menangis. Hal yang sama terjadi saat Deon melihat Calista memeluk saya terlebih dulu. Deon menangis tidak terima jika adiknya melakukannya lebih dulu.

Mereka berkompetisi. Mereka mencoba melakukan sesuatu lebih baik dari yang lain. Dalam kompetisi selalu ada pihak yang menang dan yang kalah. Pihak yang tidak menerima kekalahan menghasilkan tangisan.

Tidak jarang dalam hidup, kita merasa kalah dan gagal. Tetapi air mata yang kita keluarkan sudah selayaknya juga menjadi cambuk bagi kita untuk melakukan yang lebih baik lagi. Ingatlah sebuah perkataan hikmat ini: '‘The horse made ready for the battle, but the victory belong to the Lord.. (Prov 21:31)


5. Air Mata Adalah Bentuk Sukacita dan Rasa Syukur


photo credits: popsugar.com

Malam itu saya bercerita pada Deon mengenai hidup manusia.

"Deon, tahukah Deon kalau papah dan mamah itu sayang sama Deon? Kami sayang Deon karena Tuhan yang lebih dulu sayang sama kita. Bahkan Tuhan mau berkorban untuk kita dan mau mengampuni dosa-dosa kita. Tuhan Yesus mati disalib sebagai ganti hukuman dosa kita, Deon tahu itu?"

Sesaat Deon terdiam. Kami sangat kaget ketika dia mulai menangis dan memeluk kami sambil berkata:

"Tuhan itu sayang sama Deon ya?"

"Ya Deon. Tuhan Yesus sayang sama Deon."

Tangisan tidak melulu mengenai duka dan kesedihan. Kadang air mata menjadi bentuk sukacita yang tak terhingga saat kita tahu dan sadar bahwa kita dicintai dan dikasihi.

Bahkan saat tidak ada seorang pun yang mengasihimu, ingatlah bahwa Sang Pencipta tetap mencintai dan memperhatikanmu.

Baca juga: Biarkan Anak Anda Jatuh! Dengan Tidak Selalu Menjaga dan Membentengi, Anda Justru Sedang Mendidik Mereka.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Biarkan Anak Anda Menangis : 5 Rahasia Kehidupan yang Terungkap lewat Air Mata". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Joy Manik | @joymanik428

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar