9 Tipe Mantan Pacar: Salah Satunya Pasti Pernah Hadir Mewarnai Perjalanan Cintamu

Ex & Broken Hearts

[Image: thoughtcatalog.com]

6.5K
Mantan itu ibarat kaca spion ketika kita mengendarai motor atau mobil. Sesekali perlu ditengok, namun jangan ditatap terlalu lama. Bisa bahaya. Mari tengok sebentar mantan[-mantan]mu, kira-kira termasuk tipe yang mana?

"Buanglah mantan pada tempatnya!"

Begitu kata teman saya yang baru saja putus dengan pacarnya.

Mengalami patah hati setelah sekian lama menjalani relasi tentu tidaklah mengenakkan. Selain harus menghapus kenangan, kaum barjo [baru jomblo] juga terpaksa harus menghadapi berbagai perubahan. Perubahan status, itulah mungkin satu hal tersulit yang mau tak mau harus mereka terima. Dulu pacar, kini jadi mantan.

Status boleh saja berganti, satu yang tak dapat dipungkiri: mantan adalah ia yang pernah berbagi hidup dengan kita, menjalani pahit dan manis waktu kebersamaan berdua. Masa iya bisa dibuang begitu saja? Saya sih, gak yakin. #inibukancurhatgaes

Sejujurnya, saya kurang setuju dengan kalimat teman saya tadi. "Buanglah mantan pada tempatnya," seolah-olah mantan itu seperti sampah, sehingga harus dibuang, pada tempatnya. Mendengar ucapan teman saya itu, langsung muncul pertanyaan ini di pikiran saya, "Waduh, berarti kamu pernah mencintai sampah, gitu?" tapi tentu saja pertanyaan itu tidak saya tanyakan kepadanya.

Kalau buat saya, ini rasa-rasanya lebih pas: "Simpanlah mantan pada tempatnya!" Ah tapi, siapalah saya ini, kan?

Baca Juga: Terima Kasih Mantan, Darimu Aku Belajar 7 Hal Penting untuk Masa Depanku

Soal mantan, sebaiknya kita tak bermain-main. Mereka adalah manusia-manusia yang istimewa. Pernah hadir dan mewarnai hidup kita. Dari hasil pengamatan saya - pengamatan ya, bukan pengalaman - setidaknya ada 9 tipe mantan. Nah, dari 9 tipe ini, tipe yang manakah mantanmu?


1. Mantan Kepo

[Image: thirdside.co]

Duduk manis di urutan pertama sambil menatap serius ke layar HPnya: si mantan yang masih kepo. Ini tipe mantan yang out of nowhere tiba-tiba nge-like status Facebook atau nge-love postingan Instagram kita. Di depan kita, tingkahnya wajar sewajar-wajarnya, bahkan malah bisa jadi super cuek. Namun, di balik sikapnya yang dingin itu, ternyata dia masih suka stalking-in kita!! HA! *tepukdada* Ia masih mau tahu apa aja yang kita lakukan dan dengan siapa kita beraktivitas.

Entah apa motivasi si mantan melakukan itu. Mungkin masih sayang, mungkiiin. Tapi bisa juga dia iseng karena lagi kurang kerjaan. Jadi gak usah GR dulu apalagi baper setelah menerima like dan love darinya. Kepencet, anggap saja demikian.



2. Mantan Jelangkung

"Jelangkung, Jelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar."

Bukan, Ini bukan tentang kemandirian. Bukan tentang si mantan yang bisa pulang pergi sendiri sehingga tak perlu diantar dan dijemput. Bukan tentang itu.

Ini tentang tipe kedua: mantan yang begitu putus tiba-tiba menghilang. Ia seakan lenyap begitu saja dari peredaran dunia, baik dunia nyata maupun dunia maya. Mungkin, ia begitu patah hati harus putus darimu. Ia begitu mencintaimu sehingga melihatmu sudah move on membuatnya menderita, mungkin.

Tapi, jangan ngarep dulu! Bukan gak mungkin kalau ternyata kamu yang sudah di-block, di-unfriend, di-mute, di-unshare, di-unfollow, di-delete olehnya, makanya kamu gak lagi tahu apa-apa tentang dirinya. Eh, lagian, kok kamu masih kepo aja sih sama dia? Okeh fix, kamu masuk kategori mantan nomor 1!



3. Mantan yang Masih Mengejar

[Image: upworthy,com]
1

Memasuki nomor 3 sambil berlari-lari kecil [dari kenyataan]: sang mantan yang masih mengejar.

Ketika kamu menghadapi jenis mantan seperti ini, ada beberapa kemungkinan. Pertama, dia masih perlu waktu untuk menerima kenyataan bahwa hubungan kalian sudah berakhir. Kedua, dia merasa kamu berutang padanya - semacam debt collector, mantanmu itu. Ketiga, dia psikopat.

Berhadapan dengan tipe ini, satu hal yang perlu kamu ingat: jangan malah ikutan lari! Mencoba lari hanya akan membuatnya semakin gigih mengejarmu. Sebaliknya, hadapi. Dingin saja tapi, tak perlu bermanis-manis. Kecuali jika kamu sendiri memang berniat untuk balikan dengannya.



4. Mantan yang Gagal Move On

Foto kalian berdua masih menjadi cover picture di akun Facebooknya. Foto-foto dan video-video kenangan kalian masih terpampang manis di Instagramnya. Bahkan, kemarin ia mengunggah sebuah foto baru: dirinya, sendirian, dengan caption ”wish you were here ...”

Nah, inilah tipe mantan yang keempat. Walaupun sudah putus, ia masih belum rela ditinggalkan [dan meninggalkan]. Agak mirip dengan nomor 3 memang. Hanya bedanya, ia tidak senekat si mantan tipe pengejar. Ini jenis yang lebih sentimental. Ia bukan tipe yang akan terang-terangan me-mention atau men-tag mu di postingan-postingan galaunya. Ia memilih bermain cantik, dengan menggunakan 'kode'. Testing the waters istilahnya, cek ombak. Ia masih ngarep, jelas banget, tapi gengsi. Dengan bersembunyi di balik no mensyen, ia gak akan terlalu malu kalaupun pada akhirnya kamu tetap gak menanggapinya.

Baca Juga: 8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan



5. Mantan yang Cepat Move On

[Image: lared.cl]
1

Kebalikan dari si gagal move on, mantan tipe ini justru sangat cepat mendapatkan pengganti kita. Belum seminggu putus, ia sudah jadian lagi. Belum kering luka hati ini akibat perselingkuhannya ketika masih berpacaran dua minggu lalu, ia sudah pamer kemesraan dengan pacar barunya [orang yang berbeda dengan selingkuhannya waktu itu, pula! #khanmaen #warbyasah] di semua akun media sosialnya.

"Aku mau fokus belajar," begitu ucapnya ketika minta putus dua minggu lalu. Meski berat, kamu relakan ia pergi. Demi masa depan, pikirmu. Toh Jodoh Pasti Bertemu, Afgan bilang begitu. Dan betul, kalian memang bertemu. Kemarin, saat kamu jalan sendirian, dia menggandeng mesra cowok lain - yang lebih ganteng darimu.

"Terlalu sadis caramu." - Afgan.

Baca Juga: 5 Cara untuk Berhenti Mencintai Ia yang Tak Dapat Dimiliki



6. Mantan yang Masih Perhatian

Ini tipe mantan yang bisa membuatmu gagal move on. Hubungan kalian memang telah usai, keputusan waktu itu pun diambil dengan kesepakatan dua belah pihak. Kenal baik-baik, putus baik-baik, begitu kejadiannya. Ternyata, berakhirnya hubungan tak serta merta mengakhiri limpahan perhatian darinya. Ia tak pernah absen mengirimkan ucapan selamat pagi, memberikan semangat sebelum kamu memulai aktivitas, bahkan memberikan kejutan-kejutan kecil yang [sejujurnya] kamu sukai.

Jika kamu berhubungan dengan mantan jenis ini, demi kebaikan kalian berdua, sebaiknya kamu menjaga jarak dengannya. Putusnya kalian berdua tentu bukanlah sebuah keputusan yang diambil tanpa alasan. Kalian telah setuju untuk berpisah, bukan? Jika kondisi ini dibiarkan tetap berlangsung, bukannya melangkah maju, kalian hanya akan berputar-putar dan berjalan di tempat.

Mau balikan, kamu tahu ujung-ujungnya akan putus lagi. Mau deketin orang lain, takut menyakiti perasaan si mantan. Serba salah, kan?



7. Mantan yang Balik Jadi Temen

[Image: ributrukun.com]

Jika dua orang memutuskan untuk berpisah dalam kedewasaan, setelah putus keduanya akan kembali menjadi teman. Teman: sebuah kondisi netral, sebelum dua orang memutuskan untuk menjalani sebuah relasi yang disebut 'pacaran'.

Mudah diucapkan, amat sulit untuk dijalani.

Saya mengalaminya sendiri. Rasa canggung masih saja terasa ketika harus berhadapan dengan si "Dia".

Baca Juga: Hubungan Tanpa Status: 7 Langkah agar Status Hubungan Tak Terus Menggantung



8. Mantan ‘Fans’

Tipe ini juga agak mirip dengan mantan yang gagal move on. Bedanya: jika tipe gagal move on cenderung pasif - bersembunyi di balik no mensyen, maka tipe fans ini sebaliknya, memuja dengan amat ekspresif. Jika mantanmu aktif nge-like, nge-love, bahkan mengomentari seluruh postingan sosial mediamu, maka sudah dapat dipastikan, kamu punya seorang penggemar fanatik. Selamat!



9. Mantan yang Jadi Musuh

[Image: huffingtonpost.com]

Tipe terakhir, mantan yang seolah memendam dendam kesumat. Jika tak sengaja bertemu, bisa dipastikan ia akan menghindar. Pura-pura tidak melihat, pura-pura sibuk dengan HP, pura-pura melihat ke arah lain, pura-pura ngobrol dengan teman, dan banyak lagi manuver penghindaran yang dapat dilakukannya. Atau, kalau terpaksa bertemu, ia tidak akan sungkan untuk memasang muka acuh tak acuh, terganggu, atau bahkan jijik ketika melihatmu.

Mantan yang menjadi musuh ini bisa jadi adalah ia yang merasa sudah berkorban terlalu banyak - memberikan segalanya, namun ternyata tetap tidak dapat mempertahankan hubungan kalian. Bisa jadi juga ia yang terlalu menyayangimu untuk kemudian dikecewakan olehmu. Yang jelas, mantan yang menjadi musuh adalah ia yang merasa terlalu tersakiti olehmu.

Baca Juga: Jangan Lakukan 10 Kesalahan Fatal ini Jika Tak Ingin Hubungan Cintamu dengan Pasangan Berakhir Tragis!



Baca Juga:

Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik akan Datang

Ketika Mantan Mengintai dan CLBK Menghantui, Keutuhan Rumah Tangga Terancam. Segera Lakukan 5 Langkah ini!

Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "9 Tipe Mantan Pacar: Salah Satunya Pasti Pernah Hadir Mewarnai Perjalanan Cintamu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar