Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukan Perhatian dan Menjaga Diri tetap Sehat

Marriage

3.6K
Life is a circle of happiness, sadness, hard times and good times. Jika saat ini adalah waktu yang sulit, jangan menyerah, buatlah situasi sulit menjadi lebih mudah dengan tetap optimis dan tetaplah berbahagia.

Sebelum meninggal dunia 13 belas tahun yang lalu, papa menderita sakit yang cukup lama. Penyakit kanker hati yang dideritanya membuatnya harus bolak-balik memeriksa kondisi kesehatannya. Semakin hari sejak terdeteksi, semakin meningkat kronisnya. Mama saya secara intens menemaninya menjalani pemeriksanaan dan terapi dokter, baik di Singapura maupun di Jakarta.

Saya hanya sesekali menemani papa perawatan, sementara mama adalah orang yang intens menemani papa selama 1x24 jam mendampinginya, bahkan jika papa harus dirawat di rumah sakit, mama ikut menginap di rumah sakit.

Saya melilhat proses mama merawat dan menemani papa yang tidak mudah, sangat menyita waktu dan energi mama serta kehidupan pribadinya. Hampir setiap waktu mama dihabiskan hanya untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan, mulai dari urusan dengan beberapa dokter yang berbeda, rumah sakit, pekerjaan papa dikantor, urusan dengan keluarga besar papa juga mengurus diri papa secara total selama masa sakitnya, yang makin memburuk hingga membuat papa bergantung kepadanya sampai akhirnya papa meninggalkan kami.

Mama adalah orang yang cukup kuat dan bijak menjalani situasi ini. Pada waktunya yang hampir sebagian besar dihabiskan untuk papa, dia tetap menjaga pola makan dan kesehatannya. Dia juga tetap melakukan kegiatan rutinnya, hobinya membuat kue dan kegiatan bersama teman gerejanya, kecuali mengurus kami. Kami sudah tinggal di kota yang berbeda, baik adik-adik yang sedang studi maupun saya yang sudah menikah.

Banyak orang yang mengatakan jika mengurus orang sakit, biasanya yang menjaga bisa meninggal lebih dulu karena tidak tahan dengan tekanan yang dihadapi selama merawat. Di sisi lain yang, pasien dilayani secara rutin, diberi makan cukup dan bergizi serta selalu dalam pemantauan dokter sehingga terawat dengan baik. Dalam beberapa kasus pendapat ini memang terbukti.

Selama menjaga dan menemani pasangan yang sakit, meskipun melelahkan dan menguras emosi, tetap ada cara yang efektif yang bisa dilakukan saat menjaga pasangan, agar tetap bisa menjaga kesehatan dirinya secara mental maupun fisik.

Baca Juga: Mengapa Saya Membeli Asurasi padahal Tak Berharap Segera Mati? Ini 6 Alasannya

Nah simak 9 cara tetap ceria dan semangat saat merawat pasangan yang sakit:


1. Pahami Penyakit, Jalin Komunikasi dengan Dokter.

photo credit: pixabay.com

Saat mendampingi pasangan, penting untuk kita memahami dengan benar penyakit pasangan agar bisa mengambil tindakan yang tepat. Mengetahui dengan tepat penyakit yang diderita juga menolong kita untuk memperkenalkan cara hidup yang baru kepada pasangan untuk membantu proses penyembuhan.

Cara praktis yang bisa kita lakukan adalah menjalin komunikasi yang baik dengan dokter yang merawat. Usahakan untuk mendapatkan catatan sebanyak-banyaknya tentang kondisi pasangan dan cara merawatnya ketika dirumah.


2. Bicarakan Kondisi dan Perasaan Bersama Pasangan.

photo credit: pixabay.com

Hadapi bersama-sama kenyataan ini. Bicarakan tentang perubahan kondisi kesehatan, proses medis yang dijalani, bahkan perasaan yang mungkin mengganggu seperti sedih, takut dan bingung namun tetap menyimpan harap. Membicarakan mengenai pengambil alihan tugas selama pasangan sakit juga perlu dilakukan.

Pembicaraan secara terbuka akan menghindarkan kita dari banyak salah paham dan frustasi. Pada akhirnya, pengertian yang lebih baik akan membangun kedekatan yang lebih intim dengan pasangan.

Saat berkomunikasi, kita perlu berhati-hati mengingat pasangan yang sakit biasanya menjadi lebih sensitif. Bisa diawali dengan kalimat empati, seperti:

” saya tahu ini mungkin waktu yang sulit untuk kita, namun saya ingin kita membicarakan waktu penyembuhan kamu yang cukup lama dan kamu perlu tahu bahwa saya akan selalu mendampingi kamu, melakukan tugas yang mungkin belum bisa kamu lakukan saat ini dan jika kamu ingin berbagi tentang perasaan tentang sakitmu saya selalu siap untuk mendengarkan”

Jika pasangan berkeluh kesah, dengarkan tanpa usaha memotong pembicaraan. Pada dasarnya mereka hanya ingin merasa dipedulikan.

Hindari membicarakan masalah serius yang dapat menambah beban pikirannya hingga membuat kondisinya memburuk.

Baca juga: Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi Ini jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!


3. Atur cara pengobatan dengan baik

photo credit: pixabay.com

Menemani pasangan yang sakit, menyita banyak waktu, untuk mengurusi obat-obatan dan perawatan medis lainnya. Kita perlu membuat catatan yang lengkap mulai dari nama, merk, jam minum obat dan efek samping yang mungkin timbul. Siapkan obat didalam kotak obat harian, catat nama dokter, apotik, waktu perjanjian dengan dokter dan nomor telpon yang diperlukan. Simpan semua catatan ditempat yang mudah terlihat.

Keteraturan dalam pencatatan ini sangat berguna dalam perawatan yang rutin berjalan dengan lebih efektif dan ketika kita memiliki keperluan lain sehingga harus menitipkan pemberian obat-obatan kepada orang lain.


4. Cari Informasi, Manfaatkan Teknologi!

photo credit: pixabay.com

Manfaatkan penggunaan internet dan teknologi aplikasi mobile phone untuk melengkapi informasi mengenai obat-obatan yang dipakai, juga perawatan yang diberikan secara tepat. Website tertentu dapat membantu kita memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi penyakit dari pasangan. Penting untuk kita banyak membaca untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, untuk memahami kondisi pasangan yang sakit.


5. Hati-Hati Depresi, Peka Terhadap Tanda-Tandanya.

photo credit: pixabay.com

Menemani orang sakit dapat membuat kita merasa tertekan dan memicu amarah, takut, lelah, bersalah, tidak berdaya dan sangat bersedih. Survei membuktikan depresi pada orang yang menemani orang sakit 6 kali lebih besar dibanding penyebab depresi lainnya, hal ini karena kita harus ikut menyerap semua kondisi yang dialami oleh pasien, mulai dari keluhan rasa sakit ditubuhnya hingga kondisi mentalnya.

Tanda-tanda depresi yang mungkin muncul yang harus di antisipasi menurut Mayo Clinic antara lain : kehilangan minat melakukan kegiatan rutin harian, kehilangan berat badan dan nafsu makan, sulit tidur atau malah menjadi tidur berlebihan, perasaan bersalah, tidak bertenaga, perasaan sedih, kehilangan harapan dan rasa tidak berdaya, seringkali marah mendadak karena sebab yang tidak jelas.

Jika muncul tanda-tanda diatas, kita membutuhkan tempat untuk bicara. Carilah orang-orang yang dipercaya untuk berbagi rasa dan cerita. Kita perlu memiliki teman atau keluarga yang bisa senantiasa mendukung dan berbagi.


6. Jangan lupa untuk menjaga diri anda

photo credit: pexels.com

Jika kita merasa nyaman baik secara fisik maupun emosional, maka kita bisa lebih baik dalam memberi dukungan kepada pasangan yang sakit.

Hal yang dapat dilakukan antara lain, tetap melakukan aktivitas normal seperti biasanya, termasuk kegiatan berolahraga atau hobi yang biasa ditekuni, paling tidak ambil waktu sendiri kira-kira 15 menit sehari untuk bisa memikirkan dengan tenang dan jelas situasi yang sedang berlangsung, buat janji pada waktu-waktu tertentu dengan orang yang bisa menggantikan tugas anda dan anda bisa keluar bersama teman-teman, makan makanan yang bergizi, pergil ke dokter jika kita merasa kurang sehat, lelah atau sudah muncul tanda-tanda depresi. Berikan pujian dan hadiah pada diri, karena kita sudah melakukan yang terbaik.


7. Jangan Lupa Tetap Bersosialisasi

photo credit: pexels.com

Jangan merasa bersalah jika menikmati kebersamaan sosial saat pasangan sakit. Tetap pelihara lingkungan sosial, tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Ikutlah kegiatan sosial atau hadirlah dalam kegiatan keagamaan. Situasi bersama seperti ini sangat menolong kita untuk tetap punya semangat dan keceriaan selama menemani pasangan yang sakit. Ajak pasangan jika kondisi pasangan memungkinkan untuk ikut. Bersama komunitas yang mendukung dapat mempermudah banyak hal yang perlu ditangani dan dilakukan.


8. Semangati Pasangan Untuk Mandiri Kembali

photo credit: pixabay.com

Dukung pasangan untuk terus berkomunikasi dengan teman-teman dan komunitasnya. Beri kesempatan untuk melakukan sendiri hal-yang bisa dilakukan dalam masa pengobatannya. Kemampuan untuk bisa mandiri dapat meningkatkan kemajuan pemulihan dan semangat hidupnya.

Upayakan untuk membangun kemandirian pasangan kembali. Walaupun kita bisa melakukan semua hal dengan baik, bagi tugas dalam beberapa bagian kecil yang bisa dilakukan oleh pasangan. Beri dukungan dan tanggapan positif. Beri kesempatan kepada pasangan untuk menentukan sendiri cara yang dia inginkan dan diskusikan jika ada cara yang kita anggap kurang tepat. Selalu tanyakan pendapatnya dan katakan bahwa pendapatnya penting untuk didengarkan. Buat pasangan merasa bahwa kita membutuhkan dirinya.

Baca Juga: Menderita Kelainan Tulang Belakang Menahun, Inilah 7 Hal yang Membuat Saya Mampu Berdiri Tegak, Menghadapi, dan Melaluinya


9. Terbuka Pada Setiap Pertolongan

photo credit: pixabay.com

Meskipun kita adalah pejuang yang kuat dan kompeten, kita tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk menghindarkan kita dari tekanan yang kita hadapi.

Ketika keluarga atau teman menanyakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu, katakanlah kesulitan yang kita rasakan dan berikanlah daftar hal-hal dimana mereka bisa berpartisipasi dalam meringankan beban yang kita alami

Mungkin jika mereka tidak dapat membantu dalam proses pengobatan bisa saja mereka bisa membantu dalam kegiatan rumah sehari-hari seperti mengantar jemput anak sekolah, memasak makanan atau berbelanja kebutuhan harian dan sebagainya.

Tidak ada satu orangpun ingin berhadapan dengan situasi dimana orang yang kita kasihi terbaring sakit, namun ketika situasi ini datang, tetaplah tenang dan jangan terus berkeluh kesah apalagi berputus asa. Hadapi kenyataan dengan bijak. Life is a circle of happiness, sadness, hard times and good times. Jika saat ini adalah waktu yang sulit, jangan menyerah, buatlah situasi sulit menjadi lebih mudah dengan tetap optimis dan tetaplah berbahagia.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Pasangan Terbaring Sakit, Inilah 9 Cara Menunjukan Perhatian dan Menjaga Diri tetap Sehat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Lokan | @hennylokan

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar