Cegah Anak dan Remaja Anda Berbuat Mesum dengan 5 Langkah Efektif dan Teruji ini!

Parenting

[Image: naplesherald.com]

8.4K
Adakah hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anak-anak kita berbuat mesum? Tentu ada! Namun, butuh kebulatan hati dan konsistensi dari orangtua untuk melakukannya.

Membaca dan mendengar berita tentang anak berusia belasan tahun yang dengan bangganya berfoto mesra tanpa busana di tempat tidur bersama pacarnya tentu membuat merinding para orangtua dan orang-orang dewasa yang memiliki kepedulian atau terlibat dengan kehidupan para remaja. Berbagai komentar pun muncul di media, mulai dari celaan atas perbuatan mereka, pertanyaan mengapa mereka bisa berbuat demikian tanpa rasa takut ataupun malu, hingga pertanyaan mengenai siapa dan bagaimana latar belakang keluarga kedua anak tersebut pun bermunculan di benak setiap orang yang menerima berita tersebut.

Bagi para orangtua dan pemerhati remaja, rasa cemas dan takut kalau sampai anak-anak remaja mereka juga akan melakukan hal serupa pun mulai muncul. Adakah hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi pada anak-anak kita? Tentu ada! Namun, butuh kebulatan hati dan konsistensi untuk mencegah anak dari melakukan perbuatan mesum.

Berikut adalah 5 langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah anak dan remaja berbuat mesum:


1. Berikan Kasih Sayang yang Cukup pada Anak

[Image: pinkpistachio.com]

Kekurangan kasih sayang dari orangtua dan keluarga umumnya menjadi penyebab anak dan remaja untuk berani ikut-ikutan teman-teman maupun media untuk berbuat asusila ataupun aktif secara seksual sebelum waktunya.

Permasalahannya, banyak orangtua yang “merasa” sudah memberikan cukup kasih sayang pada anak mereka dan mengalami kebingungan dalam menghadapi kenyataan bahwa ternyata anak mereka masih tetap merasa kekurangan kasih dan mencari pemenuhan dengan melakukan hal yang “aneh-aneh”.

Banyak orangtua yang tidak sadar bahwa kasih yang mereka berikan kepada anak mereka hanyalah sebagian kecil daripada yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak-anak mereka. Misalnya, orangtua merasa sudah cukup menyatakan kasihya dengan bekerja keras dan memenuhi sandang pangan anak, padahal lebih daripada itu, anak juga rindu orangtuanya meluangkan waktu bersama-sama mereka.

Anak dan remaja membutuhkan perhatian yang utuh dari orangtua berupa waktu yang dihabiskan bersama, pendampingan, pengawasan, dan kesempatan untuk mengadu tentang kesedihan dan kesulitan mereka. Mereka butuh untuk ditanya bagaimana mereka menjalani hari-hari mereka, diberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi, diampuni ketika bersalah, bahkan butuh diberi disiplin yang tegas sebagai bentuk perhatian orangtua.

Sering munculnya foto selfie seksi bahkan mesum dari anak-anak usia remaja di media sosial kemungkinan besar adalah bentuk “caper” atau cari perhatian yang salah sebagai pelarian dari kebutuhan akan perhatian dari orangtua dan keluarga, selain dari beberapa faktor-faktor lain yang bisa juga melatarbelakangi tindakan tersebut.

Anak-anak dan remaja yang merasakan cukup kasih sayang dalam keluarga akan cenderung berpikir ulang sebelum melakukan hal-hal “bodoh” dan asusila. Minimal mereka akan memikirkan perasaan malu dan kecewa yang akan ditanggung oleh orangtua sebagai akibat dari perilaku mereka.


2. Berikan Pendidikan Kekudusan Seksual secara Intensif dan Progresif

Memberikan pendidikan kekudusan seksual di zaman ini bukan lagi merupakan pilihan (option), melainkan keharusan.

Kehidupan dan tekanan budaya yang makin bebas, bahkan “liar”, menuntut kita untuk sedini mungkin memperlengkapi anak-anak kita agar mereka dapat menjawab tantangan zaman dengan pilihan dan perilaku yang tepat.

Para orangtua rela mengorbankan uang untuk memberikan les pelajaran agar anak-anak mereka dapat menjawab setiap soal-soal ujian di sekolah, atau memberikan les musik agar anak-anak mereka dapat survive dalam menghadapi kompetisi kehidupan di masyarakat. Tapi sayangnya tak banyak orangtua yang berpikir serius tentang pentingnya mereka sebagai orangtua memberikan pendidikan kekudusan seksual secara intensif dan progresif agar anak-anak mereka dapat survive dari tekanan pertemanan yang mendorong mereka untuk berbuat amoral, dan mampu menjawab tantangan perilaku seks bebas dengan memberi jawaban “tidak” secara konsisten.

Pendidikan kekudusan seksual yang cukup dan mendasar akan membuat anak-anak dan remaja memiliki kepekaan untuk memilih mana perbuatan yang sesuai dengan nilai moral dan mana yang tidak, juga membuat mereka mempunyai alasan logis untuk menolak perilaku-perilaku asusila.

Apa itu pendidikan kekudusan seksual, serta peran dan manfaatnya bagi kehidupan anak-anak Anda akan saya paparkan di artikel saya berikutnya. Pastikan Anda membacanya!


3. Jadilah Teman bagi Anak Anda

[Image: soulaction.co]

Menjelang usia remaja, kebanyakan anak sudah mulai lebih mendengarkan teman daripada orangtuanya. Kemauan mendidik anak untuk berjalan dalam jalan yang lurus dan sesuai nilai moral harus disertai dengan usaha keras untuk menjadi teman bagi mereka.

Semakin dini Anda mau berteman dengan anak, semakin baik dan mudah untuk membuat anak mau mendengarkan ajaran Anda.

Kedekatan dengan anak sebagai teman, bukan hanya akan membuat mereka mendengarkan didikan Anda, tapi juga mau terbuka tentang kejadian-kejadian dan pergumulan yang mereka alami sehari-hari.

Bagaimana caranya menjadi teman bagi mereka? Banyak orangtua berusaha menjadi teman dengan membuat akun Facebook dan kemudian “berteman” dengan anak-anaknya. Hal ini baik, karena akan membuat orangtua tahu apa yang anak-anak mereka lakukan dan teman seperti apa yang mereka miliki. Akan tetapi, tanpa mentalitas teman yang tepat, seringkali orangtua terjebak menjadi “mata-mata” melalui Facebook dan menjadi pendakwa serta hakim ketika bertemu dengan anak di rumah.

Jadilah teman yang benar-benar teman bagi mereka. Kita bisa mulai dengan mengingat-ingat masa kecil dan remaja kita sendiri: teman seperti apakah yang kita sukai dan dengarkan? Kita senang dengan teman yang lucu, suka humor, yang mau mendengarkan cerita kita tanpa banyak kritik, dan lebih senang lagi ketika teman tersebut dapat berempati terhadap ungkapan perasaan kita baik itu ketika kita sedih, kecewa, marah, senang, atau bahkan sangat gembira. Jadilah teman yang demikian adanya bagi anak-anak kita.


4. Berikan Pujian yang Tulus untuk Setiap Kelebihan dan Keberhasilan Anak

Di balik setiap perilaku anak dan remaja yang menyimpang pasti selalu ada maksud dan tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Pada kasus foto selfie seksi atau bahkan perilaku mesum bersama pacar, umumnya motivasi mereka adalah untuk mendapatkan pengakuan dan pujian bahwa mereka cantik atau menarik hingga sudah bisa punya pacar mendahului teman-temannya, serta pujian dan pengakuan sejenis lainnya.

Anak yang terpenuhi kebutuhannya akan pengakuan berupa pujian tak akan lagi kehausan dan mencari pemenuhan di luar, apalagi dengan cara-cara yang merusak dirinya sendiri.


5. Jadilah Teladan yang Baik

[Image: etsystatic.com]

Semua usaha keras untuk melakukan empat point di atas akan menjadi gugur dan sia-sia jika orangtua sendiri tidak dapat menjadi teladan yang baik dalam hal norma moral, khususnya kekudusan seksual.

Anak akan lebih cepat dan lebih termotivasi dengan belajar dari teladan orangtuanya. Jika orangtua sendiri menyimpan foto-foto atau video-video porno, lalu melarang anaknya untuk menyimpan atau membuat foto/video porno, tentu akan dianggap sebagai angin lalu oleh anak. Orangtua yang punya kebiasaan buruk dalam berkata-kata dengan kata-kata kotor, tentu akan sulit mendapatkan respek dan ketaatan dari anak ketika mengajarkan tentang perilaku yang bersih pada mereka.

Awasi dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu! Dibutuhkan integritas untuk dapat menjadi orangtua yang efektif dalam mengarahkan dan mendidik anak, khususnya dalam nilai-nilai moral dan susila.

Harapan saya, semua orangtua yang memiliki anak yang masih berusia di bawah 18 tahun dapat menerapkan 5 hal tersebut di atas. Generasi seperti apa yang hendak kita bentuk ada di tangan kita. Tentu kita mengharapkan generasi yang bersih, positif, dan lurus. Butuh usaha keras untuk melaksanakan 5 hal penting di atas, namun kelak kita akan tersenyum puas melihat hasilnya pada diri anak-anak kita jika kita sungguh-sungguh dalam menjalankannya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cegah Anak dan Remaja Anda Berbuat Mesum dengan 5 Langkah Efektif dan Teruji ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar