Demi Masa Depan Anak, 6 Hal yang TAK BOLEH Dilakukan Orangtua

Parenting

media.philstar

522
Anak adalah titipan Tuhan. Kita harus merawat mereka sekuat tenaga.

Para ibu yang sedang menjalani proses kehamilan yang pertama, mungkin akan berjalan-jalan ke toko buku dan kemudian akan tertarik untuk membeli buku dengan judul "What to Expect When You’re Expecting". Versi ke-5 buku ini dikeluarkan pada tahun 2016. Buku ini sering dikatakan sebagai kitab sucinya ibu hamil.

Buku ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk bukan saja menenangkan hati para ibu, tetapi juga untuk mengarahkan para ibu untuk melakukan persiapan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kerap terjadi. Lebih dari 18 juta calon ibu yang membeli dan membaca buku ini. Mereka mendapatkan rasa aman dan damai dalam menjalani proses kehamilan mereka karena menemukan berbagai penjelasan terkait berbagai keanehan yang terjadi di dalam tubuhnya.

Baca juga: Proses Kehamilan dan Kelahiran Anak Pertama yang Sukar Mengajar Kami 4 Pelajaran Berharga Ini

Kemudian lahirlah Si Bayi. Sebagai ayah yang selama ini hanya menjadi pemandu sorak ketika istri kita hamil, sekarang inilah saatnya kita menunjukkan bahwa kita pun mampu menjadi ayah yang baik. Maka kita pun pergi ke toko buku, mencari sebuah kitab suci yang bisa membantu kita untuk menjadi ayah yang baik. Namun, walaupun banyak buku tentang parenting yang terus bermunculan setiap tahun, ternyata kitab suci untuk para ayah itu rasanya masih belum ada.

Dengan keunikan sifat anak yang begitu beragam, kita tidak akan siap untuk menjadi orangtua sampai kita turun-tangan sendiri dan menjalankan peran menjadi orangtua. Kegagalan dan kesuksesan serta ditambah dengan rasa frustrasi menjadi pendamping setia kita sepanjang jalan kita sebagai orangtua.

Saat ini, lewat berbagai kegagalan yang sudah saya alami sebagai ayah, saya ingin membagikan lima hal yang TIDAK BOLEH dilakukan oleh seorang ayah (atau ibu) bila mereka ingin menjadi orangtua yang baik.


1. TIdak Boleh Melakukan Multitasking dalam Menjaga Anak

Kita sering menganggap bahwa menjaga anak itu adalah salah satu dari pekerjaan yang harus kita lakukan, seperti membersihkan rumah misalnya. Itulah sebabnya sering terlihat banyak orangtua yang menjaga anaknya sambil bermain HP; atau sambil nonton TV. Ada juga yang sambil menemani anak bermain, orangtua bergosip dengan orang lain.

Sampai batas tertentu, hal-hal ini masih bisa diterima, bukan? Namun, ada beberapa hal yang benar-benar tak boleh dilakukan oleh orangtua sambil menjaga anaknya. Misalnya jangan memasak sambil menjaga anak. Apalagi, yang ini: kita TIDAK BOLEH mencuci piring sambil mencuci anak kita seperti yang dilakukan oleh ayah ini! Hahaha...bukankah para ayah sering panik jika harus menjaga anak, sehingga bisa saja ia melakukan hal-hal yang gila seperri ini.


hewardblog

2. Tidak Boleh Memperkenalkan Gaya Hidup Sehat Sejak Kecil Jika Caranya Salah Kaprah

Di tengah banyaknya penyakit yang bermunculan, kita sebagai orangtua ingin memastikan bahwa anak-anak kita terlindungi dari sakit penyakit. Kita ingin agar anak-anak kita bisa tetap sehat agar bisa menikmati berbagai hal yang ada.

Salah satu cara adalah dengan memerkenalkan olahraga kepada anak-anak kita sejak mereka kecil. Buat anak-anak, semua hal adalah hal yang baru, sehingga mereka memiliki keinginan untuk mencoba segala sesuatu. Itulah sebabnya banyak orangtua yang menggunakan momentum ini untuk memerkenalkan mereka pada aktivitas berenang, bersepeda, dan berbagai olahraga yang lain.

Tapi ingat, walau olahraga itu sehat, kita TIDAK BOLEH mengajarkan mereka olahraga yang satu ini kepada para balita, walaupun kita memberikan mereka nama Clark Kent. Maksud saya, secara serius, carilah tahu dahulu olahraga apa yang cocok untuk anak-anak kita sesuai dengan umurnya.


i.ytimg

3. Tidak Boleh Melakukan Penghematan yang Berlebihan

Kita semua mengakui bahwa dengan adanya anak, maka pengeluaran di dalam rumah-tangga akan bertambah. Sebagai orangtua yang bijak, kita tentu akan melakukan berbagai penghematan untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti misalnya dengan tidak berganti HP setiap tahun, membeli sepatu setiap kali ada sale (walau lebih murah), atau keluar makan setiap hari.

Tapi ingat, kita TIDAK BOLEH menghemat sampai meminta anak untuk berbagi susu seperti ini... . Tentu ini guyonan, tetapi maksud saya adalah melakukan penghematan juga ada batasnya.

