4 Hal yang Efektif Menyembuhkan Rasa Sakit Hati. Cobalah!

Reflections & Inspirations

Projectinspired

1.1K
Hanya yang pernah dilukai yang tahu betapa sakitnya hati jika dilukai.

Tak dapat kita mungkiri bahwa hampir semua orang mungkin pernah mengalami kepahitan atau mengalami hatinya terlukai. Bahkan, saya menduga bahwa bisa jadi semua orang pernah mengalami kepahitan atau sakit hati.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, saya menjumpai banyak orang (anak remaja, orang dewasa, atau bahkan lanjut usia) yang menceritakan masalah hidupnya kepada saya. Mungkin ini bukanlah sebuah kebetulan jika mereka semuanya mengisahkan tentang kepahitan atau luka hati mereka.

Oleh karena itu, saya memiliki dorongan yang kuat untuk membagikan pengalaman serta nilai-nilai kebenaran yang selama ini saya agar bisa sembuh dari kepahitan di masa lalu, entah itu masa lalu yang sudah lama berlalu atau yang baru saja terjadi. Masa lalu adalah masa lalu.

Bagaimana cara kita agar bisa mengampuni orang lain? Inilah yang akan menyembuhkan sakit hati:


1. Kita pernah salah dan pernah diampuni

edgarsreflections

Suatu kali saya mengadakan pertemuan dengan sejumlah anak sekolah dalam sebuah situasi yang rileks. Dalam kesempatan itu, saya bertanya siapakah di antara mereka yang pernah berbuat dosa atau melakukan kesalahan. Sebagian besar murid mengangkat tangan, namun tidak semuanya.

Lalu saya ajukan pertanyaan ke dua kepada murid-murid SMK tersebut, "Siapakah di sini yang tidak pernah berbuat salah atau melukai hati orang lain?" Tidak ada seorang pun yang berani mengangkat tangan (hanya ada bisikan-bisikan atau gerakan-gerakan tangan/badan yang keluar dari keisengan anak-anak tersebut).

Baca juga: Melepas Kepahitan, Menyembuhkan Hati

Setiap kita pasti pernah buat salah terhadap orang lain; entah itu kesalahan kecil maupun kesalahan besar. Untuk bisa mengampuni, kita harus menyadari bahwa kita memang pernah berbuat salah dan kita tidaklah sempurna. Ketika kita berbuat salah, kita pun mengharapkan agar dimengerti dan diampuni oleh pribadi (yang biasanya adalah teman, sahabat, rekan kerja atau keluarga) yang kita lukai hatinya. Saya yakin setiap kita pernah dimaafkan atau diampuni kesalahannya oleh orang yang kita lukai. Saya pun pernah atau bahkan sering melakukan kesalahan, misalnya melukai hati teman, keluarga, bahkan Tuhan.

"Sukacita terbesar adalah ketika kita mengakui kesalahan kita dan mereka yang kita kasihi memaafkan. Hal yang terlebih besar adalah ketika Tuhan mengampuni setiap kesalahan dan dosa kita pada saat kita mau merendahkan hati dan datang mengakui kesalahan kita di hadapan-Nya."


2. Mengampuni berarti tak memperhitungkan lagi

Ketika hati kita dilukai, maka kemungkinannya kita akan sangat sulit melupakan rasa sakit hati itu. Semakin kita berusaha melupakan, anehnya kita bahkan semakin mengingatnya. Oleh karena itu mengampuni bukanlah soal upaya melupakan, tetapi upaya untuk tidak memperhitungkan lagi.

cdn.skim.gs

Alasan mengapa kita begitu sakit hati dan sulit mengampuni ketika kita disakiti, saya yakin adalah karena bukan pertama kalinya orang tersebut melukai hati kita. Barangkali dia sudah berulang kali melukai kita. Mungkin jika seseorang bersalah kepada kita sekali saja, kita akan mengampuninya. Tetapi kalau berulang-kali orang itu menyakiti kita, maka kita akan sulit mengampuninya.

Secara tidak langsung dan secara bawah sadar, kita sudah mencatat dalam hati dan pikiran kita, berapa kali orang tersebut melukai hati kita. Kesalahan terbesar dalam terkait pengampunan adalah kita mengapa tidak pernah benar-benar mengampuni. Kita hanya mencoba tak mengingatnya lagi.

Ketika kita berkata kita mengampuni, artinya kita tidak memerhitungkan lagi kesalahan seseorang kepada kita di masa lalu. Jika dia mengulanginya lagi, maka setiap kesalahannya akan menjadi yang pertama kali lagi. Setiap kesalahan yang pertama kali dilakukan orang kepada kita, saya yakin, hampir pasti bisa kita maafkan sejahat apa pun kita ini.

Kita harus memahami bahwa mengampuni dengan tulus hati berarti tak lagi memperhitungkan lagi kesalahan orang lain di masa lalu.


3. Mengampuni berarti menyatakan belas kasihan

Suatu kali ada seorang kaya yang tiba-tiba usahanya bangkrut karena terlilit utang. Untuk melunasi utangnya jika dia harus menjual semua harta miliknya pun tidak akan cukup. Teman-teman bisnisnya datang menuntut pembayaran utang, dan mereka memintanya menjual semua harta miliknya, bahkan kalau bisa dirinya serta anak istrinya dijual untuk melunasi utangnya.

Orang kaya yang bangkrut ini sangat tertekan karena hampir semua teman meninggalkannya. Tetapi ternyata ada seorang teman yang baik hati yang dengan penuh belas kasihan datang menghiburnya dan berkata bahwa utang-utang yang dipinjamnya tidak perlu dibayar lagi. Bahkan, temannya ini akan membantu melunasi semua utangnya kepada orang-orang lain dengan cara memberikan pekerjaan yang baru dan gaji yang cukup besar. Dengan demikian si orang yang bangkrut ini bisa melunasi utang-utangnya dan membangun kembali usahanya.

mamashealth

Nah, saudara pembaca sekalian, setiap orang yang melukai hati kita sama seperti si kaya yang jatuh miskin. Dia sesungguhnya membutuhkan belas kasihan kita karena setiap orang yang melukai hati kita dan membuat kepahitan yang begitu dalam di dalam diri kita, pasti "tidak mampu membayar" kesalahannya kepada kita dan menutup luka di hati kita agar hati kita menjadi utuh seperti semula. Dia adalah orang miskin.

"Hati adalah milik kita sendiri. Yang bisa membuat hati kita sembuh adalah pengampunan yang kita berikan dengan penuh belas kasihan kepada orang yang telah melukai hati kita. Orang lain hanya bisa berusaha memperbaiki diri atau berusaha agar dia tidak mengulangi lagi kesalahannya kepada kita, tetapi kitalah yang memutuskan agar hati kita bisa sembuh."


4. Ingatlah bahwa mengampuni membuat masa depan lebih bahagia

Kepahitan akan menghasilkan dendam dan dendam akan menciptakan berbagai kejahatan yang akan kita lakukan karena sakit hati. Kejahatan itu bisa termanisfestasi dalam berbagai bentuk tindakan kejahatan di dalam hati, atau melalui perkataan seperti misalnya menceritakan keburukan orang yang menyakiti kita. Bisa juga kita melakukan kejahatan secara fisik, misalnya memukul orang yang telah menyakiti kita

Baca juga: Patah Hati setelah Putus Cinta, Saya Berhasil Mengembalikan Tawa dan Ceria lewat 4 Aktivitas ini

Kepahitan merusak fisik kita. Kita bisa mengalami stres dan sakit kepala dan juga macam-macam penyakit yang lain. Kepahitan juga akan menghambat pekerjaan kita karena kepahitan akan membuat kita selalu curiga atau berprasangka buruk terhadap orang lain, termasuk kepada rekan kerja.

braindirector

Kita harus datang kepada Tuhan yang selalu mengampuni untuk belajar bahwa ketika Tuhan sudah mengampuni dosa kita, maka kita pun harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Sadarilah jika kita membiarkan kepahitan dan membiarkan luka hati tidak disembuhkan maka kedua hal ini akan merebut sukacita kita, merebut kebahagiaan kita dan menutup jalan masa depan kita.

Jadi, marilah kita mengampuni walaupun tak mudah. Jangan kita perhitungkan lagi kesalahan orang kepada kita, dan marilah kita memberikan belas kasihan sekalipun orang itu sepertinya tidak layak diampuni. Rasakanlah bagaimana hidupmu akan lebih berbahagia.


Ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya? Klik di bawah ini:

Aku Melukai Hati Istriku dengan Menduakannya

Jangan Biarkan Sakit Meruntuhkan Semangat Hidupmu. Dua Hal ini Memberi Kekuatan untuk Bertahan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Hal yang Efektif Menyembuhkan Rasa Sakit Hati. Cobalah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Siatlie Chen | @siatliechen

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar