Ahok, Veronica, dan Perceraian: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Reflections & Inspirations

photo credit: Tribun Style

729
Wanita lemah karena perasaannya, namun pria lemah pada wanita.

Sejarah mencatat, sejak Adam dan Hawa, wanita memiliki peran penting dalam jatuhnya karakter-karakter hebat dunia. Adam jatuh dalam dosa setelah dirayu Hawa, istrinya untuk menuruti muslihat Si Ular. Delilah memperdaya Samson. Memanfaatkan cinta membara Samson, Delilah 'menidurkan', memotong rambut, dan menghilangkan kekuatan Samson. Helen dari Troya, wanita cantik yang menyebabkan perang besar, hanya karena dua pria memperebutkannya.


Wanita lemah karena perasaannya, namun pria lemah pada wanita

photo credit: scmp

Kini sejarah kembali berulang dimana seorang Ahok, seorang media darling, seorang superman di masa kini, dan seorang idola bagi banyak masyarakat Indonesia, justru mengalami kejatuhannya yang tidak diduga-duga. Lagi-lagi karena wanita.

Beberapa waktu lalu ketika Ahok dengan gagah berani membela dirinya di pengadilan hingga dimasukkan ke dalam penjara, masyarakat mengelu-elukan dirinya. Namun kini dari balik jeruji penjara, ia menggugat cerai istrinya. Masyarakat sama sekali tidak tahu harus berkata apa. Antara percaya dan tidak percaya. Hingga menduga-duga ada alasan apa di balik gugatan cerai ini. Mengapa seorang Ahok sampai tega menceraikan istrinya? Padahal baru saja keduanya merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 20. Hadiah bunga dan selembar surat cinta yang diberikan dari Ahok kepada sang istri tercinta. Oh romantisnya. Lalu bagaimana mungkin romantisme ini bisa hilang begitu saja? Benarkah hadirnya orang ketiga telah menghancurkan pernikahan Ahok dan istrinya?

Baca juga: Yang Terlewatkan dari Riuhnya Gugatan Cerai Ahok kepada Veronica Tan


Menikah dengan negara

photo credit: Tribun Jatim

Secara status, memang Ahok menikah dengan istrinya, Veronica Tan. Namun pada kenyataannya, Ahok juga menikah dengan negaranya, Indonesia. Ia bekerja siang dan malam demi memperjuangkan negara. Bahkan mengorbankan dirinya untuk negaranya tercinta. Patriotisme yang luar biasa ini rupa-rupanya harus mengorbankan keutuhan keluarganya sendiri. Wanita sebagai makhluk yang lemah karena perasaannya, tidak mudah menerima jika harus dimadu oleh siapa pun atau apa pun. Memiliki suami yang waktunya tersita penuh oleh pekerjaannya bukanlah hal yang mudah. Ketika wanita harus berjuang seorang diri untuk mengurusi masalah di rumah, baik masalah anak-anak yang tiada habisnya, hingga masalah lain yang menimpa dirinya. Berat bagi wanita jika ketika sedang dirundung masalah dan suaminya yang seharusnya bisa menjadi sahabat terbaiknya, justru tidak pernah ada untuk dirinya. Sebagai seorang wanita saya bisa memahami betapa pedih sekali rasanya ketika berada dalam masalah yang pelik namun justru suami lebih memilih untuk mengurusi hal lainnya. Ya, saya bisa memahami perjuangan Ahok dan rasa cintanya pada negara. Namun saya juga bisa memahami beratnya beban yang juga harus ditanggung sang istri.


Berkorban bagi bangsa

photo credit: Kabar24

Masyarakat yang tidak buta pasti bisa melihat betapa besar pengorbanan Ahok bagi bangsa dan negara. Ia rela mati bahkan demi membela negaranya. Dengan gagah ia melawan penjahat-jahat koruptor yang berpuluh-puluh tahun telah menggerogoti Indonesia. Kini ia dipenjara juga demi keutuhan negara.

Sementara itu, wanita yang berada di sisinya harus menerima kenyataan pahit bahwa ia bukan dan tidak akan pernah menjadi yang pertama di dalam hati suaminya. Bukankah sebagai wanita kita selalu ingin dinomorsatukan?


Ahok dan wanita

Dalam surat cintanya yang terakhir untuk sang istri di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke 20, Ahok menuliskan bagaimana ia justru bersyukur mendapatkan hukuman penjara. Karena baru setelah di penjara, ia bisa memiliki waktu untuk memikirkan istrinya dan keluarganya, bahkan untuk dirinya sendiri. Sekalipun raganya tidak ada lagi di rumah, namun justru ia merasa paling dekat dengan keluarganya. Dibandingkan dengan ketika ia masih menjabat sebagai seorang gubernur, raganya mungkin di rumah, namun jiwanya dan pikirannya hanya terfokus pada pekerjaannya. Ia mengungkapkan betapa ia bangga pada kekuatan dan ketabahan istrinya, betapa ia merasa bahagia karena istrinya. Mungkinkah itu kali pertama Ahok mengungkapkannya?

Baca juga: Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Wajar Saja, Kan?

Mungkinkah arti tangisan sang istri ketika Ahok dipenjara itu karena kesedihan atas ketidakadilan yang harus dialami sang suami atau justru karena rasa sakit hati yang mendalam karena ia sungguh-sungguh telah kehilangan sosok suaminya yang diharap-harap lebih memilih keluarganya dibandingkan negaranya?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ahok, Veronica, dan Perceraian: Apa yang Sebenarnya Terjadi?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar