9 Tipe Mama-Mama Muda di Media Sosial

Marriage

[Image: lifehack.org]

14.1K
Sesungguhnya di balik sebuah postingan foto istri yang 'sempurna', ada seorang suami terjajah di belakangnya.

“Pa, coba lihat. Ini yang ditulis teman FB-ku,” tutur istri beberapa waktu yang lalu.

Saya segera memperhatikan apa yang tertulis di status Facebook yang dimaksud istri saya tersebut.

“Kalau ada yang bertanya apa beda sebelum dan sesudah menikah? Nah, inilah bedanya. Dulu kalau membeli barang semacam ini [ada gambar barang tertentu di bawah status tersebut beserta harganya] tak usah pakai ijin segala. Langsung beli! Kalau sekarang mesti ijin suami. Ribet!”

Nah, lho. Ada yang pernah menemukan postingan status yang kurang lebih sama?

Percakapan itu menarik perhatian saya untuk memerhatikan beberapa postingan para mamah muda [mahmud] dan perempuan yang baru saja menikah dan akan segera menjadi mama. Dan, hasil kepo tersebut saya kumpulkan di daftar berikut ini:


1. Mahmud yang hobi nge-tag/mention suami

Ada mamah-mamah muda yang gemar nge-tag atau mention suami di berbagai postingan dan artikel. Mulai dari artikel tentang kesehatan, pengasuhan anak, sampai tentang tempat liburan atau tempat romantis tertentu. Tujuannya jelas: bacalah dan mengertilah permintaanku! Mungkin saja komunikasi dengan suami di dunia nyata sudah macet, sehingga mesti lewat tag dan mention di dunia maya. Mungkin juga ada kebutuhan untuk memperlihatkan pada khalayak umum tentang perhatiannya bagi suami.

Namun, aneh bin ajaib, para suami tak pernah merespons. Jangankan dalam bentuk reply-an mesra, sekadar memencet tombol like saja tidak tuh! Jadinya malah aneh, kayak bicara sendiri, tanpa respons. Eh mungkin tak aneh sih, karena itu sudah biasa terjadi di dalam hidup sehari-hari di rumah, mungkin.



2. Mahmud selfie expert

[Image: shutterstock.com]

Nah, jenis mamah muda yang satu ini cukup efektif untuk mencerahkan harimu. Potret hasil selfie pagi, siang, dan malam bertebaran di media sosial. Beraneka pose, beraneka kostum, beraneka lokasi. Mulai dari pose yang masih “tertutup” hingga “terbuka”. Untuk apa? Saya kurang tahu. Mungkin untuk berbagi keindahan diri, plus sebagai reminder bagi para suami cuek: istrimu masih cantik, lho! Kok sudah jarang memuji sih?

Oh ya, kadang tak selalu hasil selfie penuh keindahan yang muncul, ada juga selfie setelah habis jatuh, pada waktu terbaring sakit di rumah atau rumah sakit, atau malah kadang berupa zoom luka di tangan atau kaki.

Seperti biasa, para suami, jangankan memberikan komentar, menekan tombol ekspresi pun, tidak sama sekali. Atau jangan-jangan, malah sudah di-mute, ya?

Baca Juga: Stop Buka-bukaan di Depan Kamera, Be Smart and Respect Yourself!



3. Mahmud ala model, model ala ala

Nah, ini varian yang berbeda lagi. Para mamah muda ini menyadari bahwa hasil selfie seringkali tak memuaskan. Maka, harus ada orang lain yang mengambil potret untuk hasil yang sempurna! Siapakah itu? Siapa lagi kalau bukan .... para suami. Ya, para suamilah yang menjadi 'korban'nya.

Seorang mamah muda sedang sibuk berpose di pantai dengan aneka gaya, di dekatnya ada seorang pria, yang dengan raut tak gembira, memegang ponsel atau kamera. Bukan, itu bukan mas tukang foto keliling. Dari kejauhan, si mamah berteriak memberi arahan berulang kali, "Oke Pa, ayo potret segera!" "Dari sisi sebelah sini, jangan sebelah sana! [Aku kelihatan gemuk soalnya]" Setelah beberapa kali jepret, mamah muda itu mendekat, mengamati hasil jepretan suami, dan berkata, "Ulang lagi ya, kurang bagus!"


Sesungguhnya di balik sebuah postingan foto seorang istri yang 'sempurna', ada seorang suami terjajah di belakangnya.


Oh ya, sesempurna-sempurnanya hasil jepretan suami yang tertindas itu, masih saja dirasa ada yang kurang oleh si mamah. Karena itu, perlu diedit. Minimal dibuat lebih putih. Maksimal? Dibuat lebih menyerupai model daripada bentuk aslinya, lah.

Untuk apa? "UNTUK APA?," kamu tanya?! Ckckck.

Ya untuk dimengerti! Perempuan khan selalu ingin dimengerti. Dimengerti kalau ia masih cantik dan menarik [dalam foto. yang sudah diedit.]



4. Mahmud [pen] citra [an] ibu/istri teladan

Kalau ini, ini biasanya fenomena yang terjadi pada mamah-mamah muda yang baru punya anak. Postingan media sosialnya tak jauh-jauh seputar kabar terkini sang bayi, lengkap dengan potret perkembangannya. Tentu saja tak terlewatkan pula artikel-artikel tentang pengasuhan anak, juga status tentang mengapa bayinya begini atau begitu. Potret berdua? Wah, itu wajib hukumnya. Ya, berdua saja, dengan anak. Minus suami. Lalu, suaminya? Ah, dari dulu khan nasib pria selalu sama: jadi tukang potret.

Mamah tipe ini biasanya juga suka menunjukkan hasil kepiawaiannya mengolah masakan di dapur. Foto hasil masakan [yang tidak gosong] pun bertaburan di sana-sini. Apabila ada yang memberikan pujian, selalu menyambut dengan mengatakan bahwa masakan itu gampang membuatnya. Tak perlu orang tahu soal 5-6 kali mencoba dan gagal semua, bukan?


[Image: greeneyedgirl.co.uk]

Seperti biasa, yang jarang atau tak pernah menekan tombol like adalah .... Yak! Anda betul! Su-a-mi. Itulah sebabnya para istri kemudian men-tag dan me-mention tanpa lelah, meskipun lagi dan lagi mendapatkan respons yang sama: tiada respons. Para suami memang keterlaluan. Apa yang mereka lakukan itu ..... J A H A T !!! HIH !

Baca Juga: 4 Hal Indah yang Akan Kamu Temukan setelah Mengubah Pandanganmu tentang Hidup, yang Ternyata, Tak Melulu Sekadar Soal Kompetisi



5. Mahmud juragan olshop, sis

Ini jelas mamah muda yang tak mau hanya terkungkung di rumah atau bekerja dengan terikat jam kantor. Dalam perspektif mamah muda jenis ini, selalu ada kesempatan untuk mencari tambahan untuk membuat dapur terus mengepul. Maka, penuhlah timeline dengan segala macam barang jualan. Mulai gelas, piring, pakaian, selimut, bantal, sepatu. Bahkan, kalau ada yang berminat dan penawarannya bagus, suami pun mungkin akan ditukartambahkan! "PM for price, ya ..."

"Ayo sis, segera order, barang unik dan terbatas nih. Jangan sampai kehabisan. [padahal stok segudang]" Itu mantra wajibnya! Ini jelas mamah-mamah muda yang tak mau menyerah dengan keadaan. Tak bisa bekerja penuh waktu karena harus mengurus suami dan anak-anak? Tak masalah! Dunia maya memberikan peluang yang tak terbatas. Bahkan, beberapa mamah-mamah muda yang saya kenal justru akhirnya bisa meraih penghasilan yang besarnya mengalahkan suami mereka dari hasil berjualan online. Walau ada juga sih yang tertipu sana-sini dan malah berkurang tabungannya.



6. Mahmud tipe komentator

[Image: jenningswire.com]

Jika bagi sebagian orang tujuan mempunyai akun media sosial adalah untuk meng-upload kabar atau foto lalu menunggu komentar orang lain, maka ada varian yang lain. Ada orang yang mempunyai akun media sosial, namun tak pernah mem-posting status atau gambar. Lha, lalu untuk apa? Ya untuk memberikan komentar pada postingan orang lain. Aktif menuliskan komentar, tapi jarang atau tak pernah posting status? Bisa saja khan? Emangnya ga boleh?!

Mama muda yang termasuk dalam golongan ini, jika kita amati, profile akun Facebooknya hanya berisi tag dari orang lain, dari online shop tertentu, atau ucapan selamat ulang tahun yang sudah sekian lama tak pernah dihapus. Tak penting mengurus akun Facebook pribadi, yang penting komentar di akun orang lain.

Baca Juga: Tentang Kita, Manusia yang Mudah Menghakimi Orang Lain, Rasa Aman Palsu, dan Keengganan untuk Bertumbuh



7. Mahmud yang suka 'berbagi'

[Image: foodstrips.com]

Ini jenis yang berbeda dengan mamah nomor 6. Nyaris total bahkan perbedaannya. Mamah muda jenis ini akan mem-posting setiap berita. Yak, setiap berita, yang didapat dari hasil broadcast. Tak peduli benar atau salah, pokoknya posting! Yang penting, jadi orang pertama yang mem-posting berita itu. Jangan lupakan juga kegemaran mamah golongan ini untuk men-share berita atau artikel dengan judul-judul bombastis, tanpa membaca - apalagi memahami - isinya terlebih dahulu.

Mamah model ini biasanya akan bermasalah dengan mamah jenis sebelumnya, nomor 6 - si hobi komentar. Tak tahan membaca postingan tak jelas ala mama nomor 7, mama nomor 6 dapat dipastikan akan langsung melakukan apa yang memang paling ahli dilakukannya: berkomentar, di kolom comment. Tapi, boro-boro ditanggapi, dibaca saja tidak oleh mamah nomor 7.

Kalaupun terdesak, si mamah sudah siap dengan jurus sakti untuk menangkis serangan protes orang-orang. "Ya, sekadar untuk jaga-jaga. Kalau ga benar ya ga usah diperhatikan."

Baca Juga: Membagikan Berita Kriminal lewat Media Sosial? Hati-Hati, Ungkapan Keprihatinan Anda Malah Bisa Menjadi Inspirasi bagi Para Pelaku Kejahatan



8. Mahmud tipe stalker

[Image: cambio.com]

Ini jenis mama muda yang membuat akun media sosial, mengumpulkan banyak teman, namun tak pernah posting, dan tak pernah memberikan komentar sama sekali. Walaupun demikian, percayalah, tak ada satu postingan pun yang terluput dari pantauannya. Silent reader, memantau dalam senyap.

Senyap di dunia maya, namun ramai di dunia nyata. Semua data yang diperoleh dari hasil 'investigasi menyeluruh dan mendalam' sang mama di media sosial tersebut akan menjadi bahan bakar dalam obrolan-obrolan cantik dan juga tentu saja gosip di dunia nyata. Tak lupa juga disertai dengan barang bukti berupa hasil screenshot dari akun orang-orang yang tengah dipercakapkan. No pic = hoax, bukan?

Baca Juga: Awas, Media Sosial Merampas dan Membunuh 3 Hal Penting ini dari Hidupmu. Segera Lakukan Sesuatu!



9. Mahmud tukang drama

Nah, kalau membaca postingan status atau caption foto dari mama jenis ini, kita akan menemukan banyak kegalauan hati yang terungkap. Tak jelas postingan penuh kegalauan itu ditujukan kepada siapa. Yang penting isi hati dicurahkan, tertumpah semua di sana.

Begini misalnya, "Mengapa engkau tak kunjung datang? Lelah aku menantimu." Coba, menurut Anda siapa yang ia nantikan? Rangga, yang tak datang-datang bahkan setelah ratusan purnama? Suami, yang meskipun bukan Bang Toyib, belum kunjung pulang juga setelah 3 kali puasa 3 kali lebaran? Tukang sayur? Atau malah siklus bulanan?

Bingung khan? Saya juga!


Nah, kamu termasuk yang mana? Istrimu termasuk yang mana? Adakah varian lain? Yuk, tuliskan pendapatmu!



Baca Juga:

Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Lain yang Dapat Membunuh Relasi

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "9 Tipe Mama-Mama Muda di Media Sosial". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @wahyupramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar