7 Alasan Kenapa Anda Beruntung Kalau Belum Berjodoh

Singleness & Dating

(sumber gambar: chuansong.me)

39.8K
Kalau sampai saat ini Anda belum juga memiliki pasangan, itu hanya berarti bahwa saatnya belum tiba.



Anda disukai banyak orang. Bisa diandalkan. Terkenal ramah. Saat teman-teman Anda memiliki masalah, Anda hadir di garis depan, siap untuk menghibur, menguatkan, dan membantu. Sahabat-sahabat Anda pun selalu datang kepada Anda dengan segudang masalah cinta mereka. Lama-kelamaan Anda ahli dalam mengatasi masalah percintaan.


Ya, percintaan orang lain! Selalu orang lain. Mengapa? Karena hingga kini Anda sendiri belum memiliki seorang kekasih.


Anda bukannya tidak menarik. Anda juga tidak bodoh. Kepribadian Anda selalu dinilai baik oleh orang lain. Orang-orang di sekeliling Anda juga bertanya-tanya kenapa sampai sekarang Anda belum juga dapat jodoh. Akhirnya, sebuah kabar hinggap di telinga Anda. Katanya, Anda terlalu picky. Bahkan ada yang bespekulasi, jangan-jangan Anda takut terhadap lawan jenis.


Apa pun yang orang lain katakan, tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Menjadi lajang bukanlah hal yang menyedihkan apalagi memalukan. Belum pernah berpacaran bukan berarti seseorang itu tidak menarik atau tidak laku. Memiliki pasangan bukanlah sebuah pertandingan atau semacamnya. Anda tidak ketinggalan sesuatu apa pun juga bila sampai saat ini belum pernah memiliki seseorang yang bisa disebut pacar. Bahkan sebenarnya kelajangan Anda sampai saat ini adalah sebuah keberuntungan. Tidak percaya? Coba renungkan beberapa hal berikut:


1. Anda sedang menyelamatkan diri Anda sendiri dari “drama” yang tidak perlu


(sumber gambar: healthyyouhealthylove.com)


Lebih terlambat memiliki kekasih atau bahkan tidak pernah jatuh cinta sebenarnya ada baiknya. Hanya sedikit orang di dunia ini yang berhasil mempertahankan cinta pertamanya sampai pelaminan. Selebihnya, budaya putus-nyambung atau gonti-ganti lebih umum terjadi. Tentu tidak perlu dijelaskan lagi drama yang terjadi di dalamnya. Sementara Anda dalam masa penantian, mau tak mau Anda akan memerhatikan kehidupan percintaan orang-orang yang Anda kenal. Anda akan mendapat banyak cerita dan informasi aktual tentang berbagai segi kehidupan percintaan. Meski rasa iri tidak dapat dihindari, tetapi semua yang Anda dengar dapat menjadi bekal dan sumber referensi ketika saatnya bagi Anda sendiri tiba. Pengetahuan yang Anda peroleh dari pengalaman orang lain, yang tidak perlu Anda lalui sendiri,dapat menjadikan Anda lebih bijak dalam memilih pasangan dan menjalani hubungan Anda nantinya.


2. “Terpaksa” berada di dalam sebuah hubungan rasanya lebih buruk daripada mimpi buruk



(sumber gambar: www.romanceways.com)

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terburu-buru dalam memilih pacar atau pasangan. Bisa karena desakan keluarga, pandangan orang di sekeliling, atau semata-mata karena tidak ingin terlihat menyedihkan. Akhirnya mereka memaksakan diri untuk memulai hubungan dengan siapa saja yang berminat. Benar-benar siapa saja! Mereka menutup mata, mengabaikan begitu saja proses mengenal lebih jauh calon pasangan mereka, dan berpikir bahwa mereka tidak akan bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik lagi. Mereka lupa bahwa cinta adalah menerima pasangan apa adanya, bukan seadanya, atau yang penting ada. Akibatnya mereka hanya setengah hati menjalani hubungan tersebut. Hanya melihat apa yang ingin mereka lihat dari pasangan mereka. Menyangkali, bukannya menerima, sisi-sisi yang tidak mereka sukai dari pasangan mereka. Terkadang, ketika arah hubungan menjadi buruk, mereka masih saja berusaha untuk menyangkali keadaan dan bahkan diri mereka sendiri. Terjebak dalam situasi seperti ini tentu bukan hal yang Anda inginkan.



3. Anda mungkin tidak sempura, tetapi Anda layak untuk dicintai apa adanya bukan seadanya, apalagi diada-adakan


(sumber gambar: mylifebook.com)

Jadilah diri sendiri. Jangan pernah mengubah diri Anda demi menjadi sesuai dengan selera seseorang. Cinta memang layak untuk diperjuangkan, tetapi bukan dengan cara yang salah. Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri Anda sendiri hanya akan membuat Anda merasa kehilangan jati diri. Bukannya dicintai, Anda malah akan merasa semakin tidak dicintai. Lebih baik bersabar sedikit. Berikan kesempatan bagi diri Anda sendiri untuk bertemu dengan orang yang tepat, yang akan mencintai diri Anda yang sebenarnya.


4. Pacaran adalah langkah awal menuju pernikahan yang hanya sekali seumur hidup, tentu saja harus picky


(sumber gambar: wedding-rings-pictures.blogspot.com)

Pacaran itu bukan seperti bermain di taman hiburan. Bukan untuk bersenang-senang atau menghilangkan stress. Berpacaran adalah proses saling mengenal satu sama lain untuk menuju ke jenjang pernikahan. Karena itu, sebelum memutuskan untuk menjadikan seseorang sebagai kekasih, sebaiknya Anda mengenalnya dengan baik. Lebih baik mengetahui kekurangan mendasar dari seseorang dan menerimanya sebelum menjalin suatu hubungan daripada terluka setelahnya, karena akan ada lebih banyak hal lain yang akan terungkap di masa pacaran dan bahkan setelah menikah.



5. Rasa penasaran terhadap api dapat membakar Anda



(sumber gambar: vk.com)

Artinya,kalau tidak mau terluka, jangan pernah coba-coba untuk pacaran. Memulai sebuah hubungan hanya karena penasaran atau sekadar nge-test apakah Anda bisa cocok dengan seseorang bukanlah sebuah ide pintar. Ada ungkapan ‘learning by doing’, yang artinya belajar sambil melakukan, dan memang benar ada orang-orang yang berhasil menemukan cinta sejatinya setelah gagal berkali-kali, namun apakah Anda siap dengan segala risiko sakit hatinya? Apabila sejak awal ada keraguan, pemikiran bahwa hubungan Anda dengan seseorang nampaknya tidak akan berhasil, lebih baik Anda tidak usah memulainya. Pelajaran tentang cinta tidak perlu Anda alami sendiri, Anda dapat memetiknya dari pengalaman orang lain. Anda dapat meminimalisasi risiko ‘kebakaran’ kalau sudah mengetahui langkah-langkah pencegahan sebelumnya. Yang pasti, tentu saja, Anda tidak akan terbakar kalau Anda tidak penasaran dengan api itu sendiri.


6. Pacaran itu bukan lomba atau trend yang harus diikuti kalau Anda tidak ingin dibilang ketinggalan zaman



(sumber gambar: www.naplesillustrated.com)

Ada masa-masanya ketika berpacaran atau menikah itu terlihat bagaikan perlombaan atau ‘trend’. Tiba-tiba saja semua orang di sekeliling Anda memiliki gandengan. Tak lama kemudian, undangan datang bertubi-tubi ke tangan Anda. Panik mungkin menjadi reaksi favorit Anda. Wajar, namun tidak berfaedah. Anda hanya akan menjadi stress dan kehilangan fokus pada hal-hal di depan mata yang seharusnya Anda kerjakan. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, Anda juga tidak selalu mengikuti trend yang ada, kan? Anda pastinya memilih apakah trend itu sesuai dengan Anda atau bisa diabaikan. Yang jelas, ikut-ikutan dengan ‘trend’ yang satu ini bukanlah suatu pilihan bijak.


7. Masa lajang itu nikmat dan menguntungkan



(sumber gambar: laragavrilova.com)

Sejujurnya, masa lajang itu adalah masa yang teramat menyenangkan. Mau ngapain saja bisa, tidak ada yang mengatur. Mau ke mana saja bebas, tidak ada yang mengekori. Yang lebih luar biasa lagi, Anda bisa belajar banyak hal-hal baru yang menarik. Hey, kita tidak lagi hidup di era di mana tujuan hidup manusia adalah menikah dan meneruskan keturunan. Manfaatkan situasi kesendirian Anda untuk memperlengkapi diri Anda dengan berbagai keahlian baru. Anda memiliki waktu ekstra, yang mungkin tidak dimiliki oleh mereka yang sudah berpasangan, untuk bekonsentrasi menggarap passion Anda yang mungkin terbengkalai. Isi waktu Anda, yang semula mungkin hanya Anda gunakan untuk berandai-andai dan meratapi nasib, dengan hal-hal yang bermanfaat. Tanpa Anda sadari, semuanya itu akan membuat Anda tampak semakin menarik di mata orang lain.


Satu kunci untuk melewati masa lajang dengan selamat dan minim drama adalah dengan bersabar.


Mungkin tidak segera, tetapi Anda pasti akan bertemu dengan seseorang yang bisa mencintai, menghargai dan menerima Anda apa adanya. Kalau sampai saat ini Anda belum juga memiliki pasangan, itu hanya berarti bahwa saatnya belum tiba. Bersabarlah, segala sesuatu indah pada waktunya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Alasan Kenapa Anda Beruntung Kalau Belum Berjodoh". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Marlena V.Lee | @marlena

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar