Baper Gara-Gara Status di Media Sosial? Demi Kesehatan Jiwamu, Lakukan 4 Hal Ini

Reflections & Inspirations

photo credit: waterfordwhispersnews

882
Harus diakui beberapa unggahan dari orang-orang tertentu berpotensi "membunuh" kita secara perlahan.

Pada musim liburan bulan Juni kemarin, seorang teman saya menulis status di dinding FB-nya demikian:

"Orang-orang posting foto-foto liburan dan gambar-gambar kuliner, sementara aku terkapar kesakitan di sini."

Saya ikut merasa prihatin karena saya tahu teman saya ini menderita kanker stadium lanjut. Sudah barang tentu dia tidak bisa berjalan-jalan dan tidak bisa makan-makan segembira orang-orang lain yang relatif lebih sehat darinya.

Ketika merenungkan hal ini, sejujurnya bukan orang sakit saja yang bisa "baper" ketika membaca atau melihat postingan orang di media sosial, misalnya di FB dan Instagram. Orang yang sehat pun bisa terserang perasaan mellow jika dia membiarkan dirinya terbawa perasaan ketika karena satu atau lain hal dia tidak memiliki kesempatan untuk memajang hal-hal indah dan menyenangkan di media sosial. Perasaan mellow ini jika tidak diatasi, cepat atau lambat, akan memengaruhinya secara jasmani dan rohani, misalnya menyeretnya ke dalam depresi.

Ada beberapa unggahan di media sosial yang berpotensi menyeret kita menjadi "baper", yaitu unggahan tentang wisata, foto-foto makanan mewah atau pose-pose di resto tertentu, foto-foto prestasi anak-anak atau keluarga, foto-foto kedekatan keluarga atau kemesraan suami-istri, foto-foto kekayaan pribadi, foto-foto kehamilan, dan lain sebagainya.

Bayangkan, pasutri yang sudah bertahun-tahun menanti untuk bisa mendapat momongan, bisa jadi merasa merana ketika melihat foto seorang ibu yang sedang memamerkan perut gendutnya. Seorang gadis yang belum punya pacar, bisa jadi merasa galau dan takut menjadi jomlo abadi ketika melihat teman-temannya sedang mesra dengan kekasihnya.

Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar kita tidak terbunuh secara perlahan oleh unggahan orang di media sosial. Berikut di antaranya.


1. Berpikirlah secara rasional

photo credit: Pixabay

Ketahuilah bahwa yang dipajang di medsos itu belum tentu "seindah aslinya". Misalnya, pasangan yang tampak mesra di Instagram, belum tentu semesra itu setiap hari. Bisa jadi mereka malahan sering bertengkar di rumah. Orang yang gemar memajang foto makanan mewah, belum tentu orang yang berkantong tebal dan sanggup membuat kita merasa kecil karena belum tentu kita mampu membayar harga makanan yang dinikmati Si Penggunggah. Bisa jadi dia sering makan di tempat-tempat mewah karena dia ditugaskan kantor untuk menjamu klien kantor tempat ia bekerja.


2. Cobalah memahami unggahan dari sisi psikologisnya

photo credit: RantNOW

Banyak orang mengunggah gambar dengan tujuan melakukan pencitraan, entah itu disadarinya atau tidak. Kebutuhan untuk melakukan pencitraan itu bisa muncul karena didorong oleh kebutuhan untuk mengaktualisasi diri. Banyak orang yang merasa dirinya tidak eksis, maka melalui media sosial, ia seolah ingin berteriak, "Hai, aku di sini!" Dengan memahami ini, Anda tak perlu merasa berkecil hati karena tak punya gambar-gambar untuk diunggah. Sebaliknya, bersikaplah dewasa dengan memahami bahwa eksistensi diri tak harus dibuktikan melalui unggahan di media sosial.


3. Pahamilah bahwa jalan hidup dan kejadian di dalam hidup kita sudah diatur oleh Sang Pencipta

Jika ada orang yang memajang foto makan malam yang romantis pada hari ulang tahun pernikahannya, Anda tak perlu harus gundah karena jangankan merayakan pernikahan, jodoh saja belum jelas kapan datangnya, padahal usia sudah mendekati "Kepala 5". Kita harus menyadari benar hidup kita ini sudah direncanakan dengan baik oleh Pencipta kita. Jika pada usia yang sudah sangat cukup, namun Anda belum menikah, maka yakinlah ada hal baik lain yang sedang disiapkan untuk Anda.


4. Hindarilah mengintai atau "stalking" media sosial orang

Poin ini adalah hal terpenting yang harus kita lakukan demi menghindari kita jadi 'baper' karena kesalahan sendiri! Janganlah kita cuka mengintip-intip FB, Instagram, Twitter, atau media lain milik orang lain. Kalau Anda tidak mau sakit hati karena melihat mantan Anda kini berpacaran dengan orang lain yang lebih keren dari Anda, maka jangan buka Instagramnya yang penuh dengan panorama indah tapi menyesakkan dada Anda!

Baca juga: Merdeka? Belum Tentu, Bisa Saja Media Sosial Menjajah Kita! Bebaskan Diri lewat 4 Hal Ini

Memang tidak semua orang terpengaruh oleh unggahan orang lain di media sosial, tetapi harus diakui beberapa unggahan dari orang-orang tertentu berpotensi "membunuh" kita secara perlahan. Misalnya, orang yang berutang kepada kita ternyata mengunggah foto mobil barunya lengkap dengan caption "Mau buka plastik kaca spionnya kok sayang, yah" Nah, coba bagaimana tuh perasaan Anda setelah stalking Instagramnya? Jadi pengin nyewa debt collector, kan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Baper Gara-Gara Status di Media Sosial? Demi Kesehatan Jiwamu, Lakukan 4 Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


martha ekawati pratana | @marthapratana

Ibu dua orang anak, dan istri seorang suami. Menulis, menyunting dan menerjemahkan adalah caranya berpartisipasi di dalam dunia yang terus bergerak ini.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar