5 Jalan Mengubah Kekurangan Menjadi Bekal Kesuksesan

Reflections & Inspirations

photo credit : twicopy

6.3K
Bergaul dengan banyak trainer dan motivator, saya justru melihat mereka menjual keberhasilan mereka keluar dari "kekurangan" lalu mengubahnya menjadi pencapaian.

“Aku malu dengan latar belakang keluargaku yang berada di bawah garis kemiskinan. Tampil di hadapan teman-teman, aku tidak percaya diri,” ungkap Nina dengan mata berkaca-kaca.

Ayahnya yang tidak jelas pekerjaannya, sementara ibunya hanya berjualan kue, membuatnya minder di antara teman-temannya yang berasal dari keluarga mapan. Nina lebih suka bersembunyi dan tidak terlihat. Ini yang banyak saya temui, sikap remaja dari kalangan kurang beruntung di Kota Solo dan Surabaya. Kebetulan saya bermukim cukup lama di kedua kota tersebut.

Sungguh berbeda saat berada di Kota Jakarta. Bergaul dengan banyak trainer dan motivator, saya justru melihat mereka menjual keberhasilan mereka keluar dari "kekurangan" lalu mengubahnya menjadi pencapaian. Semakin besar perubahannya, justru makin heboh dagangannya.

Sebut saja Laura Lazarus, sahabat saya yang berasal dari keluarga sangat miskin, tinggal di daerah kumuh kota Jakarta, mengejar cita-cita menjadi pramugari lalu mengalami kecelakaan pesawat dua kali, harus mengalami operasi hingga 18 kali sampai saat ini. Laura berjalan masih menggunakan tongkat penyangga. Pengalaman pahit getirnya justru memikat para pembaca dan pendengarnya. Sebagian merasakan kesamaan, dari keluarga yang miskin seolah tanpa harapan. Sebagian lagi merasa, kalau yang dari kalangan miskin seperti itu saja bisa bangkit, apalagi saya yang dari kalangan lebih mampu dan beruntung.


photo credit: harjasaputra

Mereka kagum, bagaimana Laura memiliki semangat untuk bangkit dari keterpurukan, tetap semangat untuk menyongsong masa depannya. Bukunya laris dan Laura diundang berbicara tentang pengalamannya di mana-mana. Ia pun kini menjadi seorang motivator.

Contoh lainnya, Anthony Dio Martin, yang ditinggal ayahnya meninggal saat dia berusia 4 tahun. Ibunya memiliki 8 anak dan dia anak bungsu. Sedemikian miskinnya, hingga selalu kesulitan membayar uang sekolah, bahkan untuk makan sehari-hari. Suatu hari, ketika tidak ada beras, ibunya menyuruhnya meminta beras pada pamannya. Apa yang terjadi? Pamannya marah, menghina keluarga mereka yang miskin. Tidak hanya itu, Martin kecil disiram dengan air kencing dalam pispot yang sudah berhari-hari. Baunya amat sangat menyengat. Pulang sambil menangis dengan tubuh basah kuyup oleh air kencing yang baunya menjijikkan.

Bayangkan! Perjuangan dan ketegarannya dalam melewati saat-saat tragis hidupnya, bagaimana caranya me-reframe, -memberi arti ulang atas peristiwa-peristiwa menyakitkan dalam hidupnya-, justru menjadi contoh nyata dalam pembelajaran seminar Emotional Quotient Management yang diselenggarakannya. Menyemangati para peserta untuk mengalahkan tantangan dan mencapai prestasi yang membanggakan.


Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita semuanya bernilai netral. Tergantung pada cara kita memberikan makna, dan itu akan menentukan kehidupan kita selanjutnya. Apakah akan menghasilkan kesuksesan atau justru kegagalan?

Berikut ini 5 cara yang terbukti sukses untuk "menjual" dirimu untuk meraih sukses


1. Jangan mengasihani diri sendiri

photo credit: harjasaputra

Penyakit terburuk di dunia adalah mengasihani diri sendiri. Ini membuat seseorang jalan di tempat. Selalu ingat pepatah, Everything happens for a good reason, segala sesuatu terjadi untuk alasan yang baik. Tuhan selalu merancangkan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.


2. Terima apa pun yang terjadi dalam hidup dengan ikhlas

photo credit: Udemy

Ketika kita ikhlas menerima apa yang terjadi, hati menjadi damai. Tidak lagi sibuk menyembunyikan kekurangan-kekurangannya. Ikhlas membuat kita berani tampil meski tidak sempurna. Ternyata dunia tidak menuntut kesempurnaan. Banyak yang sukses dalam ketidak sempurnaan.


3. Sadari bahwa yang kamu pikir kekurangan, justru dapat memiliki nilai "jual" yang tinggi

photo credit : elgonal

Ikhlas menerima kekurangan, membuat kita berani membuka aib dan mengubahnya menjadi daya jual yang unik. Cari ide kreatif untuk menjualnya.


4. Jadilah pemenang

photo credit: OMG Story

Yang diharapkan pembaca, pendengar atau orang-orang di sekeliling kita adalah ketegaran, kekuatan, semangat dan keberhasilan dalam melewati tantangan lalu keluar sebagai pemenang. Bagaimana jika pernah putus asa? Itu juga punya nilai jual tersendiri. Manusiawi bila kita terpuruk sementara, namun ceritakan pengalamanmu keluar dari keterpurukan dan bangkit jadi pemenang.


5. Tarik dan bagikanlah pelajaran hidup pada orang lain

photo credit: center of motherhood

Manfaat dan pelajaran yang diperoleh, bisa dijadikan modal untuk mendukung setiap bidang yang ingin kita geluti. Seperti Anthony Dio Martin, yang terkenal dengan Emotional Quotient, menjadikan pengalamannya bukti penerapan prinsip-prinsip ilmu yang ia bagikan.

Tuhan tidak pernah salah menciptakan manusia dan mengizinkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Di balik tantangan yang besar, tersimpan mukjizat yang spektakuler.

Jika kita berani melakukan dan menjadi yang terbaik semaksimal mungkin, lalu menyerahkan yang tidak mampu kita kerjakan ke tangan-Nya, maka Tuhan akan mengubah batu penghalang yang menghadang menjadi batu pijakan bagi kita untuk naik ke tempat yang lebih tinggi.

Mengagumkan bukan? Ayo terus maju!


Buat Kamu yang Berjuang untuk Meraih Keberhasilan, Simak Tulisan-tulisan Inspiratif ini :

How to Sell Yourself: Rahasia Sukses 'Menjual Diri' dan Meraih Keberhasilan dalam Hidup

Untukmu yang Merasa Gagal dalam Hidup: Inilah 3 Inspirasi dari Mereka yang Berhasil Melampaui Keterbatasan, Bangkit dari Keterpurukan dan Keluar Sebagai Pemenang

Inilah Kisah Perjuangan Hidup Sahabat Saya: Seorang Anak Pemulung yang Berhasil Menyelesaikan Studi D3


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Jalan Mengubah Kekurangan Menjadi Bekal Kesuksesan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar