5 Hal yang Harus Kamu Lakukan sebelum Nembak agar Tidak Ditolak

Singleness & Dating

[Image: onlyyouforever.com]

3.2K
Siapa bilang nembak itu gampang? Tak sedikit pria yang gelisah, takut tertolak. Nah, siapkan dirimu dengan melakukan 5 hal ini!

“Saya pengin nembak dia tapi kok takut ditolak ya?”

“Saya tidak berani nembak dia. Kalau ditolak malu!”

“Caranya gimana ya agar saat aku nembak tidak ditolak?”


Perkataan bernada pesimis itu pasti pernah Anda dengar dari teman-teman Anda, apalagi sahabat dekat. Atau, jangan-jangan ucapan pesimis itu datang dari diri Anda sendiri, tetapi hanya Anda lontarkan dalam hati.

Baca Juga: Rahasia di Balik Penolakan Cinta oleh Wanita: 6 Alasan yang Tak Akan Mereka Katakan kepada Para Pria

Ketimbang dihantui rasa tidak percaya diri, berikut 5 cara nembak yang [kemungkinan besar] tidak ditolak:



1. Rencanakan Masak-Masak

“If you fail to plan, you are planning to fail!” Pepatah bijak Benjamin Franklin ini perlu kita terapkan di sini. Sebelum ‘nembak’, buat rencana yang baik.

Bagaimana caranya? Kapan waktunya? Di mana? adalah 3 pertanyaan yang perlu Anda renungkan.

Untuk menjawab pertanyaan bagaimana caranya, Anda harus tahu cara yang paling nyaman, baik bagi Anda maupun calon sasaran Anda. Apakah Anda merasa lebih macho jika menyampaikannya secara langsung atau Anda merasa lebih safe jika melalui surat. Masing-masing ada kekurangan maupun kelebihan. Anda akan dianggap lebih gentleman jika berani mengatakannya face to face. Namun via surat - baik hard print maupun surat elektronik - ada kelebihannya. Anda bisa menata kalimatnya dengan baik. Ada orang yang ingin langsung, tetapi begitu berhadapan dengannya, malah canggung. Inginnya macho malah ngaco!

[Image: LinkedIn]

Kapan saat yang tepat perlu insting yang tajam. Saat PDKT, jika Anda peka, Anda akan menerima sinyal penerimaan darinya. Jika sinyalnya kuat, itulah saat yang tepat untuk nembak. Jangan terlalu cepat agar dia tidak kaget lalu minggat. Namun, jangan pula terlalu lambat sehingga Anda dianggap lelet dan dia jadi lengket dengan yang lain.

Di mana tempat yang pas perlu Anda pertimbangkan baik-baik. Mana yang paling aman dan nyaman untuk menyampaikannya. Saya dulu menyampaikan 'Wo Ai Ni' kepada Fransiska Xaviera Susana - mantan pacar yang kini jadi istri saya, sehabis makan malam. Tidak perlu pakai fine dining segala jika anggaran Anda mepet. Mau candle light dinner dengan hemat bisa juga: di warung pinggir jalan yang tidak ada aliran listriknya ... he he he ...



2. Libatkan Tuhan dalam Perencanaan

Jangan mengandalkan diri sendiri! Mengandalkan Tuhan berarti Anda yang terbatas memakai sumber daya yang tidak terbatas. Doa bukan saja membuat Anda mengutamakan Tuhan, tetapi juga mengutamakan hal yang utama.

Man proposes, God disposes.

Guru Agung menantang pemikiran para murid dengan pertanyaan yang cespleng, “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: 'Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.' Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.”

Artinya, dengan melibatkan Tuhan, kita bisa membuat perencanaan lebih baik. Menembak seseorang, artinya kita siap untuk membangun rumah tangga. Menembak Si Dia berarti juga siap dengan amunisi yang cukup.

Amunisi terampuh, menurut saya, adalah kasih.



3. Melakukan Penjajagan

Tentara yang mau maju perang biasanya mengadakan pengintaian dulu. Hal yang sama terjadi saat kita ‘naksir’ seseorang. Jika tidak mahir, jangan-jangan kita malah tersingkir atau diusir. Oleh sebab itu, cek apakah dia ada hati juga terhadap kita. Karena bersifat pengamatan dan penafsiran, bisa saja meleset. Namun, paling tidak kita sudah punya ‘modal’.

Satu petunjuk yang menurut saya sangat mencolok adalah pandangan matanya.
[Image: itstheplanetoflove.blogspot.com]

Saat memberi seminar bertema ‘Love, Sex and Dating’ - saya lebih setuju Love, Dating and Sex - seorang cowok berkata kepada saya, “Pak Xavier, apakah Bapak bersedia menunda kepulangan agar bisa saya ajak menemui seseorang yang sedang saya dekati? Coba Bapak perhatikan matanya, apakah dia ada hati kepada saya?” Terus terang, saya ingin ngakak di depannya, namun saya tahan. Seharusnya, dialah yang memerhatikan mata cewek itu, bukan saya. Gimana kalau saya lihat dan ternyata cewek itu jatuh cinta kepada saya?!

Baca Juga: Pria, Inilah 10 Tanda Cinta yang Akan Kamu Temukan pada Wanita yang Menaruh Hati Padamu



4. Melangkah dengan Tegap, Bicara dengan Mantap

[Image: twitter.com]

Setelah siap, mengapa tidak sigap? Artinya, jika waktunya sudah cukup dan penjajagan Anda sudah memadai, jangan lambat agar tidak telat. Jika Anda menunda-nunda, jangan-jangan ada yang mendahului dan Anda akan kecewa. Jangan ragu-ragu! Si dia bisa ‘membaca’ apakah Anda serius atau tidak dari ‘langkah’ Anda dan ‘cara’ Anda bicara. Bukan hanya itu, cara Anda jalan dan cara Anda bicara sedikit banyak menunjukkan apakah Anda serius atau ngegombal.

Baca Juga: Pria Mendekati dengan Cara yang Membuatmu Tak Nyaman. Wanita: Tolak atau Beri Kesempatan Ulang?



5. Sertai Tindakan Anda dengan Doa

Doa menunjukkan sikap rendah hati bahwa kita sangat terbatas sedangkan Tuhan tidak terbatas. Dari pengalaman saya, saat berdoa, Tuhan memberi saya damai sejahtera atau warning bahwa saya harus berhati-hati untuk melangkah. Jika saya langgar alias 'membungkam' hati nurani yang sudah diterangi oleh sinar-Nya, biasanya hal buruk yang terjadi.

Dengan berdoa, kita bukan saja diberi petunjuk dan hikmat, tetapi juga diberi kekuatan saat apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Sebelum ikut lomba balap mobil remote control, seorang anak berdoa dengan khusyuk. Orang-orang di sekitarnya takjub akan kerohanian anak ini. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Apakah engkau berdoa agar menang?” Jawaban anak itu sungguh mengejutkan, “Tidak. Aku berdoa agar saat aku kalah, aku tidak menangis.” Wow, begitu dewasa!

Jika anak kecil saja bisa sedewasa itu, apalagi kita. Jika toh usaha kita ‘nembak’ gagal, orang sering berkata, “Dunia tidak selebar daun kelor”. Saya bisa menambahkan, "dan tidak sepanjang tali kolor" juga. Artinya, kita bisa belajar menerima penolakan dengan dewasa. Setelah move on, kita mulai melangkah lagi.

Yakinilah satu hal ini: Jika cinta kita ditolak, kita bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari Si Dia, dan Dia juga mendapat yang lebih baik dari kita.

Do the best and God will take the rest!

Good luck!



Baca Juga:

Si Dia Serius Gak Sih? Wanita, Inilah 10 Tanda Pacar Anda Serius Menjalani Relasi dan Akan Segera Mengajak Anda Menikah!

Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini Akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia

Bagaimana Menjadi Romantis? Jangan Salah, Bukan Bunga atau Puisi Cinta, inilah 5 Hal Romantis yang Paling Diinginkan Pasanganmu



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Hal yang Harus Kamu Lakukan sebelum Nembak agar Tidak Ditolak". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar