25 Tahun Pernikahan: Ini Cara Kami Mengatasi Kejenuhan dalam Relasi

Marriage

fthmb.tqn

563
Bagaimana rasanya mengarungi pernikahan selama 25 tahun?

“Every moment I spent with you… shined. Because the weather was good, because the weather was bad and because the weather was good enough. I loved every moment of it. No matter what happens, it is not your fault! - Kim Shin


Tahun ini (2017), bulan ini (Nopember), suami dan saya memasuki pernikahan kami yang ke-25.

Bagaimana rasanya mengarungi pernikahan selama 25 tahun? Pasangan yang lebih muda mungkin akan merasa penasaran, sedangkan pasangan yang lebih senior mungkin akan mengatakan, “Welcome to the club!”
images.wisegeek

Namun, sejujurnya bagaimana kesan saya tentang pernikahan yang sudah membawa saya berjalan sejauh ini?

Seperti pernikahan lainnya, pernikahan kami pasti ada ‘ups and downs-nya. Saya sekarang yakin bahwa tidak ada yang namanya pernikahan yang “happily ever after” seperti yang dikesankan oleh dongeng-dongeng karangan H.C. Andersen. Yang ada adalah pernikahan yang “down to earth”, yaitu pernikahan yang harus menerapkan sebuah prinsip yang saya pelajari dari sebuah buku kuno:

“Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

Artinya, supaya lebih kokoh pernikahan kita harus seperti tali tiga lembar; lembar tali ketiga adalah Sang Pencipta Agung yang mendesain adanya pernikahan di bumi ini. Kita harus melibatkan bantuan Dari Atas.

Baca juga: Untuk Calon Suamiku, Sejujurnya Hubungan Ini Kuawali dengan Ragu

Ups and Downs yang kami alami pastilah beraneka-ragam; mulai dari persoalan anak, persoalan orangtua, persoalan keluarga besar dan, tentu saja yang paling seru adalah persoalan di antara kami sendiri.

Bagaimana saya melewati semua tantangan ini?

Cuma satu yang menjadi motivasi saya dalam menjalani kehidupan pernikahan, yaitu janji pernikahan yang pernah saya ucapkan dulu:

youqueen

“Ketika waktunya baik dan ketika waktunya tidak baik sampai maut memisahkan kita.” Bahkan bukan hanya ketika waktunya baik atau tidak baik, namun ketika waktunya biasa-biasa saja motivasi untuk tetap menjaga perkawinan mendorong saya untuk membuang opsi apa pun yang akan membuat keluarga saya retak dan membuat anak-anak saya menyaksikan dua orangtua yang terpisah.

Ya, mirip yang dikatakan tokoh Kim Shin dalam film ‘Goblin: The Lonely and Great God’, episode 6.

“Every moment I spent with you… shined. Because the weather was good, because the weather was bad and because the weather was good enough."

(image: bp)

Mereka yang sudah menjalani hidup pernikahan yang cukup lama, pasti juga pernah merasakan bahwa kesibukan sehari-hari yang dijalani bersama dalam waktu yang cukup lama juga berpotensi untuk menawarkan hubungan di antara pasangan suami-isteri.

Baca juga: Istri Menjengkelkan? Pria, Satu Hal Ini Akan Mencegahmu untuk Memukulnya

Untuk menepis tekanan kebosanan karena telah hidup bersama selama bertahun-tahun, saya selalu mengingat kiat yang pernah disampaikan oleh seorang sahabat senior saya:

“Ingatlah hal-hal lucu dan menyenangkan yang pernah kalian jalani bersama”.


Kata-kata sahabat senior saya itu seratus persen benar, ketika pernikahan menjadi ‘mundane’ alias kehilangan gregetnya, jangan lupakan hal-hal yang dulu terasa membakar semangat. Selain itu, ketika saya sedang sendiri dan merenungkan hakikat pernikahan, ada satu bisikan yang selalu muncul: “Just give thanks to a good husband that God has sent you”. Kesadaran bahwa saya memiliki seorang suami yang baik membuat saya tidak pernah menyesal bahwa saya menikah.

Sebagai penutup, saya ingin kita menonton sebuah Music Video. Semoga tayangan ini mengingatkan para pasutri bagaimana perasaan hati ketika dulu memulai "pedekate". Jika ada perasaan bersemangat yang mulai luntur, semoga video ini mengingatkan kembali bagaimana indahnya ketika kita mencintai.


Ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya? Klik di bawah ini:

Ketika Hubungan Mertua dan Menantu Tak Seindah Bayangan, 4 Hal Ini Jadikan Pegangan

Beberapa Pernikahan Memang adalah Kesalahan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "25 Tahun Pernikahan: Ini Cara Kami Mengatasi Kejenuhan dalam Relasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


martha ekawati pratana | @marthapratana

Ibu dua orang anak, dan istri seorang suami. Menulis, menyunting dan menerjemahkan adalah caranya berpartisipasi di dalam dunia yang terus bergerak ini.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar