5 'Jangan' yang Membuat Suami atau Istri Kebal dari Rayuan Perselingkuhan

Marriage

photo credit: neilrosenthal

14.2K
Cintalah yang membuat seseorang memberanikan diri untuk membangun keluarga bersama kekasihnya. Namun, di tengah perjalanan membangun keluarga, tak semudah yang dibayangkan dan diinginkan.

Apa sih tujuan membangun rumah tangga? Saya yakin semua orang pasti ingin keluarga yang telah dibangun itu bahagia selamanya. Keyakinan akan kebahagiaan di masa depan begitu kuat di awal pernikahan. Cintalah yang membuat seseorang memberanikan diri untuk membangun keluarga bersama kekasihnya. Namun, di tengah perjalanan membangun keluarga, tak semudah yang dibayangkan dan diinginkan. Perbedaan terus-menerus muncul seiring bertambahnya usia pernikahan. Akhirnya, timbullah ketidakpuasan terhadap pasangan, dan mulailah mencari kepuasan itu di luar keluarganya. Inilah 5 tanda awas agar Anda tak terjerumus godaan perselingkuhan.


Jangan menipu diri sendiri

photo credit: AdviceAdda

Banyak orang tidak mengakui bahwa ia telah selingkuh dengan beralasan "Ah, ini kan hanya persahabatan biasa." Waspadalah, karena perselingkuhan bisa berawal dari persahabatan dan berlangsung dalam kedok persahabatan. Ini sekadar dalih untuk mengizinkan diri melanjutkan relasi yang terlarang. Saat Anda sudah berani menipu diri sendiri, maka saat itulah Anda merusak janji suci yang telah Anda ikrarkan.

Baca juga: Mengapa Wanita Berani Berselingkuh? Inilah 3 Penyebab Utamanya


Jangan bersandar pada kehendak sendiri

photo credit: AdviceAdda
Jangan mencoba bermain api yang akan mengorbankan seluruh keluarga bila diam-diam melakukannya. Bahkan di antara mereka mengatakan "Jika saya ingin mengakhirinya, saya pasti bisa", namun faktanya banyak pelaku selingkuh yang berjanji untuk tidak melakukannya tetapi terus melakukannya.


Jangan memberi nama lain

photo credit: TIme Out

Banyak perselingkuhan terjadi karena terus berkomunikasi dengan orang yang bukan pasangan sah kita. Alhasil strategi mengganti nama di smartphone pun dilakukan demi mencegah ketahuan. Ingatlah bahwa Perselingkuhan adalah dosa perzinahan yang dilarang Tuhan dan menghancurkan masa depan keluarga dan anak-anakmu.

Baca juga: Punya Istri Cantik, Kok Suami Masih Saja Selingkuh? Ini 3 Penyebabnya


Jangan bersandar pada perasaan

photo credit: New Love Times

Seringkali orang yang selingkuh lebih mementingkan perasaan pribadi dibandingkan dengan keluarganya. Inilah yang membuat perselingkuhan bertumbuh dengan subur karena sudah tidak lagi bersandar pada kebenaran yang sejati. Acapkali, perasaan cenderung membenarkan perbuatan yang salah karena selingkuh yang membuat kita merasa hidup dan senang.

Lakukanlah yang benar, bukan terasa benar.

Baca juga: Selingkuh itu Indah? Inilah Sisi-Sisi Gelap yang Seringkali Tak Terungkap


Jangan sering menyalahkan pasangan

photo credit: jerrymabbott

Jangan menyalahkan pasangan sebagai penyebab perselingkuhan. Walaupun pasanganmu ada kekurangan dan kelemahan, ingatlah bahwa kamu dan dia sudah saling berjanji untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Namun, bila kamu terus menerus menyalahkannya, maka akhirnya kamu akan merendahkan pasangannmu dan membandingkannya dengan pasangan yang telah dimiliki orang lain.


Buat kamu yang berjuang menata hidup pernikahan, tulisan-tulisan ini akan memberikanmu inspirasi :

Pernikahan Tidak Bahagia? Setiap Hari 'Sleeping with The Enemy' ? Inilah 6 Cara Cerdas Mengatasinya!

Ketika Pernikahan Terasa Hambar, Perceraian Bukan Pilihan, Apakah Hubungan Tanpa Status dengan Orang Ketiga adalah Jalan Kebahagiaan?

30 Tahun Pernikahan Orangtua, 5 Pelajaran Berharga ini Tak Saya Temukan dari Tempat Lain

Pria Berubah Setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 'Jangan' yang Membuat Suami atau Istri Kebal dari Rayuan Perselingkuhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar