Banyak Orang Berpikir Seperti Saya : Uang, Rumah dan Mobil adalah Syarat Terciptanya Keluarga Bahagia. Ternyata Saya Salah!

Reflections & Inspirations

photo credit: filho

2.2K
Saya dan suami sependapat bahwa hidup kami akan bahagia bila memiliki uang banyak, rumah besar dan mobil mewah.

Semua orang selalu menginginkan hidup bahagia. Terutama bagi pasangan yang akan menikah, mereka ingin sekali memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia bersama orang yang dicintainya. Begitu pula saya. Setelah selesainya pesta pernikahan, saya dan suami mempunyai keinginan untuk bisa hidup bahagia.

Saya dan suami sependapat bahwa hidup akan bahagia apabila kami memiliki uang banyak, rumah besar dan mobil mewah.

Maklum saat itu kami bukan orang kaya yang memilki banyak uang, sehingga dalam pikiran saya, jika memiliki banyak uang maka hidup akan bahagia. Keinginan itulah yang akhirnya membuat saya dan suami bekerja keras mewujudkan impian. Hari berganti hari tahun pun berlalu akhirnya kami mendapatkan apa yang menjadi idaman. Rumah besar, mobil mewah dan uang banyak ada pada kami. T ernyata setelah meraih itu semua, saya tetap merasa tidak bahagia.

Baca juga: Perempuan, 7 'Tuntutan' Ini Tak Perlu Membuatmu Merasa Tersudut dan Melupakan Kebahagiaanmu Sendiri


Rumah Besar

photo credit: Lioness Magazine

Siapa yang tidak bahagia bila memiliki rumah yang besar? Pasti semua orang menginginkan mempunyai rumah yang besar. Sayangnya, saya tak merasakan hal itu. Apalah arti rumah yang besar, jika hanya saya dan anak-anak yang berada di rumah ini? Besarnya rumah ini hanya menambah kesepian buat saya. Tidak pernah ada lagi canda tawa, kemesraan dan kehangatan di rumah ini. Sejak suami saya sudah jarang pulang ke rumah. Yang ada hanyalah kesunyian dan deraian air mata pada setiap malam dari dalam kamar tidur saya.


Mobil Mewah

photo credit: azcentral

Impian saya dan suami setelah menikah adalah memiliki mobil mewah yang bisa kami nikmati bersama saat liburan ke luar kota. Saya membayangkan pasti senang sekali jika memiliki mobil mewah yang saya nikmati bersama suami saya. Mobil mewah sangat nyaman, interior mobil yang bagus, dan model yang keren pasti menambah kebahagiaan saya bersama suami. Khayalan itulah yang terus terbayang di pikiran saya.

Baca juga: Pernikahan Tidak Bahagia? Setiap Hari 'Sleeping with The Enemy' ? Inilah 6 Cara Cerdas Mengatasinya!


Tapi ternyata, kenyataan tidaklah seindah khayalan saya.

Apalah arti memiliki mobil mewah jika ternyata seperti menggunakan angkutan umum saja?

Bukan orang yang saya cintai yang bersama saya, melainkan seorang sopir yang setiap hari mengantar saya ke mana saja.


Uang yang Banyak

photo credit: Wholify

“Papa kemana ma, kok tidak pernah pulang?”

Berderailah air mata saya saat mendengar pertanyaan itu terlontar dari bibir mungil anak saya. Tidak tahu harus menjawab apa, yang saya tahu hanya berusaha tetap tersenyum di hadapan anak saya.

Ternyata, uang dalam jumlah banyak telah mengubah semuanya. Suami yang dahulunya selalu banyak waktu buat saya dan anaknya, kini tidak lagi. Banyak uang membuat suami saya lupa istri dan anaknya. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk bersenang-senang dengan teman-temannya.

Kini saya baru sadar bahwa kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang. Sebanyak apa pun uang yang saya miliki, saya tetap tidak bisa membeli kebahagiaan itu.

Jam dinding menunjukkan pukul 23:50 WIB, karena tidak bisa tidur memikirkan di mana suami saya, bersama dengan siapa dan sedang apa dia? Saya buka media sosial saya. Saya melihat ada teman yang mengupload fotonya bersama suami dan anaknya sedang makan pisang goreng sambil tertawa bahagia di rumahnya yang kecil.

Baca juga: Bahagia, Meski Menderita Kanker dan Tak Berlimpah Materi. Bahwa Bahagia Sejatinya Perkara Hati, Keluarga Ini Membuktikannya

Betapa bahagianya teman saya itu, melihat fotonya seperti mengatakan bahwa mereka sangat bahagia meskipun hidup sederhana. Dalam hati saya langsung mengatakan “Aku telah salah menilai arti bahagia.” Uang memang penting. Tapi bukan uang yang terpenting dan segalanya. Banyak juga rumah tangga yang bercerai karena faktor uang. Banyak pula rumah tangga yang bercerai karena setelah banyak uang hidup mereka malah berantakan.

Setiap orang yang berpikiran sama seperti saya, beranggapan bahagia itu artinya memiliki rumah besar, mobil mewah dan uang banyak. Ubahlah paradigma itu. Ternyata rumah besar, mobil mewah dan uang banyak tidak menjamin kebahagiaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Kebahagiaan sejati itu adalah saat kita memiliki pasangan hidup yang menghormati Tuhan, mencintai kita dengan tulus dan selalu ada di samping kita.

“Sayang, kenapa kamu menangis?”

Saya buka mata saya dan melihat di sekeliling saya.

“Ahh.... Untung itu semua hanya mimpi.”

Saya peluk suami saya, saya hapus airmata di pipi dan berkata padanya.

“Saya bersyukur walaupun hidup sederhana tapi memiiliki suami yang takut akan Tuhan dan mecintai istri dan anaknya.”

Saya cium suami saya dengan berlinang air mata bahagia di hati saya.



Sila membaca tulisan-tulisan ini untuk mendapatkan inspirasi dalam relasi :

Bukan Gemuk atau Kurus, tapi Satu ini Masalahnya, jika Kamu Merasa Hidupmu Tak Bahagia

Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja

Seni Merawat Keluarga : 4 Hal yang Harus Dilakukan dan 4 Tanda Keluarga Sehat dan Hangat


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Banyak Orang Berpikir Seperti Saya : Uang, Rumah dan Mobil adalah Syarat Terciptanya Keluarga Bahagia. Ternyata Saya Salah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Christine Santoso | @christinesantoso

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar