Anak Merasa Terjebak dalam Tubuh yang Salah? Orangtua, Lakukan 5 Hal ini untuk Menolongnya

Parenting

a plus

13.7K
Ada ‘laki-laki’ yang secara kasat-mata tubuhnya adalah pria sejati, namun dia merasakan jiwanya adalah perempuan. Demikian pula sebaliknya, ada perempuan yang bertubuh perempuan tulen, namun suasana batinnya adalah pria macho.

“Dua anak cukup. Laki-laki atau perempuan sama saja.” Itulah slogan yang pernah populer belasan tahun yang silam untuk memacu kemajuan program Keluarga Berencana di negeri kita.

Belakangan ini, entah mengapa, ternyata jender ‘laki-laki’ atau ‘perempuan’ bukanlah perkara yang sederhana seperti di masa-masa lalu.

Di zaman yang kompleks ini, selain ‘laki-laki’ atau ‘perempuan’ dalam arti yang harfiah, ada isu terkait ‘laki-laki’ atau ‘perempuan’ yang jiwa atau batinnya tak sesuai dengan tampilan fisiknya.

Ada ‘laki-laki’ yang secara kasat-mata tubuhnya adalah pria sejati, namun dia merasakan jiwanya adalah perempuan. Demikian pula sebaliknya, ada perempuan yang bertubuh perempuan tulen, namun suasana batinnya adalah pria macho. Orang-orang seperti ini adalah sosok yang seolah terperangkap dalam tubuh yang salah.

‘Kekisruhan’ semacam ini sebenarnya terjadi bukannya secara tiba-tiba atau pun serta-merta muncul dengan mendadak. Sebaliknya, ia muncul secara pelahan dan bertahap, namun pasti dan semakin mengerucut.

Bocah lelaki yang normal, ternyata ketika remaja bisa tampak begitu feminin. Gadis cilik yang manis yang seharusnya semakin bertumbuh menjadi perempuan yang matang malahan berubah menjadi cewek tomboy.

Karena perubahan yang perlahan, seringkali orangtua tak sadar bahwa anaknya mengalami suatu transformasi yang tak kentara. Namun pada suatu titik, seolah tiba-tiba saja, orangtua melihat ‘ada yang salah’ dengan anaknya.


Jika anak merasa telah terjebak dalam tubuh yang salah, inilah yang harus dilakukan orangtua:


1. Terimalah anak apa adanya

okezone

Merasa seolah terjebak pada tubuh yang salah, anak Anda pastilah sudah cukup menderita batinnya. Janganlah penderitaannya ditambah dengan penolakan dari orangtuanya. Anak Anda justru membutuhkan perlindungan dari orangtuanya karena bisa jadi di luar sana, ia mengalami perundungan (bullying) karena keadaannya. Rangkullah dia secara mental, batin, jiwa dan tentu secara jasmani juga. Ini akan sedikit menenangkan kegalauannya.

Baca juga: Sahabat Saya Mengaku Gay. Inilah Kisah Kehidupannya


2. Bukalah pintu dialog

Selama bertahun-tahun mungkin anak Anda tak berani mengungkapkan apa yang dia rasakan kepada Anda. Kini setelah Anda menyadari ada yang berbeda dengan anak Anda, mulailah melakukan pendekatan yang positif kepadanya. Berdialoglah.

Doronglah dia untuk bebas bercerita apa saja kepada Anda. Jangan berusaha membuat penilaian atau penghakiman yang terlalu cepat.


3. Renungkan akar permasalahannya

cloudfront

Lakukan introspeksi. Bertanyalah dengan jujur, apakah ada kontribusi Anda atau pasangan yang mendorong anak Anda mengalami kebingungan jender. Misalnya, ada orangtua yang sangat menginginkan anak perempuan sehingga tanpa sadar mereka memerlakukan putranya seperti bocah perempuan pada tahun-tahun awal pertumbuhannya.

Perlakuan kecil-kecil seperti sering memakaikan topi perempuan, memilihkan busana dengan warna-warna manis dan lembut, atau memanggil dengan julukan yang feminin bisa memicu kerancuan ini. Makanan tertentu yang dikonsumsi ibu semasa kehamilannya bisa jadi juga berpengaruh.

Introspeksi yang Anda lakukan janganlah membuat Anda menghukum diri dengan rasa bersalah. Instrospeksi dilakukan untuk mencari akar permasalahan.

Baca juga: Teman Saya Menikah dengan Seorang Gay. Inilah Kisah 10 Tahun Pernikahan Mereka dan Apa yang Saya Pelajari


4. Cari penyembuhan secara profesional

Mengasihi anak Anda sepenuhnya dan tanpa syarat adalah langkah pertama ke arah kesembuhan. Namun, Anda harus melangkah lebih jauh dengan mencari langkah-langkah penyembuhan secara profesional, misalnya dengan berkonsultasi dengan dokter, dokter ahli jiwa, psikolog, terapis dan lain-lain yang memang memiliki kompetensi untuk menganalisa dan mengobati secara profesional.

Bisa jadi anak Anda enggan dibawa berkonsultasi ke ahlinya oleh karena malu jika terekspos keadaannya. Jika demikian, bersabarlah dan jangan putus-asa. Lakukan pendekatan yang lembut dan tidak memaksa kepadanya. Yakinkan secara bertahap bahwa dia perlu ditolong agar pulih dan menjadi lebih berbahagia.

fanpop

5. Tetap berharap kepada campur-tangan Ilahi

Secara pribadi saya sangat percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini tanpa seizin Ilahi. Karena itu, sudah sewajarnya kita kembali kepada Sang Pencipta ketika kita perlu pertolongan-Nya. Langkah-langkah praktis untuk keluar dari permasalahan kita lakukan, namun memohon belas-kasihan dari Ilahi juga sangat penting. Ora et Labora, demikianlah kata ungkapan yang mungkin sudah mulai tidak populer lagi, namun yang saya yakini masih sangat manjur.

Ketika kanan-kiri, muka-belakang terasa sesak, jalan ke atas akan selalu terbuka.


Ingin membaca artikel-artikel inspiratif lainnya? Klik di sini:

Tolong, Suamiku Ternyata Gay!

Orangtua, Waspadalah! Predator Seksual Ada di Sekitar Kita. Kisah-Kisah Nyata Pelecehan Seks pada Anak Ini Buktinya

Walau Melelahkan, Saya Memilih Mengurus Anak Tanpa Baby Sitter. 3 Hal Ini yang Selalu Memotivasi


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Merasa Terjebak dalam Tubuh yang Salah? Orangtua, Lakukan 5 Hal ini untuk Menolongnya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


martha ekawati pratana | @marthapratana

Ibu dua orang anak, dan istri seorang suami. Menulis, menyunting dan menerjemahkan adalah caranya berpartisipasi di dalam dunia yang terus bergerak ini.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar