3 Langkah Efektif yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua yang Rindu Menjadi Sahabat bagi Anak Remajanya

Parenting

sumber: parade.com

3K
Sayangnya, perubahan di dalam diri anak-anak remaja kita kerap kali tidak dibarengi dengan perubahan sikap dan cara pandang kita sebagai orang tua dalam mendampingi mereka. Peran tambahan yang saya rasakan sangat efektif membantu saya dalam mendampingi dua anak remaja saya adalah menjadi sahabat bagi mereka.

Banyak ahli mengatakan bahwa 5 tahun pertama kehidupan seorang anak adalah usia emasnya atau the golden age, tapi sedikit sekali yang mengatakan masa usia remaja anak-anak kita juga adalah the golden age buat mereka, masa yang amat menentukan bagi masa depan mereka.

Bagi Anda yang memiliki anak usia remaja, Anda tentu merasakan dan mengalami apa yang saya dan orang tua lainnya rasakan dan alami. Kita tentunya menyadari banyaknya perubahan yang terjadi pada anak-anak kita ketika mereka memasuki usia remaja, baik perubahan fisik maupun perubahan psikis, dan terutama cara pandang mereka terhadap diri mereka sendiri. Banyak yang menyebut usia remaja sebagai masa-masa pencarian jati diri, konsep diri, citra diri, harga diri, dan berbagai istilah lainnya.

Sayangnya, perubahan di dalam diri anak-anak remaja kita kerap kali tidak dibarengi dengan perubahan sikap dan cara pandang kita sebagai orang tua dalam mendampingi mereka. Peran tambahan yang saya rasakan sangat efektif membantu saya dalam mendampingi dua anak remaja saya adalah menjadi sahabat bagi mereka.

Ada 3 langkah efektif yang harus dilakukan oleh orang tua yang rindu menjadi sahabat bagi anak remajanya :


1. Membangun trust-based relationship dengan mereka

(sumber: caminhoscarmelitas.com)


Jika Anda ingin menjadi sahabat bagi anak remaja Anda, Anda perlu ‘berinvestasi’ sejak anak-anak Anda masih kecil bahkan sejak mereka masih bayi. Diperlukan waktu panjang dan komitmen serta usaha terus menerus untuk membangun hubungan saling percaya ini. Jika selama ini Anda sudah memilikinya, berarti Anda sudah punya modal yang siap dipakai. Jika belum mempunyainya, jangan berkecil hati, Anda masih punya kesempatan. Sekaranglah waktunya. Bangunlah hubungan saling percaya itu sejak hari ini.

Tips untuk Anda :

  • Lakukan apa yang Anda katakan. Anak Anda perlu melihat Anda sebagai pribadi yang tidak asal omong doang alias omdo. Anda harus menjadi teladan atau role model bagi mereka dalam keseharian Anda.
  • Tepati janji Anda. Tidak ada excuse yang dapat Anda berikan jika Anda sudah berjanji. Jika terpaksa tidak dapat menepati janji Anda, beritahukan jauh-jauh hari sebelum waktunya tiba dengan permintaan maaf dan penjelasan yang tulus, serta perbaharuilah janji Anda, dan tepatilah. Anak remaja Anda juga perlu tahu bahwa Anda manusia yang tidak sempurna, namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya.
  • Bersikaplah terbuka, apa adanya, serta selalu berkata jujur pada anak remaja Anda. Anak remaja Anda bukan anak kecil yang mudah Anda bohongi. Kepercayaan mereka pada Anda perlu dibangun dari hal-hal kecil yang mereka alami setiap harinya bersama Anda.


2. Menyediakan hati dan telinga untuk mendengarkan isi hati dan pikiran mereka

(sumber: informasitips.com)


Anak di usia remaja sedang berada dalam usia berkelompok. Teman-teman akan menjadi komunitas yang paling berharga baginya. Bahkan, banyak remaja yang menempatkan teman-teman dan sahabat-sahabatnya jauh lebih berharga dibandingkan orang tua atau keluarga mereka.

Dalam usia mereka saat ini, anak remaja kita memerlukan komunitas yang dapat mengerti dunia mereka dan menerima diri mereka apa adanya. Ingat, mereka sedang berada dalam masa-masa perubahan. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup mereka yang tidak mereka mengerti. Ada begitu banyak hal yang mereka pikirkan yang mereka sendiri tidak tahu kebenarannya.

Mereka perlu hati dan telinga Anda untuk mendengarkan pengalaman mereka menjalani hari-hari mereka sebagai remaja.

Tips untuk Anda :

  • Dengarkan dengan perhatian dan kasih sayang penuh. Tanpa mengomentari atau mencela.
  • Berikan eye contact dan body language yang tulus. Jangan mendengarkan sambil memegang gadget atau sambil menonton televisi atau membaca buku. Duduklah berhadapan muka dengan anak remaja Anda. Fokuslah hanya kepadanya.
  • Berikan respon dengan kata-kata yang penuh empati, seperti "Iya, mama bisa membayangkan yang kamu alami", "Iya pasti hal ini sulit buat kamu",dan sebagainya.
  • Jangan memberikan masukan atau nasihat jika anak remaja Anda tidak memintanya. Tahan mulut Anda! Ini memang tidak mudah bagi kita sebagai orang tua. Tapi Anda pasti bisa. Jika anak remaja Anda perlu masukan Anda, Ia pasti akan memintanya. Kadang anak remaja Anda hanya perlu didengarkan dan dimengerti. Just listen!


3. Mengerti kapan dan bagaimana memberikan feedback buat mereka

(sumber: wordpress.com)


Sahabat yang baik akan memberikan masukan yang tulus bagi kita demi kebaikan kita. Jadi, sebagai sahabat yang baik buat anak remaja Anda, Anda perlu tahu kapan dan bagaimana memberikan feedback buat mereka. Anak remaja Anda menunggunya.

Sayangnya, sering kali cara kita memberikan feedback bukan seperti seorang sahabat memberikan masukan. Dari pengalaman saya berbagi dengan para orang tua remaja, kesalahan kita sebagai orang tua dalam memberikan feedback adalah:

  • Kita bersikap seakan yang paling benar dan satu-satunya yang benar adalah kita. Kita menjadi "Tuhan" buat anak-anak remaja kita.
  • Kita bertindak seperti hakim yang menganalisa perbuatan mereka lalu membacakan vonis baginyadan mengetuk palu dengan suara lantang menyatakan anak remaja kita : Bersalah.
  • Kita bertindak seperti guru yang mencoba mengajari mereka apa yang seharusnya mereka lakukan dengan memberikan referensi berdasarkan masa lalu dan pengalaman kita yang nota bene mungkin sudah tidak relevan bagi mereka di zaman sekarang ini.
  • Kita memberikan feedback tanpa melihat waktu dan tempat, seperti iklan sebuah minuman, di mana saja dan kapan saja. Ketika kita sendiri sedang berada dalam keadaan lelah dan emosi, feedback yang kita berikan untuk mereka justru akan sia-sia dan bahkan, lebih parahnya, merusak hubungan kita dengan mereka.

Jadi, bagaimana menjadi sahabat yang ditunggu feedbacknya oleh anak remaja kita? Praktikkan point 1 dan2 yang telah saya uraikan di atas. Trust me, anak remaja Anda akan datang pada Anda dan berkata, "Pa, kasih masukan dong. Baiknya bagaimana ya menghadapi situasi ini?" atau tiba-tiba anak remaja Anda akan datang sambil memohon, "Ayo, Ma. Aku butuh masukan nih dari Mama".

Kita yang pernah melewati masa remaja dengan indah, tentu dengan bangga bisa berkata bahwa masa yang paling berkesan dan menyenangkan adalah masa remaja. Tapi berapa banyak dari kita yang memiliki anak remaja dapat dengan yakin berkata bahwa masa remaja anak-anak kita akan menjadi masa yang paling indah buat mereka? Ya, kita hanya bisa berharap dan berdoa, namun dalam hati kecil kita mungkin tetap dipenuhi dengan kekuatiran, akankah masa remaja mereka menjadi masa yang paling indah buat mereka? Tantangan bagi anak remaja di era teknologi ini semakin beraneka ragam, mulai dari pergaulan bebas hingga masalah narkoba.

Menjadi sahabat bagi anak-anak remaja kita akan membuat kita bersama-sama dengan mereka menjalani masa remaja mereka dengan tenang. Mereka akan menjadi sahabat kita dan kita akan menjadi sahabat mereka. Jadilah sahabat bagi mereka mulai hari ini and enjoy it!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Langkah Efektif yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua yang Rindu Menjadi Sahabat bagi Anak Remajanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Herlina Permatasari | @herlinapermatasari

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar