4 Sikap dan Perilaku Keliru terhadap Kaum LGBT

Reflections & Inspirations

[image: Fact Retriever]

1.4K
Kesalahan kita pada umumnya ketika bertemu dengan kaum LGBT adalah kita tidak bersikap seperti biasa, atau sewajarnya. Kita cenderung tidak menganggap mereka sebagai manusia biasa.

“Lu pada tau, gak? Beberapa sahabat saya bunuh diri karena tidak mampu menanggung perlakuan orang-orang yang tidak dapat menerima keberadaannya,” cerita seorang teman yang baru saja kami temui dalam sebuah kegiatan mahasiswa dengan berapi-api.

Itu hanyalah segelintir kisah tentang mereka yang tergolong LGBT. Sangat banyak dari mereka yang akhirnya tidak mampu menanggung perlakuan masyrakat karena orientasi seksual mereka yang berbeda.

Apakah kita termasuk orang-orang yang tidak manusiawi?

Artikel ini tidak akan membahas mengenai apakah LGBT dosa atau tidak. Apakah LGBT normal atau tidak secara psikologis, atau bagaimana memandang kaum LGBT secara sosiologis. Tidak! Artikel ini hanya menempatkan mereka sebagai manusia yang utuh dan bagaimana seharusnya kita bersikap.

Baca Juga: LGBT dari Sudut Pandang Saya, Seorang Manusia Biasa yang Sering Dijadikan Tempat Curhat oleh Mereka


Kesalahan Umum dalam Menyikapi Kaum LGBT

Kesalahan kita pada umumnya ketika bertemu dengan kaum LGBT adalah kita tidak bersikap seperti biasa, atau sewajarnya. Kita cenderung tidak menganggap mereka sebagai manusia biasa. Bukannya mengatakan bahwa kita memperlakukan mereka secara tidak manusiawi, tetapi apa yang terjadi menunjukkan kita sebagai orang yang tidak memperlakukan mereka secara manusiawi.

[image: WorkStride]

Menghakimi

Ini kesalahan umum yang paling frontal yang biasa dilakukan. Kaum LGBT dianggap sebagai orang-orang yang paling berdosa dan api neraka adalah tempat yang paling layak bagi mereka. Tidak tersedia pengampunan. Kaum ini kaum paling najis dan harus dihakimi dengan frontal.

Baca Juga: Tentang Kita, Manusia yang Mudah Menghakimi Orang Lain, Rasa Aman Palsu, dan Keengganan untuk Bertumbuh


Menggosipkan

“Eh, jangan bilang siapa-siapa, yaa … tau gak, kalau si A ternyata gay …”

“Ahh, masa, sih? Gak percaya, ahh ...”

“Iya, kemarin aku liat dia sama pasangan gay-nya pegang-pegangan tangan gitu ...”

Inilah gambaran gosip yang sering kali terjadi. Katanya sih jangan bilang siapa-siapa, tetapi orang tersebut memulai percakapan dengan semua orang yang dijumpainya dengan hal yang sama. Akhirnya berita menyebar dengan begitu cepat.

Ini adalah sebuah kesalahan fatal. Memang tidak frontal, tetapi membunuh karakter seseorang.


Menjauhi

Bagi banyak orang, mungkin ini adalah yang terbaik. Dengan menjauhi mereka, kita pikir kita tidak akan melukai perasaan mereka dan kita juga tidak perlu khawatir dengan pergaulan kita.

Sebenarnya, ini juga satu sikap yang salah. Dengan menjauhi mereka, kita sedang tidak menganggap mereka sebagai manusia yang sama yang layak kita kasihi dan jadikan teman.


Mem-bully

Para kaum LGBT banyak yang di-bully. Baik itu bully secara langsung, maupun di dunia maya atau melalui medsos. Bully terhadap kaum LGBT tidak hanya ditujukan kepada orang-orang LGBT. Biasanya juga ditujukan kepada mereka yang sedikit gemulai.

Hal ini tentu melukai perasaan mereka. Akhirnya mereka menyembunyikan identitas mereka karena takut di-bully.

Perasaan takut yang berlebihan akan membuat mereka stres dan memungkinkan suatu tindakan yang lebih serius.

Baca Juga: Sahabat Saya Mengaku Gay. Inilah Kisah Kehidupannya


Menerima Kaum LGBT sebagai Manusia yang Utuh: Ini Langkah-langkahnya

[image: Centro de Psicología]

Prinsip paling umum yang harus dipegang adalah kaum LGBT merupakan manusia yang sama dengan kita.

Bagaimanapun, sama dengan kita, kaum LGBT juga ciptaan Tuhan.


1. Bertemanlah dengan Sikap Normal

Bertemanlah dengan mereka dengan sikap yang biasa. Artinya jangan berteman dengan mereka dengan masih menganggap mereka sebagai orang yang tidak normal, sehingga ada perbedaan ketika kita berteman dengan mereka yang hetero dan mereka yang LGBT. Berteman dengan sikap biasa ini akan membuat teman-teman LGBT merasa nyaman karena tidak dibedakan dari orang-orang lain.


2. Jadilah Sahabat yang Menyediakan Waktu

Menyediakan waktu bagi teman-teman LGBT adalah hal yang penting. Hal ini juga berguna karena dengan banyaknya waktu bersama dengan kita, maka frekuensi waktu mereka untuk bertemu dengan sesama LGBT menjadi berkurang.


3. Pasang Badan ketika Teman LGBT-mu Di-bully, Dihakimi, atau Digosipkan

[image: Smrt English]

Seperti yang telah dikatakan di awal, banyak orang memperlakukan kaum LGBT secara tidak manusiawi. Maka, sebagai seorang yang menganggap mereka sebagai manusia yang utuh dan sebagai seorang sahabat, kita harus menjadi orang yang mau pasang badan ketika mereka mengalami perlakuan yang tidak baik dari orang lain.

Dengan begitu, maka mereka akan merasa aman dan berharga karena ada orang yang mau mengasihi mereka.


4. Jangan Bersikap Mengajari Mereka

Sikap yang paling umum dari kita adalah kita berusaha menceramahi mereka dan mengkhotbahi mereka dengan berbagai ayat-ayat kitab suci. Hal ini justru akan menimbulkan jarak karena mereka merasa tidak aman ataupun nyaman. Pada akhirnya, jangankan berubah karena ajaran yang kita sampaikan, mereka malah menutup hati dan tidak memberi diri mereka sendiri kesempatan untuk memulihkan kehidupan mereka.


Satu perkataan dari teman saya yang transgender mengingatkan saya, dia berkata:

Jika perintah utama Tuhan adalah mengasihi, maka membenci adalah larangan utamanya.

Jadikanlah mereka manusia yang seutuhnya, sehingga tidak banyak lagi dari mereka yang memilih mengakhiri kehidupan mereka.



Baca Juga:

Sahabat Saya Mengaku Gay. Inilah Kisah Kehidupannya

Teman Saya Menikah dengan Seorang Gay. Inilah Kisah 10 Tahun Pernikahan Mereka dan Apa yang Saya Pelajari




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Sikap dan Perilaku Keliru terhadap Kaum LGBT". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yogi Liau | @yogiliau

Mahasiswa tingkat akhir STT Bandung

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar