5 Kalimat Pembuka Percakapan Ini Nyebelin dan Merusak Silaturahmi. Hindari, Ya!

Reflections & Inspirations

[Image: worldnewsarabia.com]

14.1K
Tak mudah memang membuka percakapan, bahkan di tengah keluarga sendiri. Hindari kalimat-kalimat yang biasa kita ucapkan ini.

Libur Lebaran memberikan kesempatan untuk mudik alias pulang ke kampung halaman. Pertemuan keluarga, apalagi jika semua anggota dapat berkumpul, memang menyenangkan.

[Image: ThoughtCo]

Namun, seringkali karena lama tak berjumpa, walau selama ini tetap terhubung lewat telepon seluler, kita mengalami kekagokan untuk membuka percakapan. Akhirnya, meluncurlah kalimat-kalimat seperti ini, yang malah menyebabkan rasa tak nyaman.

Karena itu, di pertemuan keluarga tahun ini, hindarilah mengucapkan kalimat-kalimat ini:



”Wah, lama engga ketemu. Gendut banget sih kamu?”

Tidak ada yang suka disebut gendut, walaupun realitanya berat badan memang di atas rata-rata. Kata ’gendut’ identik dengan tak bisa mengendalikan diri atau malas berolahraga. Padahal tak selalu itu alasan mengapa orang menjadi gemuk. Ada orang-orang tertentu yang mungkin sedang menjalani terapi dengan obat-obatan tertentu, sehingga berat badan naik. Ada yang sudah susah payah diet, namun tetap tidak berhasil. Ada yang sudah mencoba aneka program diet, tetap tak berhasil. Ada juga sih yang memang sudah menyerah dengan keadaan, sambil menggunakan kaos ’Aku Dulu Pernah Kurus’. Iya, dulu. Banget. Zaman perang Diponegoro.

Baca Juga: Seni Tetap Mencintai Pasangan yang Dulu Kurus, Kini Gendut



”Nah, anak yang hilang ini pulang juga akhirnya!”

Kalimat ini biasanya ditujukan bagi anggota keluarga yang jarang mudik karena pelbagai alasan. Bisa karena ada masalah keluarga. Bisa karena tak punya ongkos. Bisa juga malu karena belum berhasil. Aneka alasan yang membuat seseorang tak bisa mudik. Tak perlulah menyampaikan kalimat ini karena hanya akan membuat rasa tak nyaman. Syukuri saja bahwa akhirnya ia mudik dan bertemu dengan anggota keluarga.

[Image: wallconvert.com]

Kalau perlu sekalian syukuran bersama keluarga besar karena anak yang hilang telah kembali #eh.

Baca Juga: Rupanya Ini yang Membuat Anak Berontak terhadap Orangtua. Terapkan 3 Cara Ini sebelum Terlambat!



”Oleh-oleh untuk saya mana? Kamu bawa apa?”

[Image: pinterest]

Kebiasaan membawa oleh-oleh ini bisa dibilang so yesterday alias udah kuno banget. Di era jual beli online ini, nyaris semua barang bisa dibeli dari seluruh pelosok negeri. Tak perlulah membuka percakapan dengan ’todongan’ yang tak menyenangkan seperti ini. Sebaiknya, jangan merepotkan orang lain dengan permintaan oleh-oleh, cukup minta ’mentahan’ nya saja.



”Hayo, kamu masih utang khan sama saya. Lunasin sekalian, ya?”

Mungkin anggota keluarga yang mengucapkan kalimat ini tak ingin buru-buru mendengar kalimat, ”Mulai dari nol, ya?” Ga bisa mulai dari nol, utang masih ada! Jadi, sebelum hari raya tiba, tagih dulu. Sebenarnya, tak salah juga sih menagih utang. Namun, sebaiknya tidak menjadi kalimat pembuka percakapan.

[Image: Huffington Post]

Ajak dulu menikmati lontong dan opor sambil ngopi santai. Jika tak mau bayar, cukup campurkan sedikit sianida ke dalamnya.

Baca Juga: Jangan Ada Sianida di antara Kita: 3 Cara Sehat Mengelola Persahabatan



”Kamu masih jadi pendukungnya Pak X? Hahaha ... kalah tuh jagoanmu.”

Di era seperti ini tak ada lagi yang namanya LUBER, jargon kampanye zaman dulu, khususnya bagian rahasia. Dukung mendukung calon tertentu via media sosial sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Bahkan, karena berbeda pandangan politik seringkali keutuhan keluarga pun menjadi taruhan. Jadi, walaupun jagoan Anda menang waktu pemilihan kemarin, tak perlulah mengejek jagoan anggota keluarga yang kalah. Kalau ia tak dapat menerimanya, khan gawat. Nanti bakal ada pengerahan massa yang luar biasa banyaknya. Padahal persediaan nastar dan putri salju di rumah terbatas sekali.


Jadi, hindari 5 kalimat pembuka percakapan di atas, ya. Mulai dengan yang ringan-ringan saja, seperti menanyakan kabar, pekerjaan, atau perkembangan anak-anak.

Selamat merayakan Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.



Baca Juga:

Saat Kamu Merayakan Indahnya Lebaran, Ingatlah Juga Orang-orang yang Tak Dapat Menikmatinya Ini

Minta Maaf dan Memaafkan di Hari Raya Lebaran. Bukan Hanya Tradisi, Inilah Makna di Baliknya

Liburan Gak Harus Jalan-Jalan, Coba Ini: 10 Cara 'Baru' untuk Menikmati Liburanmu


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Kalimat Pembuka Percakapan Ini Nyebelin dan Merusak Silaturahmi. Hindari, Ya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar