Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Berbahaya Lain yang Dapat Membunuh Relasi

Love & Friendship

[Image: aprilkoehlerphotography.com]

9.7K
Terimalah orang-orang yang kita kasihi sebagaimana kita berharap juga untuk diterima: dengan seutuhnya. Relasi adalah antara kita dengan pasangan, bukan dengan orang lain. Pilihlah apa yang paling penting. Jangan biarkan ekspektasi yang berlebihan menghancurkan relasi!

***

“Valentine kemarin pacarnya Susi ngajak Susi candle light dinner di restoran mahal loh! Dia dikasih buket bunga mawar dan kalung berlian. Romantis, ya? Gak kayak kamu! Jangankan kalung berlian, sekuntum mawar aja ga ada. Malam Valentine malahan main game!" komplain seorang gadis pada pacarnya.

"Pi, tetangga itu beliin mobil loh buat istrinya. Kapan Papi beliin mobil buat aku?" rengek seorang istri pada suaminya.

“Bulan depan sepupu kamu menikah. Trus kamu gimana? Kapan nikahnya? Makanya, cari pacar dong!” Teriak ibunda pada anak gadisnya.

***

Pernyataan-pernyataan semacam di atas itu tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Entah mengapa, kita sering banget membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain. Seolah-olah apa yang dialami oleh orang lain menjadi standar bahwa itu juga harus kita alami. Tanpa sadar, kita telah menuntut orang terdekat kita untuk melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Itulah ekspektasi berlebihan yang dapat membunuh sebuah relasi.

Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain? Tentu saja tidak ada, kan? Tetapi itulah yang seringkali tanpa sadar kita lakukan pada orang terdekat kita, entahkah itu pasangan kita ataupun anak-anak kita. Jika kita tidak suka dibanding-bandingkan, maka jangan pernah membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain.

Awalnya kita membanding-membandingkan, lalu jadi ngambek. Dari ngambek, jadi marah, kemudian berubah menjadi menuntut, ujung-ujungnya berantem. Keseringan berantem bisa jadi putus. Untuk keluarga, ujung-ujungnya bisa sakit hati. Yang pasti, hubungan menjadi rusak hanya gara-gara satu penyakit hati ini. Eh, kok dibilang penyakit sih? Ya iyalah, ini penyakit. Yang kalau dibiarkan, akan membunuh relasi kamu.

Dari mana datangnya ekspektasi yang membahayakan itu?


1. Nonton Film Romantis

Yang namanya film itu pastinya penuh dengan rekayasa. Dan karena itu, tentu saja menggambarkan semua yang bagus-bagus. Apa yang ingin dilihat orang, yang bisa menimbulkan fantasi, itu yang ditampilkan. Akan tetapi, pada kenyataannya, hidup seringkali tidak seperti itu. Pernah ada kejadian seorang wanita memutuskan pacarnya karena pacarnya tidak mau mengantarkan makanan di tengah malam. Tidak seperti pria di film Korea yang mengantarkan makanan di tengah malam dan di tengah badai hujan salju, katanya. Well, ngenes, kan? Kenapa juga harus membandingkan pacar dengan tokoh fiktif yang tidak pernah ada?

[Image: womandaily.co.kr]


2. Cerita Teman

Kaum hawa biasa banget ngumpul dengan teman-temannya dan bertukar cerita tentang apa yang dilakukan oleh pasangan masing-masing kepada mereka, mulai dari hadiah, makan malam romantis, dan lain-lain. Lalu, lucunya ada saja oknum yang, dengan berniat pamer, menanyakan "Kalau kamu, gimana? Apa yang cowokmu kasih ke kamu?" Bagi mereka yang punya cowok gak romantis, gak pernah ngasih ini itu, dijamin langsung gigit jari! Tak pelak, pulang ngumpul cantik, langsung cowoknya kena ambekan ga jelas. Begitu ditanya, “Kamu kenapa?” Hanya dijawab “Aku gak apa-apa! Kamu memang gak peka!” Si cowok pun bingung tujuh keliling, ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba kena ambekan.

Girls, seriously, ini bahaya banget. Jangan pernah lakukan ini.

Jangan pamer apa pasangan kita lakukan pada kita, juga jangan menuntut pasangan kita untuk jadi seperti pasangan orang.


3. Tradisi Hari Keramatnya Wanita

Setiap hari Valentine, kayaknya sudah jadi sebuah kewajiban bagi pria untuk memberikan bunga dan mengajak makan malam romantis. Gak hanya Valentine, ada juga tanggal pertama ketemu, tanggal pertama kali jalan berdua, tanggal jadian, monthly-versary (itu loh, yang sering salah dikira sebagai anniversary, tapi bulanan - "Happy anniv 3 bulan ya, Sayang!" begitu kira-kira), dan juga anniversary yang sesungguhnya (yang tahunan!). Wew, banyak ya?

Cowok dipaksa untuk mengingat semua "hari keramat" bagi cewek itu. Kalau sampai lupa, pasti jadi runyam. Entah berawal dari mana budaya ini, yang pasti sudah jadi mendunia. Bagi cowok yang ga lakukan ritual ini, siap-siap diamukin ceweknya.

Padahal, coba pikir lagi, mengapa gara-gara satu hari ini lalu menghancurkan hubungan kita? Apakah satu hari itu begitu berarti hingga dapat mewakilkan ribuan hari yang lainnya?
[Image: trazeetravel.com]


4. Budaya Harus Menikah

Setiap masyarakat punya budaya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Sebagian memang ada yang baik, tetapi ada juga yang tidak baik. Budaya bahwa semua orang harus menikah, misalnya. Di masyarakat Indonesia, seseorang yang belum atau tidak menikah biasanya akan dicap sebagai orang aneh atau dipandang rendah lalu diberi label "Gak laku!" Gara-gara budaya ini, kita memaksakan diri dan memaksa orang lain untuk mengikuti budaya sampai mengorbankan hal-hal yang lebih esensi. Kebayang ga, gara-gara “budaya harus nikah” berapa banyak orang yang asal menikah dan akhirnya menikah dengan orang yang salah? Gara-gara budaya menikah harus punya anak, ada pasangan yang akhirnya bercerai karena pasangannya tidak bisa memiliki anak. Gara-gara budaya adik tidak boleh melangkahi kakaknya menikah duluan, lalu sang adik jadi ga boleh nikah, atau Ia menikah tapi hubungan keluarga dengan sang kakak jadi runyam.

Mari buka mata hati kita. Lihatlah apa yang paling penting dalam hidup ini. Jangan biarkan gara-gara "kewajiban" untuk sekadar memenuhi tuntutan budaya, justru menghancurkan hidup kita atau hidup keluarga kita.

Jika kita ingin agar hubungan kita baik, buanglah jauh-jauh semua hal itu. Cobalah mengerti pasangan dan keluarga kita dengan lebih baik.


Terimalah orang-orang yang kita kasihi sebagaimana kita berharap juga untuk diterima: dengan seutuhnya.

Relasi adalah antara kita dengan pasangan, bukan dengan orang lain. Jangan biarkan kerikil-kerikil tajam itu membuat kita tersandung dan menghancurkan hubungan kita.

Pilihlah apa yang paling penting. Jangan biarkan ekspektasi yang berlebihan menghancurkan relasi kita!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Berbahaya Lain yang Dapat Membunuh Relasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Vonny Thay | @vonnythay

Seorang finance yang memiliki panggilan untuk menulis. Buku pertamanya telah di rilis pada bulan Mei 2017 yang berjudul, "Wonderful Single Life" telah terjual laris manis. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, kamu dapat membaca blog pribadinya di www.vonny

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar