5 Pelajaran tentang Keharmonisan Keluarga dari Kegaduhan Pesta Pernikahan Perak Saya

Reflections & Inspirations

[image: Completely Caked]

3.4K
“No family is perfect. We argue, we fight. We even stop talking to each other at times. But in the end, family is family … The love will always be there.” – NN

Untuk silver wedding anniversary kami, saya dan istri sepakat untuk merayakan secara sederhana. Foto studio dan makan sekeluarga saja. Tidak lebih. Kemudian sampailah pada hari H. Istri sudah dandan ke salon dan mempersiapkan gaun untuk foto studio. Saya bersama anak-anak pun telah siap.

“Kita makan dulu Pa sebelum foto,” ujar anak cowok saya.

“Oke,” jawab saya singkat.

Saat anak saya mengurusi valet parking, saya naik ke lantai dua resto di tengah kota. Ruangannya tampak gelap.

Begitu saya masuk, tiba-tiba lampu dinyalakan dan terdengar teriakan serempak, “Surprise!”

Saya kaget.

Menepuk jidat.

Berbalik arah.

Istri saya pun tampak tidak siap saat lampu kamera video menyorot ke arah kami. Bahkan istri saya belum memakai gaun yang rencananya dipakai untuk foto studio. Inilah kejutan yang benar-benar membuat saya terkejut. Uniknya, saya sudah terbiasa membuat kejutan bagi orang lain, tetapi saat menimpa saya sendiri saya malah tidak menyadarinya sama sekali!

Dari kejutan pesta pernikahan perak saya dan segala kegaduhannya, saya mendapatkan lima pelajaran mahapenting bagi keharmonisan keluarga.



1. Kejutan bisa terjadi kapan saja

Di dalam bahtera rumah tangga kita, selalu ada kejutan yang mewarnainya. Bisa yang menyedihkan, mulai dari PHK tulang punggung keluarga, sakit-penyakit, sampai kematian. Bisa juga kejuatan menyenangkan seperti yang saya alami.

[image: funtime]

Sampai saat menulis artikel ini, saya masih geleng-geleng kepala. Kok bisa anak-anak saya dan teman-temannya mengatur acara sedemikian rupa, yang melibatkan ratusan orang, tetapi saya tidak tahu.

Saya sungguh tidak menduga acara keluarga yang tidak lebih dari satu meja bisa berubah menjadi puluhan meja. Sampai ke restoran pun, saya dan istri masih tidak tahu jika keluarga dari luar kota, bahkan sahabat yang sedang di luar negeri pun bisa pulang dan menyempatkan diri hadir. Saya sungguh angkat topi sama anak-anak saya yang memberikan kejutan yang sanggup membuat saya dan istri terpana.

Siap tidak siap, tepat atau tidak tepat waktunya, kita senantiasa perlu berjaga-jaga, agar tidak shock saat menghadapi kejutan, khususnya yang buruk.



2. Menjaga rahasia butuh kerja keras

Kedua anak saya—Yona dan Vera—bekerja begitu keras untuk menyusun acara pesta pernikahan perak papa mama mereka. Mereka berupaya agar perayaaan itu bisa berlangsung baik, tetapi kami tetap tidak tahu. Itu sungguh kerepotan yang luar biasa.

Mengapa?

Karena kami—saya dan istri—sepakat bahwa tanggalnya tidak usaha persis tidak apa-apa. Toh hanya makan satu keluarga dan foto studio. Padahal, mereka harus booking gedung, make up, MC, pemain musik, penyanyi, dan mengatur semua hal yang berkenaan dengan pesta. Mereka pun menyebar ratusan undangan yang masing-masing disertai catatan agar kami berdua tidak tahu dan jangan ada yang memberitahu. Usaha yang benar-benar saya hargai.

Orang yang paling berhikmat di muka bumi pun pernah mengajukan pertanyaan retoris, “Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?”

Di dalam keluarga, kita tidak boleh menyimpan api semacam itu. Seorang suami yang dengan rapinya menyimpan selingkuhannya di luar kota, suatu kali bisa ketahuan juga. Seorang istri yang menyeleweng dengan sopir pribadinya, tiba-tiba saja tertangkap basah.

Dosa memang tidak perlu disimpan, apalagi dipelihara. Dosa perlu diakui di hadapan Tuhan dan mendapatkan pengampunan.



3. Perbedaan pendapat dalam sebuah keluarga adalah hal biasa

Karena anak-anak tahu apa yang akan mereka lakukan pada ultah pernikahan kami yang ke-25, sedangkan kami sama sekali tidak tahu, maka miskomunikasi terus terjadi. Khususnya menjelang hari H.

Karena pada hari itu saya ada jadwal mengajar pada malam hari, sedangkan anak bungsu kami ada acara ke luar kota bersama sekolah yang sifatnya wajib, maka saya dan istri—khususnya istri saya—ngotot untuk memindahkan tanggal makan-makan dan foto-foto. Tentu saja hal ini tidak disetujui anak saya, karena semua urusan pesta sudah ready tinggal go.

Perbedaan pendapat ini memanas sehingga menguras emosi kami. Anak-anak kami yang jadi korban karena mereka tahu permintaan kami sangat masuk akal, tetapi berbeda bahkan bertentangan dengan rencana mereka semula. Lebih parah lagi, tidak ada plan B untuk ini. Anak-anak memilih untuk tidak mempertajam debat dan melunak, tetapi tetap berusaha keras untuk mewujudkan rencana mereka.

[image: Quiero cuidarme]

Di dalam keluarga paling harmonis sekalipun, perbedaan pendapat dapat terjadi. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan pertengkaran, bahkan perkelahian.

Oleh sebab itu, salah satu resep jitu untuk mengatasinya adalah mundur setapak untuk bisa maju beberapa tapak. Kiat tarik ulur ini perlu kita pelajari dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terbukti saat anak kami tidak membantah, kami pun akhirnya mempunyai jalan keluar. Izin sekolah diurus agar si bungsu bisa tetap ikut retret setelah pesta usia. Sedangkan saya izin agar tidak mengajar malam itu. Karena saya termasuk pengajar yang tidak pernah izin jika tidak terpaksa sekali—memuji diri sendiri karena lelah menunggu pujian orang lain wkwkwk—izin keluar. Case close!

Baca Juga: The Power to Delay: Strategi Memenangkan Pertempuran Tanpa Bertempur. Tunda Reaksi, Hindari Kehancuran Relasi



4. Perdebatan yang dikelola dengan baik justu bisa jadi perekat

Acara terbukti sangat sukses. Keluarga saya dari luar kota pun datang. Sahabat dan pimpinan saya di kampus yang sedang check up di luar negeri menyempatkan diri untuk mengatur jadwal kepulangannya sehingga bisa menghadiri pesta perak kami. Begitu acara usai dengan baik, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang berada di belakang ‘panggung sandiwara’ sehingga acara ini sukses. Ada rasa hangat yang tak tergambarkan mengalir di dada saya yang saya yakin juga mengaliri dada istri saya.

“Pasutri yang habis bertengkar biasanya bertambah rukun.” Ungkapan yang sering saya dengar itu mendapatkan pengesahan di sini. Saya melihat buktinya. Konflik kecil beda tanggal dan beda kepentingan itu justru membuat hubungan ortu-anak bertambah mesra. Saya makin mengasihi anak-anak dan saya harap mereka pun begitu.

Baca Juga: Perbedaan Pola Pikir Bisa Membuat Keluarga Berakhir! Ini 3 Cara Mengatasinya



5. Segala hal yang mendapat restu Tuhan selalu mendatangkan kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Apa yang dikatakan St. Paul itu saya setujui 100%. Meskipun peringatan pernikahan kami yang kedua puluh lima ini menimbulkan hiruk pikuk dalam keluarga kami, hasilnya justru luar biasa. Semua yang terlibat di dalamnya happy.

Para sahabat saya yang mem-follow Instagram dan friend di Facebook saya memuji ulah anak-anak saya yang kreatif. Soalnya mereka mengunggah video keterkejutan saya saat mendapatkan surprise dari sekian banyak orang.

Saya benar-benar—dalam arti harafiah—menepok jidat saya di medsos itu. Apalagi video itu dimuat di insta story teman-teman.

Di dalam setiap rumah tangga, api kecil bisa membesar dan membakar rumah serta meruntuhkannya. Namun, api kecil yang dinyalan di halaman bisa dipakai untuk menghangatkan family fellowship di malam yang dingin.

Bisa pula untuk menyalakan panggangan untuk BBQ party. Susana yang dingin langsung berubah menjadi hangat. Penuh canda serta tawa ria saat semua perbedaan runtuh.

[image: Bigstock]

Di balik mendung yang paling kelabu pun bisa muncul mentari yang bersinar indah.

Pernah mengalaminya?






Baca juga:

How to Make Our Families Great Again? Runtuhkan 5 Tembok Penghalang Kebahagiaan Keluarga Ini

Keluarga : Bukan Surga, Bukan Neraka. Tiga Hal ini yang akan Membuat Kita Mencintai Keluarga Apa Adanya





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Pelajaran tentang Keharmonisan Keluarga dari Kegaduhan Pesta Pernikahan Perak Saya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar