Belum Juga Menemukan Pasangan Hidup? Jangan Menyerah, 8 Langkah ini Akan Memberikan Harapan Baru Untukmu!

Singleness & Dating

[Image: nulina.org]

17.3K
Hatimu gelisah karena, tak tahu mengapa, belum juga menemukan pasangan hidup? Jangan menyerah. Belum ketemu bukan berarti tidak ada!


“Ah, Sob, semua cewek mah sama aja: Matre.”

“Cowok itu brengsek semuanya. Ga ada yang bener!”


Bukankah kalimat-kalimat semacam itu yang sering kita dengar dari teman atau keluarga kita ketika mereka mengalami kegagalan dalam hubungan dengan pasangan mereka? Sesungguhnya, tidak semua cewek itu matre dan tidak semua cowok itu brengsek. Banyak perempuan yang hidup dalam kesederhanaan dan cowok baik juga tidak sedikit jumlahnya.

Jika demikian, di mana letak masalah sesungguhnya? Masalahnya terletak di diri kita sendiri. Bagaimana kita memilih calon pasangan akan menentukan bagaimana relasi kita dengan pasangan kita kedepannya.

Berikut beberapa tips agar para jomblowan/jomblowati tidak salah memilih pasangan lagi:


1. Tentukan Kriteria

Pada tahapan ini, kita akan diminta untuk mengenali apa yang kita harapkan dari pasangan kita. Apakah yang seperti model: kurus, tinggi, dan rupawan? Ataukah yang secara fisik mungkin terlihat biasa-biasa saja, tetapi bisa memberikan rasa nyaman?

Carilah orang yang bisa membuat kita merasa nyaman ketika bersamanya. Soal fisik itu hanya bonus dari Tuhan. Kecantikan fisik atau rupa yang tampan akan hilang seiring waktu dan pertambahan usia. Lagipula, percuma juga kan dapat pacar yang rupawan tapi kita tidak merasa nyaman dalam menjalani hubungan?

Baca juga: Sudahkah kamu menjadi orang yang dicari oleh orang yang kamu cari?


2. Tempat Berkenalan

[Image: eatthis.com]

Oke, tahap pertama sudah dilakukan, well done!!

Selanjutnya, di mana kita berkenalan dengan calon pasangan kita menentukan ‘jenis’ pasangan seperti apa yang akan kita dapatkan. Di perpustakaan atau toko buku? Kemungkinan besar kamu akan bertemu dengan calon pasangan yang bertipe serius, berwawasan luas karena suka membaca, dan bisa jadi teman diskusi yang seru. Di gym? Kamu akan bertemu dengan para penyuka olahraga, bergaya hidup sehat, dan tentunya, peduli penampilan. Di tempat clubbing? Jeb a jeb ajeb!


3. Jangan Terburu-buru!

[Image: lifehack.org]

Kriteria sudah terpenuhi, berkenalan pun di tempat yang baik. Ah, kayaknya dia nih si “The One” itu. Ketika beberapa kriteria sudah terpenuhi maka secara otomatis kita akan menaikkan harapan ke level yang lebih tinggi lagi pada calon pasangan kita, bukan?


Wait, jangan terburu-buru merasa cocok!


4. Browsing, Gan!

[Image: consolo.nl]

Hari gini, apa sih yang nggak ada di internet? Oleh karena itu, mari kita pergunakan internet dan media sosial untuk sedikit banyak atau banyak sedikit ngepoin calon pasangan kita. Di zaman ini, setiap orang pasti meninggalkan jejak sejarah di internet, entah info yang sifatnya penting gak penting semacam daftar UAN waktu SMA, judul skripsi waktu kuliah, sampai link ke akun media sosial yang bersangkutan. NAH! Lakukanlah “riset” dan “investigasi” yang sifatnya "mendalam" terhadap calon pasangan kita lewat akun media sosialnya. Ini bukan stalking kok, sungguh, hanya “riset” dan “investigasi” yang "mendalam" saja.


5. Mengenal Sahabatnya

[Image: kanaltigapuluh.info]

“Birds of a feather flocks together.” Kita cenderung memilih untuk bergaul dengan orang-orang yang mempunyai minat, karakter, atau perilaku yang sama dengan kita.

Dengan siapa kita bergaul mencerminkan seperti apa diri kita.

Maka dari itu, cobalah mengenal sahabat-sahabat calon pasangan kita. Dari mengenal dan bergaul dengan sahabat-sahabatnya, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas seperti apakah calon pasangan kita itu sebenarnya. Dan bonusnya, jika kita diterima dengan baik oleh sahabat-sahabat calon pasangan kita, kita juga bisa mendapatkan ‘bocoran” info A1 tentang dirinya yang tidak akan dapat diperoleh lewat jurus “riset” dan “investigasi” "mendalam" semata.


6. Be Yourself

[Image: tumblr.com]

Jangan berpura-pura!! Cukup jadi diri sendiri, apa adanya, di depan calon pasangan. Tidak perlu mengada-adakan apa yang tak ada atau sibuk membangun sebuah pencitraan. Justru ketika kita tidak dapat menjadi diri sendiri kemungkinan gagal dalam relasi ke depan akan lebih besar. Biarkan calon pasangan menilai kita dengan keadaan yang sebenarnya.

Bukankah ini inti dari sebuah relasi: saling mengenal dan menerima satu dengan yang lain, dengan seutuhnya?


7. Rohani

[Image: crosswalk.com]

Rohani? Ya, meskipun terdengar klise, ini adalah salah satu faktor yang amat penting.

Pertama, carilah pasangan yang mempunyai iman yang sama. Sebuah relasi jika dibangun di atas sebuah dasar yang sama tentu akan jauh lebih kuat daripada jika dibangun dengan dua dasar yang berbeda. Lalu, bagaimana jika terlanjur jatuh cinta dengan orang yang berbeda agama? Kamu bisa menemukan jawabannya di artikel ini.

Kedua, pasangan yang baik adalah yang, jika dengan bersamanya, kerohanian kita bisa semakin meningkat dan kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Jadi, jika calon pasangan malah membuatmu semakin jauh dari Tuhan, maka kemungkinan besar Ia bukan orang yang tepat untukmu!


8. Waktu

Waktu adalah penguji yang teruji.

Ujilah keseriusan kita dengan waktu. Ujilah ketepatan calon pasangan kita, juga dengan waktu.

Bukankah pada poin ke 3 di atas kita sudah setuju untuk tidak terburu-buru?

“Gak takut keburu ditikung orang?” Hehehe, tenang saja, kalaupun Ia ditikung oleh orang lain, itu hanya berarti bahwa Ia bukanlah pasangan yang sudah Tuhan persiapkan untukmu.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belum Juga Menemukan Pasangan Hidup? Jangan Menyerah, 8 Langkah ini Akan Memberikan Harapan Baru Untukmu!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar