Depresi hingga Nyaris Bunuh Diri, 8 Hal ini yang Menyadarkan Bahwa Hidup ini Terlalu Singkat untuk Diratapi, Terlalu Berharga untuk Disia-siakan

Ex & Broken Hearts

[Image: alibio.org]

4.6K
Ketika masalah datang menghampiri, kebanyakan dari kita akan langsung berlaku layaknya drama queen [dan drama king - beberapa]. Itulah contoh tindakan terlalu mengasihani diri sendiri. Terlalu mengasihani diri itu sama saja dengan mengikat kaki sendiri. Menghalangi diri untuk melangkah, berjalan maju ke depan.

Saya kira di dunia ini tidak ada seorang pun yang luput dari depresi. Hanya saja, mungkin tiap individu berbeda dalam takaran dan tingkat depresi yang dialami. Ada yang bisa dengan cepat mengatasi rasa depresi, ada yang kehilangan akal bagaimana cara mengatasinya, ada pula yang tidak tahu sama sekali bahwa sesungguhnya dia sedang mengalami depresi.

Beberapa hari ini saya menjadi tempat curhat dari seorang teman. Mencoba menampung segala tumpahan cerita yang selama ini mungkin sudah begitu sesak menumpuk dalam benaknya, hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk menenangkan dia yang sedang dirudung masalah. Membiarkan dia bercerita, hingga tidak ada lagi kata-kata yang tersisa untuk diucapkan. Membiarkannya menangis, sepuasnya, sampai tak ada lagi air mata yang bisa diteteskannya.

Dari luar, teman saya ini terlihat tegar. Namun, sesungguhnya dia amat rapuh. Orang lain mungkin akan terkejut, bahkan tak akan percaya jika tahu bahwa dia sempat berniat untuk menghabisi nyawanya sendiri.

Syukurlah sekarang dia sudah mulai pulih. Perjuangannya untuk bangkit dari keterpurukan dan menemukan secercah harapan untuk melanjutkan kehidupan adalah sebuah pelajaran berharga yang dia bagikan kepada saya.

Bagi teman-teman yang mungkin pernah atau sedang berpikir untuk mengakhiri hidup, inilah 8 pelajaran dari perjuangan seseorang yang pernah ingin membunuh diri sendiri dan kini bangkit, kembali berjuang menghadapi hidup:


1. Jangan Terlalu Bergantung kepada Seseorang

Kehilangan sahabat adalah salah satu penyebab teman saya berniat mengakhiri hidup. Ketika dia dirudung berbagai masalah pelik, sahabat yang selama ini menjadi tempatnya bersandar tiba-tiba berubah, menjauh, dan kemudian meninggalkannya.

Jangan pernah menggantungkan hidup kepada seseorang. Manusia bisa berubah. Pada saatnya nanti, setiap orang pasti akan pergi. Oleh karena itu, cobalah belajar untuk menghadapi segala sesuatu dengan mandiri. Orang lain hanya bisa membantu, sebatas memberi masukan dan pertimbangan. Tetapi segala keputusan tentang kehidupanmu sepatutnya hanya dibuat oleh dirimu sendiri. Jangan membiasakan orang lain membantu memutuskan bagaimana jalan hidupmu ke depan.

Baca Juga: 5 Pelajaran Berharga tentang Manusia dan Relasi dari Sebuah Persahabatan yang Retak



2. Jangan Terlalu Mengasihani Diri Sendiri

Ketika masalah datang menghampiri, kebanyakan dari kita akan langsung berlaku layaknya drama queen [dan drama king - beberapa]. Itulah contoh tindakan terlalu mengasihani diri sendiri.

“Kenapa semua ini terjadi kepada saya? Apa salah saya?! Kenapa hidup saya begitu menderita?!”

Terlalu mengasihani diri itu sama saja dengan mengikat kaki sendiri. Menghalangi diri untuk melangkah, berjalan maju ke depan.

[Image: alltoday.com]

Bersedih tentu boleh saja. Sebagai manusia yang dianugerahi Tuhan dengan perasaan, sangat wajar bila kita bisa merasa sedih. Tetapi, beranilah mengatakan “Cukup!” “Berhenti!” pada diri sendiri manakala rasa sedih yang melanda sudah menjadi terlalu berkepanjangan.

Menangis? Silakan. Menangislah sepuasnya. Sampai kamu tidak ingin menangis lagi, tak mengapa. Tetapi miliki dan tetapkan batas waktu yang jelas, 2 hari misalnya.

Waktu akan terus berjalan meskipun kamu diam di tempat. Sampai kapan kamu ingin tertinggal dalam perjalanan hidup ini?



3. Ubahlah Sedikit Sudut Pandangmu ketika Menghadapi Sesuatu

Setiap menghadapi sesuatu, jangan terburu-buru menganggapnya sebagai masalah dan beban. Cobalah pandang sesuatu itu dari sisi lain, bisa saja itu merupakan tantangan yang bisa memperkaya pengalaman dalam hidupmu. Atau, kamu juga bisa mengubah takaran berat ringan suatu masalah. Keputusan ada di tanganmu, bukan?

Jangan terfokus pada masalah. Cobalah diam sejenak dan perhatikan dari berbagai sudut. Sesungguhnya yang membuat dirimu tidak bahagia adalah pikiranmu.

Baca Juga: Bisakah Hari yang Buruk menjadi Lebih Buruk?



4. Pertimbangkan Perasaan Orang di Sekitarmu

Kehidupan ini bukanlah sekadar kisah tentang seorang kita pribadi saja, ada orang-orang lain yang juga memainkan peran dalam kehidupan kita, misalnya orang tua, saudara, ataupun orang-orang terdekat lainnya.

[Image: themidnightstation.files.wordpress.com]

Baca Juga: Kamu Berharga, Apapun yang Kamu Rasakan tentang Dirimu. Kamu Istimewa, Apapun yang Orang Lain Katakan Kepadamu. 3 Hal Inilah Buktinya



5. Sudah Maksimalkah Tindakanmu?

Sebagian besar orang yang putus asa selalu menganggap diri tidak berguna. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Bila ya, coba perhatikan lagi setiap langkah yang pernah kamu ambil di masa lalu. Apakah kamu telah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan? Atau, apakah kamu terlalu malas untuk memedulikan semuanya dan memilih untuk membiarkan suatu masalah berlarut-larut? Bila memang demikian, cobalah perbaiki sekarang. Jangan manja, berusahalah lebih keras lagi! Di luar sana masih banyak yang lebih menderita dibandingkan dengan dirimu.

Saat dirimu diterpa masalah, jangan membandingkan dirimu dengan mereka yang kamu anggap lebih baik darimu. Lihatlah jauh di sana, masih banyak saudara-saudaramu yang kehidupannya jauh lebih susah dari kamu.

Belajarlah bersyukur atas semua yang menghampirimu. Pasti ada alasan dibalik segala sesuatu. Kamu akan mengetahuinya setelah membuka pikiranmu.

Baca Juga: Tangan-Tangan Pemelihara Kehidupan



6. Setiap Masalah Pasti Berlalu

Cobalah tengok kembali kisah perjalanan hidupmu, adakah semuanya berlaku kekal abadi? Tidak, bukan? Semua pasti berlalu.

Sewaktu masih kecil kita belajar berjalan, kita terjatuh, merasakan sakit yang teramat, tetapi kita bangkit lagi, dan setelah beberapa kali jatuh bangun, kita mulai lancar berjalan. Lalu, semuanya pun berlalu. Begitu juga dengan pertemuan dengan orang-orang di masa lampau. Sebagian dari orang-orang tersebut sudah berlalu dari kehidupan kita saat ini.

Baik itu kondisi bahagia maupun sedih, semuanya akan berlalu. Jangan terlalu terikat pada suatu kondisi. Bebaskan dirimu, lepaskan keterikatan-keterikatan. Teruslah berjalan.

[Image via: cntraveller.com]



7. Jangan Dengar Lagu Mellow!

Ini merupakan salah satu poin penting, jangan pernah mendengarkan lagu mellow saat kamu gundah ataupun bersedih, itu hanya akan semakin mengeruhkan suasana hati. Sebaliknya, dengarkan lagu-lagu enerjik yang bisa mengobarkan lagi semangat hidupmu. Musik merupakan salah satu obat, loh.

[Image: musicforthesoul.org]



8. Carilah Kesibukan

Jangan terus mengurung diri, carilah kesibukan, jangan hanya berdiam diri. Berolahraga, berjemur di pagi hari, bencengkrama dengan orang lain, atau apapun aktivitas lain yang kamu rasa bisa membawa perubahan positif pada dirimu.

Kamu juga bisa mencoba untuk menulis. Tulisan bisa menjadi obat bagi kegundahan hatimu. Tulis dan rangkailah kata-kata positif, lalu tanamlah itu dalam-dalam di lubuk hatimu. Mudah-mudahan itu bisa mengubahmu menjadi pribadi yang lebih positif. Menulis juga bisa menjadi mood booster, loh. Bisa juga menjadi pengikat janji bagi diri sendiri, malu dong kalau sudah nulis tapi kita sendiri tidak menjalani sesuai tulisan kita?

[Image: quoteslike.com]

Hidup itu terlalu singkat untuk diratapi. Angkat dagu, tegakkan pundakmu, mulailah hari baru. Percayalah, untuk setiap masalah, ada hikmah menanti di baliknya. Melaluinya, kamu akan melihat dirimu menjadi pribadi yang semakin kuat dan tegar. Cobalah bersumbangsih untuk orang banyak, niscaya kamu akan menemukan dirimu menjadi manusia yang lebih bahagia.



Baca Juga:

Masa Lalu Suram, Masa Kini Terasa Berat? Melangkah Maju dan Yakinlah, Ada 4 Hal Indah di Balik Tiap Kepahitan yang Kamu Alami

Menderita Kelainan Tulang Belakang Menahun, Inilah 7 Hal yang Membuat Saya Mampu Berdiri Tegak, Menghadapi dan Melaluinya

4 Hal Indah yang Akan Kamu Temukan Setelah Mengubah Pandanganmu tentang Hidup, yang Ternyata, Tak Melulu Soal Kompetisi

















Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Depresi hingga Nyaris Bunuh Diri, 8 Hal ini yang Menyadarkan Bahwa Hidup ini Terlalu Singkat untuk Diratapi, Terlalu Berharga untuk Disia-siakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lifin Ervika | @lifinervika

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar