Apakah Persabahatan Anda Membangun atau Menghancurkan? Periksalah 7 Hal Ini

Love & Friendship

(Sumber gambar: oneletrajzugynokseg.blogspot.co.id)

13.3K
Persahabatan yang baik bukan hanya soal have fun bareng. Persahabatan juga adalah hubungan di mana kita bisa saling menegur, saling membangun dan membentuk.


Sahabat. Orang yang mengenal kita luar dalam. Hafal semua kebiasaan baik dan buruk kita. Menerima kita apa adanya. Mampu memahami diri kita. Selalu mendukung kita apa pun yang terjadi. Sahabatlah yang menjadi orang pertama yang kita ingat ketika kita sedang gembira atau dirudung masalah. Besar atau kecil, penting atau remeh, sahabat adalah orang pertama yang mendengarkan update curahan hati kita.


Tidak bisa kita pungkiri, berapa pun usia kita, kita membutuhkan kehadiran seseorang sahabat. Namun ketergantungan yang berlebihan kepada seorang sahabat mungkin saja menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Tidak jarang terjadi salah persepsi tentang bentuk persahabatan. Berbagai distorsi dari hubungan persahabatan pun kerap menimbulkan sakit hati untuk kedua belah pihak dan orang-orang di sekelilingnya. Persahabatan yang seharusnya indah malah menghasilkan kekecewaan, kemarahan, pertengkaran dan bahkan dendam.


Tentu tidak semua persahabatan akan berakhir dengan buruk. Kita tidak ingin terjebak dalam persahabatan yang salah. Sejatinya persahabatan itu adalah sebuah hubungan yang tulus dan tanpa motif dari kedua belah pihak. Sebelum semuanya menjadi buruk, mungkin sebaiknya kita melihat kembali ke dalam hubungan persahabatan yang kita miliki. Ingatlah beberapa hal tentang persahabatan.


1. Equal, bukan atasan dan bawahan

(Sumber gambar: taopic.com)

Persahabatan yang benar menempatkan masing-masing pribadi yang terlibat di dalamnya pada posisi yang sama. Sahabat tidak akan memanfaatkan kita untuk mencapai keinginannya. Kalau sahabat kita gemar menyuruh-nyuruh, berarti ia perlu diingatkan bahwa kita bukanlah pegawainya. Jangan takut untuk menyampaikan keberatan kita, karena sahabat yang baik akan menghargai perasaan kita dan juga akan berusaha untuk memperbaiki apa yang salah.


2. Bukan pasangan hidup

(Sumber gambar: abctoppictures.net)

Sedekat apa pun hubungan kita dengan sahabat kita, tetap saja masing-masing memiliki kehidupan yang berbeda, apalagi kalau sudah berkeluarga. Tidak perlu membiasakan diri untuk sedikit-sedikit mencarinya. Kalau ada masalah dengan pasangan, bicarakan dengan yang bersangkutan. Sah-sah saja untuk curhat, tetapi jangan sampai karena kita sudah merasa lega karena telah menceritakan segalanya kepada sahabat kita, kita malah tidak membicarakannya dengan yang lebih berkepentingan. Akhirnya malah membuat masalah berlarut-larut dan bertumpuk.


3. Jangan menjadikan persahabatan eksklusif apalagi posesif

(Sumber gambar: www.theperfectpalette.com)

Terkadang tanpa disadari, kita terlalu menghargai persahabatan kita dengan seseorang, sehingga tidak ingin membaginya dengan orang lain. Kita tidak ingin ada orang baru yang masuk dan membuat perubahan pada hubungan persahabatan kita yang sudah nyaman itu. Kita lupa bahwa sahabat kita berhak untuk memiliki sahabat lain dalam hidupnya. Daripada membuat sahabat kita gerah karena sikap posesif kita, lebih baik kita juga ikut membuka diri untuk si orang baru. Bukankah semakin banyak orang dalam lingkar persahabatan kita maka hidup kita juga akan semakin seru? Ada hal-hal baru yang bisa kita lakukan dan hal-hal baru yang melebarkan wawasan kita.


4. Sahabat juga manusia

(Sumber gambar: blog.daum.net)

Meski terkadang tampil bak cenayang yang mampu menebak pikiran dan isi hati kita serta reaksi kita terhadap sesuatu, bukan berarti sahabat kita adalah manusia super. Sebagai manusia biasa seperti kita, sahabat kita juga bisa melakukan kesalahan, kelalaian dan bahkan bisa berubah. Jangan kaget kalau suatu saat sahabat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sangka. Kalau semua itu terjadi, cobalah untuk memahami posisi sahabat kita dan carilah solusi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi. Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang kuat dan tahan uji.


5. Sahabat tak selalu harus menjadi cheerleader

(Sumber gambar: knowledgenuts.com)

Wajar ketika sedang curhat kita mengharapkan dukungan dari sang sahabat. Entah kita salah atau benar, kita tetap ingin sahabat yang sangat memahami kita ini mendukung setiap perbuatan dan keputusan kita. Ini sebenarnya adalah salah satu aspek yang paling berbahaya dari persahabatan. Sikap tenggang rasa tanpa pandang bulu seringkalinya menjerumuskan seseorang ke dalam situasi yang lebih buruk. Sahabat yang baik itu adalah seseorang yang berempati pada permasalahan kita namun di saat yang sama tetap mampu berpikiran jernih dan memberikan nasihat yang benar. Kalau sahabat kita salah, sebaiknya kita tegas untuk meluruskannya. Tentu, kita tidak ingin melihat sahabat jatuh karena dukungan yang membabi buta, bukan?


6. Persahabatan itu bukan groupies

(Sumber gambar: www.huffingtonpost.com)

Sering kita lihat di film-film dimana dalam sebuah kelompok persahabatan ada seseorang yang lebih menonjol dan bertingkah bagaikan sang ratu atau bintang idola di tengah-tengah penggemarnya. Sekali memandang siapa pun juga dapat menilai bahwa bentuk persahabatan ini tidak akan bisa bertahan lama. Persahabatan adalah di mana kita bisa bersikap sebagai diri kita sendiri tanpa dibayang-bayangi oleh sosok yang lebih dominan. Jangan hanya karena tidak ingin sendirian dan tidak memiliki seorang sahabat, kita menahan diri dan mengekori orang lain. Percayalah, di saat kita bisa berdiri di atas nilai-nilai yang kita percayai sendiri, orang-orang yang memiliki nilai yang sama atau setidaknya bisa menghargai pendapat kita akan berdatangan.


7. Jangan terlalu mengandalkan sahabat

(Sumber gambar: bravonet.ro)

Begitu kuatnya ikatan emosional antar sahabat, terkadang seseorang dapat menempatkan sahabat di atas segalanya, bahkan pacar. Terkadang kita jadi terlalu mengandalkan sahabat kita. Memang benar kalau sahabat adalah salah seorang di muka bumi ini yang paling bisa kita andalkan. Namun kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan sahabat kita. Ingat kekecewaan itu timbul dari harapan yang tidak terpenuhi. Sebesar-besarnya kepercayaan kita kepada sahabat kita, ia tetap saja memiliki kekurangan.


Demikian beberapa poin yang diharapkan dapat membantu kita untuk menyesuaikan kembali sudut pandang kita tentang persahabatan. Persahabatan yang baik bukan hanya soal have fun bareng. Persahabatan juga adalah hubungan di mana kita bisa saling menegur, saling membangun dan membentuk. Seperti dalam hubungan lainnya, golden rule ini juga sangat berlaku dalam sebuah persahabatan, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apakah Persabahatan Anda Membangun atau Menghancurkan? Periksalah 7 Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Marlena V.Lee | @marlena

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar