Bertengkar dengan Pasangan? Inilah 5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Memperkokoh Hubungan Lewat Pertengkaran

Love & Friendship

[Image: experto.de]

5.7K
Pertengkaran yang dihadapi dengan kepala panas dan emosi sesaat bisa membuat masalah yang ada menjadi tambah runyam. Jangan sampai pertengkaran yang tak bisa kamu tangani berbuah merugikan dirimu sendiri kelak. Inilah 5 hal yang perlu kamu pahami agar hal tersebut tidak terjadi.

Pertengkaran dengan sesama teman, keluarga, rekan kerja atau bahkan pasangan, seringkali membuat hari seketika menjadi kelabu dan mood menjadi hancur. Konflik, sekecil apa pun, bisa membuat pertengkaran terjadi. Kamu perlu tahu, pertengkaran yang dihadapi dengan kepala yang panas dan emosi sesaat bisa membuat masalah yang ada menjadi tambah besar. Jangan sampai pertengkaran yang tidak bisa kamu tangani berbuah merugikan dirimu sendiri kelak.

Pertengkaran ditambah emosi sama dengan memadamkan rumah yang terbakar, dengan bensin.

Inilah 5 hal yang perlu kamu pahami agar hal tersebut tidak terjadi:



1. Jangan Keraskan Suaramu, Keraskan Argumentasimu

[Image: Karen Covy]

Dalam perselisihan atau perbedaan pendapat, seseorang memiliki kecenderungan bersuara keras untuk melindungi argumentasinya.

Padahal, berargumentasi tidak perlu mengeluarkan suara menggelegar dengan otot tertarik sedemikian rupa agar didengar.

Berteriak justru akan memancing orang yang berkonflik denganmu untuk melakukan hal yang sama, membuat perselisihan yang sudah ada akan menjadi tambah runyam, bahkan bisa saja menimbulkan persoalan baru. Mengutip sebuah peribahasa, "Tong kosong nyaring bunyinya," dalam perselisihan, seseorang dengan suara yang paling keras justru cenderung dinilai sebagai orang dengan pengetahuan paling sedikit. Jadi tidak perlu mengeraskan suara, menjadi tenanglah, maka kamu juga akan menyalurkan ketenangan pada lawan bicaramu. Saat situasi tenang, secara otomatis kamu bisa berargumentasi dengan lebih logis.



2. Jangan Menyerang Orangnya

[Image: womanworking.com]

Jangan sekali-kali memojokkan lawan bicaramu saat terjadi pertengkaran, apalagi sampai terlontar kalimat yang mengumbar kekurangan; "Memang kamu itu keras kepala!", "Susah diatur," "Maunya menang sendiri," dan lain sebagainya. Perkataan-perkataan tersebut sama saja seperti menyiramkan bensin pada rumah yang sedang terbakar. Hal ini akan semakin mengobarkan emosi yang sedari awal memang sudah ada.

Perbedaan pendapat jangan malah menjadi acuan untuk saling menjatuhkan.

Cermatlah dalam memilih kata-kata saat berkonflik. Fokuslah pada tujuan menyelesaikan konflik, tak perlu mengumbar kekurangan orang lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan permasalahan inti. Jangan mengungkit masalah yang sudah lalu, tetaplah berpegang pada masalah yang sedang dibahas.

Baca Juga: Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis



3. Tidak Semua Perselisihan Berakhir dengan Pikiran yang Sama

Perselisihan yang terjadi tidak selalu harus diakhiri dengan kamu yang menjadi pemenangnya.

Pada dasarnya perselisihan bukanlah lomba yang membutuhkan pemenang untuk menerima piala.

Perlu kamu sadari, tidak semua perselisihan berakhir dengan pemikiran yang sama. Saat kamu memahami dengan jelas hal ini, kamu bisa menjadi lebih bijak dengan tidak memaksakan kehendakmu saat pertengkaran berlangsung. Bila memang pada akhirnya pendapatmu bukanlah yang terbaik, kamu perlu berlapang dada dan tidak memaksakan orang lain untuk tetap mengikuti pendapatmu tersebut.

Baca Juga: Relasi Bukanlah Permainan Apalagi Pertandingan. Tak Ada Menang atau Kalah, Hanya Kehancuran, bila Kita Mempermainkannya



4. Jangan Egois

[Image: Kadin Magazin]

Saat perselisihan berlangsung, merasa diri paling benar adalah hal yang seringkali terjadi, terburu-buru menyimpulkan bahwa konflik hanya dapat terpecahkan bila menggunakan pendapatmu saja. Belajarlah untuk mendengarkan pendapat orang lain terlebih dahulu. Semua orang memiliki pemikiran dan sudut pandang tersendiri. Boleh jadi pendapat lawan bicaramu membuahkan hasil yang lebih baik ketimbang pendapat yang kamu punya.

Menekan rasa egois akan membantu meredam perselisihan.

Jangan cepat-cepat merasa tak terima bila mendapat sanggahan. Gunakan pula cara komunikasi yang sesuai dengan alur logika dan jangan pernah mengatakan, "Pokoknya harus seperti ini! Titik."



5. Berpikir Positif

Menjadi positif di tengah perselisihan memang tidak mudah, tapi hal ini merupakan faktor yang paling penting. Jangan lekas menganggap lawan bicaramu sebagai musuh yang harus kamu kalahkan. Berpikirlah positif pada situasi perselisihan: milikilah keinginan untuk menyelesaikan dan bukan bermusuhan.

Kuasai pikiranmu untuk tetap menjadi pihak yang netral dengan tidak memihak pada dirimu sendiri.

Bila kamu menempatkan dirimu di atas perselisihan tersebut, kamu akan merasa paling benar dan menganggap semua argumentasi dari lawan bicaramu sebagai hal yang negatif.

Baca Juga: 4 Hal Indah yang Akan Kamu Temukan setelah Mengubah Pandanganmu tentang Hidup, yang Ternyata, Tak Melulu Sekadar Soal Kompetisi


[Image: bestwealth.net]

Itulah lima hal penting yang perlu kamu mengerti saat menghadapi perselisihan. Perlu kamu sadari, setiap perdebatan - jika dapat diselesaikan dengan baik - bisa semakin mempererat hubungan satu sama lain. Lewat perselisihan kamu akan dengan sendirinya semakin memahami sifat dan karakter lawan bicaramu - begitu juga sebaliknya. Argumentasi yang berbeda pun dapat didiskusikan tanpa timbulnya rasa permusuhan. Dan perselisihan - serunyam apa pun - dapat terselesaikan dengan toleransi dan kolaborasi yang baik.



Baca Juga:

Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini Akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak

Buat Kamu yang Sering Bertengkar dengan Pasangan, 10 Cara ini Bisa Membuat Harmonis Hubungan Cintamu

Ketika Pertengkaran Tak Terhindarkan, Ingatlah Bahwa Permusuhan adalah Pilihan. Inilah Cara Menyikapi agar Pertengkaran Tak Menghancurkan Relasi



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bertengkar dengan Pasangan? Inilah 5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Memperkokoh Hubungan Lewat Pertengkaran". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Stella azasya | @stellaazasya

Mencintai matahari terbit sebagai alasannya bangun besok hari

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar