5 Alasan Tak Terduga Mengapa Orang Kecanduan Pornografi dan Bagaimana Mengatasinya

Reflections & Inspirations

[image: Sky News]

3.2K
Pada awalnya mereka tidak ingin melihatnya, tetapi karena tidak ada orang yang mengetahui dan rasa penasaran yang tinggi, akhirnya konten tersebut pun dibuka.

“Kamu mau film porno yang seperti apa?

Mau yang asia, barat? Semua tersedia!”

Seorang teman terlihat begitu pede ketika menawarkan konten pornografi kepada teman-teman saya yang lain. Kejadian itu berjalan dengan begitu biasa. Tanpa ada kecanggungan. Tanpa ada keraguan. Karena pornografi agaknya sudah menjadi konsumsi setiap hari bagi hampir semua orang.

Suatu hari, ada semacam ibadah gabungan dalam sebuah gereja. Acara ini adalah acara yang dihadiri oleh ratusan anak remaja, mulai dari kelas 1 SMP s/d 3 SMA. Pembicara dalam acara itu melakukan semacam eksperimen terhadap anak-anak remaja tersebut. Kebetulan sesi yang dibawakan adalah mengenai kekudusan.

Sang pembicara mengatakan, “Anak muda yang pernah menonton, melihat, membaca konten pornografi, silakan bergerak ke arah kanan saya. Sedangkan yang tidak pernah, silakan ke arah kiri saya.”

Satu hal yang mencengangkan, dari sekitar delapan puluhan anak remaja yang diminta ke depan untuk eksperimen tersebut, hanya ada satu anak yang berada di sisi kiri pembicara tersebut.

Artinya hampir semua anak muda itu pernah menonton, melihat, atau membaca konten pornografi.

Dari fenomena-fenomena ini, maka saya melakukan riset secara personal kepada beberapa orang. Saya menanyakan apa sebenarnya yang menarik dari pornografi bagi mereka dan apa yang menyebabkan mereka terikat dengan pornografi.



1. Pornografi menawarkan kenikmatan

Pornografi dikatakan sebagai hal yang bisa memberikan kenikmatan. Seks dianggap sebagai kenikmatan yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia, oleh karena itu manusia mempunyai keinginan untuk menikmati seks. Dengan demikian, pronografi dianggap sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.



2. Menikmati pornografi supaya tidak terjatuh dalam seks pranikah

[image: glamour]

Banyak orang takut melakukan seks pranikah. Pornografi pun dianggap sebagai suatu cara agar tidak melakukan seks dengan lawan jenis.



3. Iklan-iklan yang bertebaran di internet

Saat kita sedang googling, buka YouTube, atau akun media sosial kita, biasanya ada saja iklan-iklan pornografi yang muncul. Dari beberapa teman yang saya wawancarai, mereka berkata bahwa pada awalnya mereka tidak ingin melihatnya, tetapi karena tidak ada orang yang mengetahui dan rasa penasaran yang tinggi, akhirnya konten tersebut pun dibuka.



4. Ingin diterima dan diakui

Ironis, tetapi inilah kenyataannya. Ada banyak anak muda yang merasa dikucilkan dari komunitasnya jika dia tidak pernah bersentuhan dengan konten pornografi. Mereka yang masih “murni” akan dianggap sebagai orang yang konyol, culun, bahkan dianggap mempunyai kelainan. Akhirnya, hal tersebut mendorong seorang untuk mencoba atau memulai menikmati pornografi.



5. Pornografi memberikan pengetahuan tentang seks

Ini salah satu hal yang membuat pornografi dikatakan menarik, yakni pornografi dapat memberikan gambaran mengenai seks bagi mereka yang belum menikah. Jadi melalui pornografi, mereka diajar mengenai bagaimana seks itu dilakukan. Bahkan, pornografi dianggap sebagai bahan pendidikan seks bagi banyak orang.

Baca Juga: Pornografi dan Pengaruhnya terhadap Keintiman Hubungan : 3 Mitos Populer ini Ternyata Keliru



Prinsip-prinsip Mengenai Seks

Setelah mengetahui apa yang menyebabkan orang tertarik dan terikat dengan pronografi, berikut ini adalah prinsip-prinsip mengenai seks yang seharusnya:



Tuhan Mengaruniakan Kenikmatan Seks, tetapi dalam Koridor Pernikahan

[image: grace ceremonies]

Memang benar bahwa seks adalah kenikmatan yang luar biasa, bahkan itu adalah pemberian Tuhan kepada manusia. Akan tetapi, seks bukan untuk dilakukan sebelum pernikahan. Ini adalah sesuatu yang seharusnya hanya dinikmati dalam pernikahan yang sah. Seks di luar pernikahan tidak hanya berisiko menimbulkan penyakit, tetapi kita juga cenderung akan dihakimi oleh rasa bersalah.

“Tapi, kan, pornografi tidak sampai pada tahap melakukan seks?”

Iya, benar. Namun, semua yang buruk bermula dari pikiran dan hati. Jika kita tidak mampu mengatasinya dalam taraf ini, maka output-nya adalah melakukan seks di luar nikah.

Baca Juga: Seks Pranikah itu Mudah, tapi Membuat Resah! Inilah 5 Kunci Pengendalian Diri demi Masa Depan yang Indah



Kamu Keren Kalau Bisa Bebas Pornografi

Kecanduan pornografi artinya kita terjajah! Kamu akan menjadi orang yang keren kalau bisa bebas dari keterikatan ini. Artinya kamu adalah orang yang bebas. Orang yang telah menang melawan godaan.

Boleh jadi teman-teman kamu mengatai kamu sebagai orang culun, tetapi sebenarnya kamu orang keren yang telah menang atas dirimu sendiri.

Baca Juga: Bebas dari Pornografi Bukan Ilusi. Inilah 4 Langkah Efektif Lepas dari Jerat Pornografi



Pornografi agar Tidak Melakukan Seks Pranikah: Ini Kebohongan!

Ada yang beralasan bahwa mereka menikmati pornografi agar tidak melakukan seks pranikah. Ini adalah sebuah kebohongan! Karena meskipun kian hari pornografi semakin banyak dikonsumsi, data statistik mengenai seks pranikah atau seks bebas tidak berkurang sama sekali. Malahan semakin hari semakin bertambah tinggi.



Seks Dirancang untuk Keintiman Relasi, sedangkan Pornografi Merusaknya

[image: Willingness]

Seks pada awalnya dirancang Tuhan sebagai sarana yang dapat mempererat hubungan suami istri. Namun keberadaan konten-konten pornografi justru telah merusak hubungan suami istri. Mereka yang kecanduan pornografi akan begitu terobesesi dengan apa yang dilihatnya dalam konten tersebut, yang sebenarnya bukan inti dari seks.


Baca Juga:

Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri

Ingin Menolong Pasangan yang Kecanduan Pornografi? Lakukan 3 Langkah ini setelah Anda Menolong Diri Sendiri




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Alasan Tak Terduga Mengapa Orang Kecanduan Pornografi dan Bagaimana Mengatasinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yogi Liau | @yogiliau

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar