Ahok Ulang Tahun, Saya Teringat Teladan Terakhirnya Ini sebagai Gubernur

Reflections & Inspirations

kilasjambi

1.6K
Ahok sedang menjalani hukuman di balik jeruji penjara. Di hari ulang tahunnya ini, saya teringat pada teladan terakhirnya sebagai gubernur.

Sepak terjang Ahok sangat menyita perhatian masyarakat-- bukan saja masyarakat di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain. Orang menunggu dan ingin melihat apa yang akan Ahok lakukan. Meskipun sekarang ia berada di dalam penjara, seorang Ahok selalu dapat memancarkan cahayanya yang membuat orang lain ingin menyimak perilakunya. Hal ini seolah mengonfirmasi perkataan Ahok, “Penjara bisa menahan fisik saya, tapi penjara tak bisa menahan pikiran serta perjuangan saya."

Baca juga: Pengaruh Tak Bisa Berbohong, Inspirasi Tak Bisa Dipenjara. Yang Terinspirasi Selanjutnya, Mungkinkah itu Anda?


Pada saat Ahok merayakan ulang tahun pada hari ini, saya teringat tindakan terakhirnya sebagai gubernur DKI. Beberapa waktu yang Ialu, Ahok mengajukan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo. Ahok juga mengembalikan sisa biaya operasional gubernur untuk Mei 2017 sebesar Rp 1,2 Miliar. Ini bukan tindakan yang biasa dilakukan seorang gubernur.

Dalam segala kondisi yang dialaminya sekarang, Ahok masih sempat membuat laporan keuangan yang menandakan bahwa Ahok adalah seorang yang terus memperjuangkan integritas dalam pelbagai kondisi. Inilah 3 hal yang saya ingat ketika Ahok merayakan ulang tahun.


1. Pribadi yang jujur itu langka

cdn.yukepo

Zaman semakin sulit, ketersediaan pekerjaan pun semakin sulit. Di tempat saya biasa menikmati kopi, saya mendengar beberapa pelanggan mengeluh, “Cari orang yang jujur tuh susah, Mas”. Keluhan ini sering saya dengar dari mereka yang terkena dampak ketidakjujuran orang. Rupanya, langkanya ketersediaan pekerjaan membuat orang seolah terpicu untuk 'lebih kreatif' dan menghalalkan segala cara dalam mendapatkan uang, termasuk dengan cara-cara yang tidak jujur.

Banyak sekali orang yang mengaku dirinya orang pandai: pandai dalam hal berpikir, bertindak, dan dalam hal berbicara. Namun, masih adakah orang yang berani mengaku mampu bertahan dari ujian kejujuran yang dihadapinya? Mungkin orang yang begini jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Jadi, kejujuran memang harus diperjuangkan dan diusahakan, meskipun ada bisikan yang tiada henti-hentinya dan selalu mengajak untuk melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan.

Ingatlah, sekali saja kejujuran kita tergadai, maka akan sulit bagi kita untuk mengembalikan rasa percaya orang pada diri kita.


2. Ingatlah nasihat orangtua

parentaladviceweek

Semua orangtua--termasuk orangtua saya--mengajarkan sejak kecil agar saya selalu bersikap jujur. “Nak, jika kamu sedang butuh uang untuk jajan, dan kebetulan di atas meja ada uang, jangan sekali-kali kamu mengambil uang itu tanpa memberitahu pemiliknya. Meskipun saat itu kamu sedang sendirian di rumah,” demikianlah pesan Bapak. “Lebih baik kamu minta kepada Bapak. Kalau Bapak ada uang, Bapak pasti akan memberikannya untukmu."

Baca juga: Anak Ikut Demo, Demi Anak atau Ego Orangtua? Sebelum Mengambil Keputusan untuk Anak, Pertimbangkan 2 Faktor Penting ini

Saya cukup yakin bahwa Ahok bisa bersikap jujur karena ia mengingat pesan orangtuanya tentang kejujuran yang disampaikan kepadanya. Kisah-kisah tentang pesan orangtua ke Ahok agar bertindak jujur dan adil banyak kita baca melalui pelbagai media.


3. Taatlah kepada Tuhan

salemwebnetwork

Seorang bapak bertanya kepada saya, "Laoshi, Bagaimana kita bisa menilai ketaatan seseorang kepada Tuhannya?" 'Laoshi' adalah sebutan untuk guru dalam bahasa Mandarin. Jawabannya memang sulit karena tidak mudah mengukur ketaatan seseorang.

Namun demikian, kita bisa melihat ketaatan seseorang dari apa yang dilakukannya sehari-hari. Sekali lagi contohnya adalah Ahok. Pengalaman getir Ahok tak membuatnya bertindak yang korup, karena itu ia mengembalikan sisa dana operasional jabatannya. Inilah bukti ketaatan Ahok pada Tuhannya yang melampaui kondisi peliknya.

Ketika tak seorang pun tahu apa yang kita lakukan, ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang mengetahuinya.

Selamat ulang tahun, Pak Ahok. Terima kasih untuk semua kontribusimu pada negeri ini.



Artikel-artikel ini akan memberikan inspirasi:

Jika Ahok Anak Saya, Bisakah Sekarang Saya Berdoa seperti Doa Buniarti Ningsih, Ibundanya?

Dari Djarot Saiful Hidayat, Belajar Menjadi Sahabat Sejati

Bukan Ahok, Bukan Anies, tapi Ini!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ahok Ulang Tahun, Saya Teringat Teladan Terakhirnya Ini sebagai Gubernur". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar