Alami KDRT, Teman Saya Meninggal di Tangan Suaminya. Inilah 5 Pelajaran Berharga agar Kisah Tragis ini Tak Terulang

Marriage

[Image: purepotentialscotland.uk]

6.8K
KDRT seringkali menjadi fenomena senyap. Tak banyak orang menceritakan apa yang terjadi, namun selalu ada bekas luka yang "berbicara". Mari temukan solusi sebelum terlambat.

Rita terbujur kaku di dalam peti putih, anggun. Secantik wajahnya yang lembut memelas - penuh guratan beban berat. Kami, kelompok teman persekutuan doanya merasa terpukul. Tersisa segelintir perasaan bersalah: Mengapa kami tidak memaksa Rita keluar dari rumahnya?

Suami Rita, Brian, seorang temperamental yang kerap melakukan KDRT, kekerasan dalam rumah tangga. Pak Pendeta dan kami, teman-temannya, sudah menyarankan agar sementara waktu Rita keluar dari rumahnya. Tetapi Rita bergeming. Hingga terjadilah peristiwa pemukulan yang mengakibatkan Rita terjatuh, terluka di kepala, dan mengalami gegar otak. Berangsur-angsur kesehatannya makin mundur hingga akhirnya meninggal.

Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari kehidupan Rita?



1. Terjajah

Rita wanita yang lembut, baik, namun selalu terjajah. Tidak hanya dengan suaminya, saat masih sekolah pun, dia selalu dijajah oleh teman-teman yang dominan. Ketika kami kasihan, lalu memindahkannya ke kelompok yang lain, di sana dia juga terjajah. Sikap, perilaku, dan tindakannya senantiasa menarik orang lain untuk menjajahnya.

Rita merasa nyaman menjadi stres dan berperan sebagai korban. Tanpa disadarinya, itulah strategi yang dilakukannya untuk mendapatkan perhatian dari teman-teman, kerabat, bahkan orang yang baru dikenalnya.

Permasalahan utamanya, ketika seseorang tidak memiliki citra diri yang benar dan tidak bisa menghargai dirinya sendiri, maka alam pikiran bawah sadarnya akan merasa bahwa dijajah itu wajar, sehingga dia selalu menarik orang lain untuk menjajahnya. Pemulihan citra diri yang benar, akan membuat orang lain menghargai dan menghormatinya.

"Sesungguhnya, setiap kita mengajarkan kepada orang lain bagaimana seharusnya mereka memperlakukan kita," ujar Phil McGraw, psikolog yang terkenal sebagai host acara TV Amerika, Dr. Phil.

Baca Juga: Tak Terbayangkan! Inilah 8 Alasan Wanita Memilih Bertahan dalam Hubungan yang Menyiksa



2. Menetapkan Batasan/Boundaries

Tidak ada seorang pun yang berani bersikap kurang ajar atau melewati batas, jika kita tidak mengizinkannya. Orang lain akan mencoba melewati batas sedikit demi sedikit. Jika kita membuka celah dan membiarkan, maka dia makin berani, hingga suatu saat kita tidak bisa mengatasinya.

Tetapkan batasan yang jelas sebelum terlanjur. Jangan izinkan orang lain melewati batas yang sudah kita tetapkan.

Pertengkaran dalam keluarga itu biasa, tetapi pastikan tidak boleh lebih dari perkataan, misalnya. Bahkan, kita juga bisa menetapkan seperti ini: untuk setiap pertengkaran kita hanya mau membahas permasalahan yang dihadapi saat ini - tidak mengungkit-ungkit permasalahan masa lalu. Dilarang menggunakan kata-kata kasar atau kotor. Batasan ini bisa disampaikan saat hubungan dengan pasangan dalam keadaan baik dan suasana menyenangkan.

Jika dia melanggar batasan yang sudah kita sampaikan, misalnya bersikap kasar, mengeluarkan kata-kata yang melecehkan, tetapkan sanksinya.

[Image: ributrukun.com]
Sadari bahwa dihormati adalah hak kita yang paling mendasar.

Baca Juga: Kamu Berharga, Apa pun yang Kamu Rasakan tentang Dirimu. Kamu Istimewa, Apa pun yang Orang Lain Katakan Kepadamu. 3 Hal Inilah Buktinya



3. The Power to Delay

Dalam banyak contoh kasus, KDRT terjadi saat emosi kedua belah pihak memuncak. Ketika Brian marah oleh karena suatu sebab, Rita tidak bisa menutup mulutnya. Dia berusaha membela diri karena merasa tidak bersalah atau mencoba memberikan penjelasan.

Dalam keadaan emosi, penjelasan sebagus apa pun tidak berguna. Hal paling bijak yang bisa dilakukan adalah diam.
[Image: ributrukun.com]

Tunggu beberapa hari ketika suasana sudah dingin, barulah berikan penjelasan. Bahas dengan cara yang bisa diterima oleh pasangan.

Sebagai pasangan suami-istri, kita wajib memahami bagaimana cara mengalahkan tanpa merendahkan.

Sambil memijat pasangan, dalam keadaan tenang dan santai, misalnya, mulai membahas pertengkaran lalu dengan cara yang baik. Pasangan sejatinya mengasihi kita, tentu dia tidak ingin kita terluka. Bahkan Brian kerap minta maaf pada Rita saat dia dalam keadaan sadar dan waras.

Baca Juga: Bertengkar dengan Pasangan? Inilah 5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Memperkokoh Hubungan Lewat Pertengkaran



4. Paham Karakter Pasangan

Sebagai pasangan yang hidup bersama, setiap kita harusnya sudah paham karakter satu sama lain. Tentunya kebiasan KDRT tidak terjadi dalam sekejap. Intuisi kita dapat memberikan alarm: apakah situasi masih aman untuk tetap berada di dalam rumah, sementara kondisi emosi pasangan berada di level ini, atau tidak. Jika situasi memang membahayakan, keluar dari rumah adalah tindakan yang cerdik.

[Image: Huffington Post]
Jangan mengambil pilihan bodoh, membiarkan diri sendiri menjadi korban.

Baca Juga: Jangan Biarkan Dirimu Terjebak dalam Hubungan yang Salah. Temukan Keberanian, Pergi, dan Bukalah Lembaran Baru!



5. Kejiwaan

Brian mengalami kelainan jiwa. Sejak kecil dia sering melihat sang ayah melakukan KDRT pada ibunya. Brian sangat membenci ayahnya tetapi dia tidak berani membela ibunya. Brian berjanji tidak akan menjadi seperti ayahnya, namun itulah yang justru dilakukannya.

Brian butuh pertolongan seorang dokter ahli kejiwaan. Luka yang tersimpan rapat dalam hatinya, mengeluarkan racun di saat dia tidak bisa mengendalikan diri. Sekarang banyak cara untuk menggali luka-luka lama yang tidak disadari, termasuk dengan teknik hypnotherapy.

Jadilah cerdas untuk mencari solusi pemulihan. Asal kita membuka diri dan mau belajar, maka solusi selalu bisa kita dapatkan.

Baca Juga: Kejujuran, Satu-satunya Jalan Penyembuhan. Inilah 7 Pengakuan yang Akan Membebaskan Diri dari Rasa Sakit karena Menyimpan Luka Batin


Pengalaman senantiasa memberikan pelajaran kehidupan. Mari kita memanfaatkannya untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan berkualitas di masa depan.



Baca Juga:

Perempuan, Inilah 5 Ciri Pria yang Berpotensi Melakukan Kekerasan dalam Relasi

5 Kebohongan yang Diyakini Korban yang Membuat Kekerasan dalam Relasi Terus Berulang

Pasangan Melakukan KDRT? Inilah 7 Cara Mengatasinya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Alami KDRT, Teman Saya Meninggal di Tangan Suaminya. Inilah 5 Pelajaran Berharga agar Kisah Tragis ini Tak Terulang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar