Anak Gadis Saya Melihat Sendiri Mamanya Dipeluk Mesra Lelaki Muda

Marriage

[Photo credit: The Kitchener]

15.7K
Dunia memang gila!

Semarang. Petang.

Seorang bapak berbadan kekar berkulit hitam mengajak saya bertemu. Sambil ngemil di sebuah café dia terus bercerita.

Dia mengaku sebagai pekerja serabutan. “Pekerjaan apa pun saya ambil Pak Xavier,” ujarnya. “Mula-mula saya dipercaya sebagai pengawas proyek. Kini saya membangun proyek saya sendiri. Usaha saya semakin maju. Anak-anak bisa belajar di sekolah terbaik. Namun, kesuksesan saya tidak sejalan dengan kebahagiaan rumah tangga kami ...”

Matanya menerawang jauh. Ada kabut di mata itu yang tak kunjung pergi, padahal asap kopi di meja kami sudah menguar ke mana-mana.

Saya sesap cappuccino saya yang mulai dingin. Sedingin tatapan matanya yang bikin bergidik siapa pun yang melihatnya.



“Istri saya mulai berpaling,” lanjutnya.

“Mula-mula saya tidak percaya. Saya merasa ada orang yang hendak menghancurkan rumah tangga kami dengan menceritakan gosip yang asal njeplak. Saya abaikan kabar miring itu. Saya tetap fokus bekerja sampai …”

Dia terdiam sekian lama. Badan kekarnya ternyata tidak mampu menopang air mata yang tiba-tiba bergulir di pipinya.

Sorry, Pak Xavier. Saya terlalu sentimental.”

Saya memberikan gesture bahwa saya tidak keberatan dan memintanya untuk meneruskan ceritanya.

“Anak gadis saya melihat dengan mata kepala sendiri, istri saya dipeluk oleh….”

Sekali lagi ceritanya terhenti. Suaranya parau.

Saya biarkan dia mengelola gejolak yang bergemuruh di batinnya.



“Meme melihat mamanya dipeluk mesra oleh pelatih fitness-nya,”

berhasil juga dia menyelesaikan kalimatnya.

“Ketika saya konfrontasi, dia berusaha mengelak. Namun, ketika saya panggil anak bungsu saya, dia baru mengaku. Sebenarnya, saya mau mengampuninya tetapi dia justru melawan. Dia bahkan menantang cerai. Sebagai orang beriman, saya tolak mentah-mentah permintaannya.”

Café semakin ramai. Kami memutuskan untuk pindah ke luar ruangan. Saya berharap udara segar di luar mampu mendinginkan suasana hatinya yang panas membara. Saya pesan minuman hangat lagi. Dia menggeleng saat saya tawari.

“Sejak saat itu rumah tangga kami benar-benar seperti neraka. Ah, kok seperti pernah tinggal di sana saja,” ujarnya masih mencoba bergurau. Saya tidak bisa ikut tertawa melihat senyumnya yang tampak dipaksakan.

“Puncaknya terjadi minggu lalu. Dia membawa semua barangnya dan meninggalkan rumah bersama pria yang usianya jauh di bawahnya. Dunia memang gila! Saya kerja membanting tulang, eh istri disambar orang …”

[Photo credit: pinterest]


Semarang semakin larut saat kami meninggalkan café itu. Dia mengantar saya kembali ke hotel.

Setelah menyikat gigi, saya mencoba tidur. Namun, mata susah sekali diajak terpejam. Bisa memejamkan mata, tetapi otak tetap jalan. Saya terus merenungkan apa yang baru saja saya dengar. Di kamar itu, saya memikirkan ulang apa yang sebenarnya terjadi.



Pertama, apa cinta sejati itu benar-benar ada?

Dari banyak kasus yang saya dengar, kok begitu banyak orang-orang yang begitu gampang melupakan cinta mula-mula. Cinta yang diperjuangkan dengan banyak hal ternyata bisa tercampak begitu saja oleh berbagai sebab. "And they live happily ever after" ternyata memang hanya ada di kisah semacam Cinderella. Begitu tirai tertutup, siapa tahu yang terjadi di baliknya?



Kedua, membangun rumah tangga itu seperti memelihara taman bunga.

Saat berada di Butchart Garden, Victoria, Canada, saya menyaksikan bermacam bunga yang begitu menawan. Saat memasuki taman mawar dari berbagai penjuru dunia, saya bertanya kepada penjaganya, “Ada mawar dari Indonesia?”

Dia menjawab singkat, “Ada” sambil mengantar saya ke sebuah petak. “Sayang, pada musim dingin yang lalu, mawar dari Indonesia mati,” tambahnya.

“Jangan-jangan mawar Indonesia mati karena tidak memakai winter coat,” ujar saya yang disambut tawa oleh istri, anak dan si penjaga taman.

Merawat rumah tangga jauh lebih rumit ketimbang merawat taman bunga. Jika perbedaan cuaca bisa membuat mawar Indonesia sekarat, perbedaan karakter dan rutinitas dalam pernikahan membawa pengaruh yang tidak kalah menghancurkan. Hubungan dingin yang tidak juga dihangatkan oleh mentari cinta membuat daun-daun asmara beku, lalu layu.


[Photo credit: Belethee Photography]

Rupanya rutinitas dan kerja keras pengusaha sukses tadi justru membuat istrinya kesepian dan melampiaskannya ke orang yang salah: pelatih fitness-nya.

Saya bukan hendak membela istrinya yang jelas-jelas salah.

Namun, di setiap keretakan yang terjadi dalam rumah tangga, pasti ada gempa-gempa kecil yang mendahuluinya. Jika gempa kecil kita biarkan, gempa besar bisa membuat retakannya semakin lebar dan meruntuhkan seluruh bangunan.

Baca Juga: Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja



Ketiga, jatuh cinta memang berjuta rasa dan indahnya, namun dikhianati cinta berjuta sakitnya.

Bapak yang dikhianati istri tadi buktinya. Justru karena sangat mempercayai istrinya, ketika kepercayaannya dinodai, sakitnya sungguh tak terkira. Saya yang mendengar kisahnya dan tidak mengalaminya saja ikut terbawa. Jika tokoh di film Sleepless in Seattle tidak bisa tidur gara-gara cinta. Sleepless in Semarang saya alami karena merenungkan ulang apa yang seharusnya kita lakukan untuk mempertahankan rumah tangga yang bahagia.

Baca Juga: Sepenuh Hati Saya Mencintainya, Ternyata Ia Tidur dengan Lelaki Lain



Keempat, meskipun hati hancur, semangat tidak boleh ikut lebur.

Kalimat itulah yang menjadi inti nasihat saya kepadanya. “Bapak harus fokus untuk membenahi rumah tangga Bapak yang sekarang dan membesarkan anak-anak dengan cinta. Didik mereka baik-baik agar mereka tidak trauma berumah tangga karena perilaku mama mereka. Ingat, semua anak Bapak perempuan. Jangan sampai air cucuran atap mamanya jatuh ke pelimbahan putri Anda."

“Ya, Pak Xavier. Terima kasih sudah mau mendengar cerita saya,” itulah ucapan bapak itu sebelum meninggalkan saya di lobby hotel.

Baca Juga: Saya Kerja Setengah Mati, Istri Selingkuh dengan Teman Sendiri


Semarang yang panas malam itu terasa dingin.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Anak Gadis Saya Melihat Sendiri Mamanya Dipeluk Mesra Lelaki Muda". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

makasih kak info nya Kata Kata Motivasi