Misalnya, untuk memberi makanan yang bergizi kepada anak kita, janganlah terlalu menghemat karena gizi untuk pertumbuhan anak tak bisa ditunda.


earthporm

4. Tidak Boleh Menghemat Secara Berlebihan Jika Berurusan dengan Peralatan yang Dibutuhkan Anak

Pilihlah peralatan untuk anak dengan kualitas yang baik dan aman untuk kesehatannya walau harganya mungkin lebih mahal. Jadi jangan menghemat membeli piring makan dengan cara seperti di gambar ini, ya...


aanimalsiadmire

4. Tidak Boleh Mencetak 'Mini-Me'

Ketika seorang anak lahir, salah satu perkataan yang sering diucapkan kepada orangtua baru itu adalah: Wah, mirip sekali ya dengan kamu! Para tamu yang datang berkunjung akan memuji kecantikan atau kegantengan bayi itu. Mereka akan berusaha mencari kemiripan bayi itu dengan orangtuanya. Terus terang, saya tidak memiliki kemampuan ini jika harus menilai bayi orang.

Sambil menuntun anak-anak bertumbuh besar, kita sebagai orangtua akan menularkan berbagai sifat dan kebiasaan yang kita miliki. Bila kita suka masak, maka kita akan mengajar anak kita untuk memasak. Bila kita memiliki kendaraan, maka kita akan memberikan mereka waktu untuk mengemudikan motor atau mobil kita ketika waktunya sudah tiba. Dan bila kita suka menonton film, maka kita akan meminta anak kita untuk menemani setiap kali kita pergi ke studio XXI terdekat jika memang filmnya cocok untuk usianya.

Baca juga: Membiarkan [Bahkan Mengajak] Anak Menonton Film Horor? Ini 10 Bahayanya


Tapi ingat, diantara berbagai kebiasaan yang ditularkan, kita sebaiknya jangan mengajarkan anak-anak makan junkfood SETIAP HARI walaupun kita sendiri sangat menyukai junkfood.

epsilonphu


5. Tidak Boleh Lupa Memberikan Masa Kecil yang Penuh Kenangan

Masa kecil tidak akan terulang lagi. Sambil anak-anak beranjak dewasa, kita ingin mereka memiliki kenangan yang bisa dibawa di dalam kehidupan mereka. Harapan kita, kenangan-kenangan ini akan mengingatkan mereka tentang keindahan keluarga kita.

Foto, tempat, dan cerita merupakan beberapa hal yang bisa menjadi bentuk kenangan terhadap keluarga. Kemudahan untuk mengambil foto dari handphone memungkinkan kita untuk setiap saat mengabadikan saat-saat indah bersama anak. Tempat tinggal, tempat jalan, bahkan sekolah juga akan meninggalkan kesan yang indah dalam diri anak kita. Cerita yang sering kita bagikan di meja makan atau di waktu hendak tidur akan menguatkan pembelajaran yang ingin diberikan kepada anak-anak.

Tapi ingat, kita TIDAK BOLEH memberikan kenangan yang membekas kepada anak-anak kita seperti yang dilakukan oleh ayah ini:

okezone


6. Tidak Boleh Mendisiplin Anak Secara Tidak Rasional

Salah satu hal yang paling berat buat kita sebagai orangtua adalah hal pendisiplinan anak.

Setelah melewati masa-masa lucu, anak-anak kita akan memasuki fase nakal. Mereka mulai belajar melanggar dan melawan.

Di saat-saat seperti itu, kita sebagai orangtua juga akan melewati berbagai fase emosi. Kemampuan kita untuk berbicara dengan jelas, tegas dan sekaligus lembut dan kreativitas dalam memberikan hukuman kita juga akan terus diuji. Belum lagi, tekanan darah kita juga ikut-ikutan mengalami pengukian supaya ia tetap berada pada level yang normal.

Bila Anda seperti saya yang sering mengalami masa-masa sulit dengan anak, tidak jarang kita ingin memberikan hukuman dengan cara yang diberikan oleh ayah ini:

oceanvibe

Bukankah kita sangat tergoda memberikan hukuman seperti itu, bukan? Namun, seingin-inginnya kita melakukannya, tetap saja kita tidak boleh melakukannya. Jika kita nekad melakukannya, bisa-bisa kita dianggap melakukan tindakan yang 'abusive'.

Jadi, begitulah... tugas kita sebagai orangtua secara umum dan sebagai ayah secara khusus, sangatlah tidak ringan. Tetapi, anak adalah titipan Tuhan. Kita harus merawat mereka sekuat tenaga.


Ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya? Klik di bawah ini:

Tentang Aku, yang Menghabiskan Sebagian Besar Waktu Hidup Membenci Bapakku

Anak Terluka Akibat Kesalahannya, Saya Mengajarkannya 4 Hal Ini



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Demi Masa Depan Anak, 6 Hal yang TAK BOLEH Dilakukan Orangtua". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Octavianus Gautama | @octavianus

Seorang suami. Ayah. Pengagas Ide. Pengamat hidup amatur. Pelajar. Penulis. Pekerja. Pelayan. Pemimpi. Pujangga musiman. Pelari. Pengusaha. Pembicara. Koordinator. Teman.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar