Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Siapa yang Salah?

Reflections & Inspirations

[Photo credit: kumparan]

1.4K
Di peristiwa-peristiwa luar biasa yang 'mengejutkan' seperti ini, ada semacam obsesi untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Entah mengapa.

Merespons berita tentang gugatan cerai Ahok, satu pertanyaan ini jadi bahan pemikiran dan pembicaraan banyak orang:

"Siapa yang salah?"


Di awal kemunculan berita tersebut, banyak orang terburu-buru menjatuhkan keputusan: Media yang salah. Berita tersebut pasti hoaks. Bukan hanya seratus persen, seribu persen hoaks.

Namun ternyata tidak perlu menunggu lama bermunculan informasi susulan yang mengklarifikasi, berita itu bukan hoaks. Waduh! Lalu, siapa yang salah sekarang?

Jika medianya tidak salah, maka yang salah adalah yang menyebarkan berita. Mereka yang dengan cepat mengirimkan berita-berita tersebut dari group chat yang satu ke group chat yang lain ataupun membagikannya di media sosial.

Kemudian terjadilah banyak sekali kesalahan, karena banyak orang merasa informasi yang dibagikannya paling benar. Meskipun seringnya, orang itu juga nanti akan meralat ketika tahu apa yang dikirimnya itu salah. Dengan mengirimkan informasi lain, yang lagi-lagi dianggapnya sebagai paling benar.


Uniknya, meskipun sudah tahu banyak berita yang tak jelas kadar kebenarannya beredar, tetap saja semua 'kepo' dan terus mencari tahu. Entah mengapa saya merasa, di peristiwa-peristiwa luar biasa yang 'mengejutkan' seperti ini, ada semacam obsesi untuk mencari pihak yang harus disalahkan.

Jika bukan media, bukan pula yang menyebarkan berita, maka kini Ahok atau Veronica yang salah. Bermunculanlah kemudian skenario-skenario spekulatif dengan kadar kebenaran yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan. Persaingan politik, kehadiran pria lain, langkah strategis untuk mengamankan harta, entah apa lagi yang esok hari akan dituding sebagai biang masalah.

Lalu, Ahok dan Veronica yang salah. Karena tidak mau berjuang mempertahankan pernikahan, tidak memikirkan anak-anak, tidak menjadi teladan yang baik.

Baca Juga: Tentang Kita, Manusia yang Mudah Menghakimi Orang Lain, Rasa Aman Palsu dan Keengganan untuk Bertumbuh


Sebelum saya ikut disalah-salahkan, saya akan mengakhiri tulisan ini.

Saya hanya ingin menunjukkan,

Inilah dunia. Semua bisa salah. Kita bisa salah. Kita bisa menyalahkan, bisa salah menyalahkan. Bisa juga disalahkan.

Semoga kita, yang sering salah ini, tidak melulu mencari kesalahan atau pihak yang harus disalahkan, tetapi pertama-tama mencoba memahami, menerima dan mengampuni.

Kita juga tidak selalu benar, bukan?




Baca Juga:

Ahok Gugat Cerai Veronica Tan, Saya yang Percaya dan Tidak Percaya

Ahok Gugat Cerai Veronica Tan? Renungkan 3 Hal Ini Sebelum Membuka Suara

Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Gak Mungkin? Bisa Saja? Ketimbang Ngurusi Itu, Ini Lebih Penting




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ahok Gugat Cerai Veronica Tan. Siapa yang Salah?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar