Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami

Marriage

[Image: surviblog.com]

16.7K
Mungkin tak pernah terlintas dalam benak para istri bahwa mereka sedang berhadapan dengan para suami yang lelah dan kesepian dalam hidup – yang dalam kelelahannya itu tetap menjaga dengan kuat ego dan pride mereka di depan wanita yang mereka anggap lebih lemah.

"Jadi laki-laki itu harus tegar dan kuat; tidak boleh cengeng, tidak boleh menangis, tidak boleh banyak mengeluh, harus mandiri."

Ungkapan-ungkapan penuh motivasi dan inspirasi yang biasa kita dengar tersebut umumnya dikatakan untuk menetapkan sebuah standar, bagaimana seharusnya seorang anak laki-laki atau seorang pria itu. Umumnya pula, dikatakan begitu saja, tanpa ada kesadaran dan keinginan untuk memikirkan bagaimana cara harapan itu bisa terealisasi dalam diri seorang pria.

Sesungguhnya tak ada yang berbeda dalam soal rasa antara pria dan wanita. Rasa sedih, marah, kecewa, frustasi, malu, gagal, cemburu, iri, cinta, bahagia, bangga, dan lain sebagainya dirasakan oleh keduanya, sama. Namun bedanya, wanita diizinkan untuk mengungkapkannya secara bebas, sedangkan kebanyakan pria ‘dipaksa’ untuk ‘menelan’ semuanya, tanpa diberikan ruang dalam belajar mengekspresikannya.

Tuntutan untuk bertumbuh dengan ‘ideal’ dibebankan, namun kelalaian untuk memberikan bantuan dan pertolongan dalam prosesnya telah membuat banyak pria tumbuh menjadi pria kesepian, kurang pemahaman diri, dan akhirnya mencari pengisi kekosongan dalam hidup dengan cara yang salah.

Mengapa demikian? Karena anak lelaki jarang sekali dibekali dengan kemampuan untuk menangani gejolak dan kelelahan emosional dengan cara yang tepat. Teriakan minta tolong mereka di masa awal perkembangan cenderung langsung diberi label 'cengeng' - sebuah label yang menimbulkan trauma dan malu bagi mereka. Tak heran jika akhirnya banyak tembok diri dibangun dan banyak topeng dibuat untuk menutupi kelemahan diri.

Hasilnya, banyak istri mengeluhkan suami yang tidak terbuka, suami yang hidup di dunia mereka sendiri, suami yang terlalu sibuk di kantor, yang terlalu sibuk dengan hobi, tidak mau terlibat dan menolong dalam rumah tangga, membiarkan istri mengambil semua keputusan, tidak peduli. Mungkin tak pernah terlintas dalam benak para istri bahwa mereka sedang berhadapan dengan para suami yang lelah dan kesepian dalam hidup – yang dalam kelelahannya itu tetap menjaga dengan kuat ego dan pride mereka di depan wanita yang mereka anggap lebih lemah.

Tidak heran jika saat ini cafe, bar, spa, game online dan bahkan mungkin pornografi menjadi pilihan kaum pria dalam membunuh rasa kesepian dan lelah mereka. Padahal, ini pilihan yang penuh risiko – yang akan membawa mereka terjerumus dalam masalah yang lebih dalam, baik menyangkut diri mereka sendiri maupun menyangkut rusaknya relasi di dalam keluarga.

Bagaimana istri dapat berperan sebagai penolong? Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menolong mengisi kekosongan hati pasangan:


1. Kenali dan peka dengan bahasa tubuh suami

Pria pada umumnya tidak royal dengan kata, berbeda dengan wanita. Di sinilah dibutuhkan kehadiran istri sebagai penolong yang sepadan untuk mampu memiliki kepekaan, mengetahui dukungan apa yang dibutuhkan suami di saat sulit, baik berupa dukungan emosional maupun dalam bentuk pelayanan. Menepuk pundak atau punggung, mengelus kepala, menatap dengan dalam sambil mengatakan, “Saya tahu kamu lelah.” sudah dapat menjadi obat penghilang kepenatan yang sangat manjur bagi suami, yang mungkin bahkan sudah mampu menyelesaikan setengah dari permasalahan yang ia hadapi dan membuat perasaannya lebih tenang.



2. Menjadi pendengar dan bukan ‘navigator’ ketika suami berbagi cerita

[Image: yoffielife.com]

Pria adalah makhluk yang pelit berkata-kata, sehingga ketika mereka bercerita, yang dibutuhkan adalah kehadiran seorang pendengar dan bukan komentator. Jadilah istri yang cepat mendengar namun lambat dalam berkata-kata. Ketika kita membaca situasi, bahwa nampaknya suami ingin berbagi cerita entah tentang hal-hal yang sedang dialaminya atau hal-hal lainnya, ringan maupun berat, berikanlah baginya ruang sebebas-bebasnya untuk bercerita. Jangan memberikan pendapat, kecuali memang ada hal yang butuh didiskusikan bersama. Tinggalkan semua kegiatan yang mengganggu ketika suami memberi signal ingin melepaskan bebannya dengan bercerita. Pusatkan perhatian untuk mendengar dengan hati.

Baca Juga: Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi Ini Jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!



3. Bantu kekurangan suami dalam perannya di dalam keluarga

[Image: pretoria.getitonline.co.za]

Bagi para suami yang datang dari latar belakang dari keluarga yang memberi contoh dengan baik bagaimana seseorang harus memainkan peran sebagai suami dan ayah, maka mereka akan dengan mudahnya memainkan peran tersebut. Namun, ada juga pria yang tidak punya pengalaman bagaimana memainkan perannya sebagai kepala keluarga, sebagai suami, dan juga ayah, sehingga perlu dibantu dalam bentuk tuntunan dalam menjalankan perannya. Tentunya tidak dengan mendikte atau memerintah, namun menolong dengan membicarakan dengan jelas hal-hal yang menjadi bagian mereka sebagai seorang suami dan ayah. Dengan demikian, bisa mendorong tumbuhnya kemampuan baru dalam diri mereka dalam menjalankan peran sebagai suami dan ayah. Peran yang dinikmati akan membuat pasangan merasa ‘hadir’ dan dibutuhkan sehingga membuat keberadaannya di tengah keluarga menjadi bermakna.



4. Kenali topik pembicaraan yang disukai oleh suami

[Image: pose.com.vn]

Seringkali pria malas bercerita karena merasa istri tidak memahami ‘dunia’nya. Jika pasangan menyukai topik olahraga ataupun hobi lainnya, berusahalah mempelajari hal yang disukainya itu dan jadilah teman bicara yang menyenangkan. Tidak ada suami yang ingin pulang ke rumah untuk setiap hari hanya disuguhi dengan permasalahan dalam rumah atau urusan-urusan lain yang menambah kepenatan. Jadilah teman ngobrol dan diskusi yang hangat. Ketika suami sedang lelah dengan berbagai tugas dan tantangan, tentunya akan sangat menyejukkan baginya ketika ia pulang ke rumah dan menemukan teman berbagi cerita yang menyenangkan.

Baca Juga: Yakin Sudah Cocok dengan Pacar? 7 Perbedaan 'Kecil' Ini Bisa Menjadi Sumber Konflik dalam Pernikahan



5. Kenali bahasa kasih suami

[Image: blog.hootonimage.com]

Ada 5 bahasa kasih menurut Gary Chapman dalam bukunya ‘Lima Bahasa Kasih’: sentuhan fisik, kata-kata pujian/yang mendukung, waktu berkualitas, hadiah, dan pelayanan. Kenali yang mana bahasa kasih pasangan Anda. Apa maksudnya bahasa kasih itu? Maksudnya, apa yang paling membuat pasangan Anda merasa dicintai.

Pada umumnya, bahasa kasih pria yang utama adalah kata-kata pujian/yang mendukung dan pelayanan, tapi tidak tertutup kemungkinan bahasa kasih lainnya juga dimiliki oleh pria. Perlakuan yang tepat - seperti yang diinginkan pasangan - akan membuat ia merasa bahwa Andalah orang di dunia ini yang paling mengerti tentang dirinya.

Bahasa kasih yang tepat ketika diberikan di saat benar-benar dibutuhkan laksana buah apel di sebuah piring emas, menyehatkan jiwa dan menjadi sangat berharga dalam membangun relasi yang penuh nikmat.



6. Bantu suami mencari komunitas yang tepat dan sehat

Pria butuh komunitas, bahkan pria yang terlihat tidak suka bergaul pun demikian. Sama seperti wanita, pria adalah juga makhluk sosial yang membutuhkan komunitas. Namun, pria seringkali kesulitan dalam membangun komunitas, berbeda dengan wanita yang relatif mudah berbaur dan bergaul. Bantulah pria untuk menemukan komunitas yang cocok dengannya dan mengarah kepada hal-hal yang sehat. Ikutlah terlibat serta menyukai komunitas yang juga disukai pasangan. Ada kekhawatiran bahwa suami akan merasa terganggu dengan hadirnya istri dalam komunitas mereka. Padahal, kebanyakan suami justru senang dengan kehadiran istri dalam komunitas mereka namun tentunya istri yang mau dan bisa ‘nyambung’ di dalamnya. Jikalau hanya hadir secara pasif atau bahkan mungkin menjadi sinis dan negatif, tentulah akan membuat pasangan juga merasa tidak nyaman.


Seringkali, sebagai seorang istri kita begitu sibuk menjadi teman bagi orang lain, kita lupa bahwa suami pun membutuhkan teman. Mereka memang kaum pria yang dianggap seharusnya lebih kuat dan lebih mampu untuk bertahan dalam situasi apapun. Namun kenyataannya, mereka sama rapuhnya dengan wanita dan membutuhkan pertolongan dan pendampingan dari istri sebagai teman di kala suka dan sobat di kala duka.

Seorang istri tidaklah harus menjadi seorang wanita luar biasa, tapi paling tidak, makna kehadirannya dalam hidup suami membuat suami merasa memiliki hidup yang luar biasa.



Baca Juga:

3 Cara Suami Mengatakan "I Love You" yang Sering Tak Terdengar oleh Istri

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

2 Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Lokan | @hennylokan

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar