Belajar dari Istri Ahok, Veronica Tan: 4 Peran Tak Tergantikan Istri yang Membentuk Kesuksesan Suami

Reflections & Inspirations

[Image: myahok.com]

39.3K
Di balik keperkasaan seorang suami menghadapi banyak masalah, selalu ada kelembutan seorang istri yang memberikan kekuatan. Istri memang seringkali tak tampil di depan. Namun, tanpa kehadirannya di belakang panggung, sang suami tak akan punya cukup kekuatan untuk berdiri di tengah kerasnya panggung kehidupan.

Saat media massa, baik cetak maupun elektronik, ramai menyiarkan soal demontrasi di Jakarta, saya membaca tulisan menarik karya Agnes Harvelian berjudul “Ketika Veronica Tan Berbagi Cerita” yang di-share di grup Family Devotion. Pembukaannya saja sudah menarik minat saya. "Pah, habiskan dulu sarapanmu. Kali ini aku boleh sampaikan sesuatu? Kita matikan televisi ya." Begitu Agnes membuka tulisannya.

“Pah, setiap pagi aku bangun lebih pagi untuk persiapkan sarapanmu dan merapikan bajumu agar kamu tampil betul-betul tampan dan sehat untuk bertemu dan menanggung beban serta sakit banyak rakyatmu. Pah, aku paham beban yang kamu emban. Karenanya tidak banyak keluh kesahku yang bisa tercurah bebas padamu. Rasa sesak belum selesai, nyatanya aku pun harus menjadi yang utama mendengar keluh kesah anak anak. Karena aku ingin selalu menjaga lelahmu hanya selesai seketika kamu pulang kerja. Sudah terlalu banyak yang kamu pikirkan, aku ingin hanya tawa dan semangat yang kita bagi bersama di meja makan. Pah, kadang kita sedikit berdebat untuk waktu tidurmu. Aku harus paksa mata terpejam lebih cepat agar kamu pun ikut tidur dengan cepat. Suatu malam, suara batukmu membangunkanku. Entah pukul berapa, entah seberapa ngantuknya, aku terbangun dari lelap, meraba pegangan untuk menyangga kepala yang masih kunang-kunang. Obat dan air hangat dengan doa, untuk setiap sakitmu. Aku khawatir rakyatmu akan menunggu terlalu lama di Balai Kota, mereka butuh kamu. Sambil mengecup, membelaimu kutitipkan doa pada Tuhan untuk terus melindungimu.”

Baca Juga: Jangan Hanya Ngefans, Teladani 5 Gaya Kerja Ahok ini untuk Indonesia yang Lebih Baik!

Begitu sebagian curhatan Veronica Tan yang ditujukan untuk suaminya. Namun, bagi saya dan juga bagi banyak pasangan suami-istri lain, curhatan itu memberi kita pelajaran yang sangat bermakna. Saat merenungkan curhatan di atas, saya mengambil sebuah kesimpulan, bahwa untuk menjaga keluarga tetap awet dan harmonis hanya ada satu rahasia terpenting. Apa itu?

Selalu bersama dalam suka maupun duka!

Apa yang Veronica lakukan untuk tetap bisa bersama dalam situasi dan kondisi apa pun?



1. Menjadi Manusia Pagi

[Image: Totlworld.com]

Veronica Tan bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan dan merapikan baju Ahok agar suaminya tetap sehat dan tampil tampan. Istri saya, Fransiska Xaviera Susana, selalu bangun paling pagi di rumah. Untuk apa dia bangun sepagi itu? Setelah berdoa, dia membuka gorden dan melakukan dua hal. Pertama, saat saya bersaat teduh dan berdoa, istri saya sudah berada di dapur untuk memasakkan sarapan buat kami, tiga 'jagoan'nya. Sejak bibi kembali ke Blitar dan asisten rumah tangga pulang kampung untuk menikah dan tidak kembali lagi, istri saya menjadi satu-satunya wanita di rumah kami. Tanpa mengeluh, dia selalu menyiapkan sarapan pagi bagi kami semua, termasuk sopir kami. Dulu istri saya tidak pandai memasak. Sekarang pun, saat ditanya orang, dia selalu berkata, “Aku tidak pandai masak.” Saya salut! Dia tidak pandai tetapi mau belajar memasak dengan membeli resep masakan. Kadang dia menyuruh anak bungsu saya untuk mencarikan resep dengan browsing di internet.

Pekerjaan berikutnya yang menanti - sebenarnya dikerjakan bersamaan - adalah mencuci pakaian. Meskipun kami punya mesin cuci, tetapi karena bukan front loading, maka kami harus menguras dan mengisi ulang air berkali-kali. Pertama, mencuci. Berikutnya membilas dua kali. Ketiga, merendam dengan pelembut dan pengharum. Keempat memeras. Kelima menjemur. Hebatnya, istri saya bisa melakukan hal itu secara multitasking. Kadang-kadang, ikan yang digorengnya sampai gosong ... hehehe ... Jika hari libur, sayalah yang mengambil alih proses cuci mencuci ini.

Setelah itu apa yang istri lakukan? Jika lelah, dia istirahat sejenak. Jika tidak, dia langsung belanja. Tugas berikutnya yang sudah menanti adalah menurunkan pakaian dari jemuran, memilah dan memilih sesuai jenisnya, lalu mulai menyetrika.

Baca Juga: Inilah 5 Hal Istimewa yang Dimiliki oleh Para Super Moms, Ibu Rumah Tangga yang Luar Biasa



2. Menjadi Pendengar yang Baik

[Image: pattylaurel.com]

Saat anak saya pulang ke rumah, istri saya biasanya mengecek bagaimana pelajaran hari itu. Apakah bisa mengerjakan UH [Ulangan Harian] atau tidak. Tidak jarang, terjadi ‘debat seru’ antara istri dan anak bungsu saya. Biasa. Ibu di mana saja ingin selalu ‘mengatur’ anaknya agar bisa jadi anak ‘jempolan’ di sekolah dan ‘behave’ di rumah. Yang jadi persoalan, apa yang ‘jempol’ bagi isteri saya belum tentu ‘ciamik’ bagi anak saya. Bukan hanya karena faktor generation gap, tetapi juga perbedaan gender. Jika pas ada di dekat mereka, saya diperhadapkan untuk menjadi ‘juri’ yang adil di antara dua orang yang sama-sama saya cintai. Ternyata sulit juga menjadi penengah dari dua kepentingan yang berbeda. Wkwkwk.

Baca Juga: Orangtua, Jangan Lelahkan Diri dengan Mengatur Semua Perilaku Anak!

Veronica Tan meminta televisi dimatikan agar bisa bercakap-cakap dengan Ahok. Istri bukan hanya menjadi pendengar yang baik. Suami pun juga. Istri yang sudah lelah seharian bekerja di rumah [dan di kantor bagi wanita karier] perlu didengar keluh kesahnya.

Baca Juga: Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami



3. Menjadi Dokter Merangkap Perawat

[Image: manflu.org.uk]

Saat Ahok batuk-batuk, Veronica memaksa bangun meskipun kepalanya ‘masih kunang-kunang’. Jika saya atau anak-anak saya batuk - saat menulis curhatan ini pun kami memang sedang batuk - istri saya, yang melayani di poliklinik, selalu siap dengan obat. Boleh dibilang, kami sangat jarang ke dokter, karena sudah punya ‘dokter’ dan ‘perawat’ pribadi di rumah. Meskipun katanya kerikan [kerokan] tidak baik bagi kesehatan, tetapi saya selalu menantikan kerokan istri saya, karena rapi seperti zebra di punggung saya. Sebaliknya, jika dia yang ‘masuk angin’, hasil kerokan saya carut marut tidak karuan karena tanda tambah, kurang, kali, bagi dan sama dengan saya pakai semua. Hasilnya? Lukisan abstrak!

Baca Juga: Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukkan Perhatian dan Menjaga Diri Tetap Sehat



4. Menjadi Pendoa bagi Keluarga

[Image: club31woman.com]

Jika Veronica Tan mendoakan Ahok agar Tuhan lindungi, istri saya selalu mendoakan saya dan anak-anak. Setiap hari, saya pun mendoakan anak dan anak-anak angkat saya yang semuanya sudah saya anggap anak kandung saya. Doa seorang istri, bukan hanya perlu didengar Tuhan, tetapi juga suami.

“Doa orang benar,” menurut Penulis Amsal, “didengar Tuhan.”

Baca Juga: Inilah 5 Hal tentang Doa, Bagaimana Berdoa, dan Jawaban Tuhan atas Doa


Empat hal di atas jika diringkas dan disimpulkan berarti tetap bersama dalam suka maupun duka. Itulah rahasia terbesar yang seharusnya kita jaga dan praktikkan terus-menerus agar rumah tangga kita diberkati oleh Sang Khalik!



Baca Juga:

2 Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan

3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belajar dari Istri Ahok, Veronica Tan: 4 Peran Tak Tergantikan Istri yang Membentuk Kesuksesan Suami". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar